Gotong royong merupakan salah satu wujud dari penerapan sila-sila Pancasila yang diterapkan di kehidupan sehari hari maupun di kehidupan bernegara. Gotong royong merupakan salah satu kewajiban bagi warga negara Indonesia karena sebagai warga sebangsa setanah air kita harus selalu saling membantu satu sama lain dan menjaga persatuan. 

Gotong royong didefinisikan kegiatan yang dilakukan secara bersama sama dan bersifat sukarela. Gotong royong sejatinya telah ada dalam diri bangsa Indonesia sejak dulu dan diperkuat dengan adanya sila ketiga Pancasila yang berbunyi "Persatuan Indonesia". 

Gotong royong menjadi simbol persatuan dalam masyarakat. Namun sayangnya, berdasarkan analisa saya gotong royong di masyarakat semakin lama semakin luntur penerapannya. 

Seiring perkembangan zaman jiwa gotong royong yang ada di diri masyarakat semakin berkurang karena banyak yang telah sibuk dengan pekerjaannya sehingga mereka susah untuk melakukan kegiatan bersama dengan warga lainya. 

Memupuk gotong royong merupakan salah satu kewajiban seorang warga negara. Dengan adanya gotong royong, maka pekerjaan maupun permasalahan sosial di masyarakat akan mudah diatasi karena diselesaikan secara bersama sama. Seharusnya sebagai warga negara yang baik kita sepatutnya memiliki kesadaran untuk melakukan kerja sosial salah satunya adalah gotong royong. 

Gotong royong dapat dilakukan di manapun kita berada bahkan di lingkungan sekitar kita pun kita bisa melakukannya. Kerja bakti rt yang dilakukan setiap minggu bisa menjadi salah satu alternatif untuk kita membiasakan diri untuk bergotong royong. 

Selain di lingkungan masyarakat gotong royong juga dapat kita lakukan, apalagi sebagai seorang pelajar kita juga dapat menerapkan gotong royong  di sekolah seperti dengan saling membantu menjaga kebersihan kelas.

 Sikap saling bergotong royong sejatinya harus melekat di jiwa anak bangsa karena hal tersebut menjadi salah satu hal yang sangat penting guna kehidupan kita dimasa mendatang. Kita merupakan makhluk sosial di mana kita tetap membutuhkan orang lain ketika kita menghadapi masalah atau menyelesaikan sesuatu. 

Oleh karena itu, dengan adanya gotong royong dan berpartisipasi melakukan kegiatan tersebut maka ketika kita menghadapi permasalahan orang lain pun akan membantu kita. Namun sayangnya, di zaman yang semakin berkembang dan mengubah banyak sekali tatanan ekonomi membuat manusia semakin bersifat materialistis yaitu memperhitungkan semuanya berdasarkan materi. 

Hal tersebut pastinya tidak akan berdampak baik pada masyarakat karena pada dasarnya kerja sosial itu berasal dari hati nurani kita sendiri dan sepatutnya tidak memperhitungkan apalagi menyamakan dengan materi. Tujuan utama gotong royong yaitu menumbuhkan sikap saling membantu antar masyarakat. 

Bagaimanapun juga gotong royong akan membuat rasa persaudaraan dan kekeluargaan antar sesama semakin kuat. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat kita ketahui bahwa untuk menjadi pelajar Pancasila yang bergotong royong maka perlu ditanamkan kebiasaan tersebut sejak dini. 

Selain itu cara berikutnya untuk menjadi seorang pelajar yang memiliki jiwa gotong royong adalah dengan selalu peka terhadap permasalahan sosial mulai dari hal hal kecil seperti membantu memungut sampah yang berserakan di jalan dan membantu ibu mengurus pekerjaan rumah tangga. Gotong royong dapat kita kerjakan di mana saja baik dalam keluarga, masyarakat maupun sekolah. 

Cara berikutnya untuk menanamkan rasa gotong royong pada diri pelajar adalah dengan memahami dan mengamalkan ilmu sila Pancasila khususnya pada sila ketiga. Dari sila ketiga Pancasila tersebut kita akan memahami pentingnya gotong royong dalam kehidupan kita.

Membiasakan diri untuk menjadi pelajar yang memiliki jiwa gotong royong akan sangat bermanfaat bagi kita dan orang lain. Berdasarkan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 pada pasal 33 ayat (1) yang berbunyi "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan". 

Dari pasal tersebut mencerminkan bahwa bangsa kita menjalankan perekonomian negara seharusnya bukan dengan persaingan tetapi berdasarkan asas kekeluargaan. Apabila kita hubungkan kaitannya dengan gotong royong sudah jelas bahwa negara kita menginginkan memiliki sistem ekonomi dengan asas kekeluargaan di mana kita bersama sama membangun sistem ekonomi dengan saling bergotong royong saling membantu demi keberlangsungan kehidupan perekonomian negara. 

Oleh karena itu, gotong royong menjadi poin yang sangat penting dalam kehidupan bernegara. Selain itu, gotong royong juga memiliki banyak manfaat. Hal tersebut antara lain :

1. Mempererat persatuan dan kesatuan antar sesama warga negara

2. Dengan adanya gotong royong maka permasalahan lingkungan sosial akan lebih cepat terselesaikan

3. Mempererat rasa kekeluargaan dan persaudaraan antar sesama warga, membuat pekerjaan lebih efisien dan efektif

4. Menumbuhkan sikap tidak materialistis, menumbuhkan sikap saling peduli dan tolong menolong antar sesama warga masyarakat.

Berdasarkan pendapat saya dapat ditarik kesimpulan bahwa gotong royong merupakan nilai moral yang telah ada dalam diri bangsa Indonesia sejak dulu dan seharusnya selalu kita biasakan dan lakukan dalam kehidupan sehari hari.

Membiasakan diri untuk melakukan gotong royong memang tidak mudah apalagi kita berada di era modern di mana orang orang lebih individualistis dan cenderung kurang bergaul dengan masyarakat tetapi kita bisa membiasakan gotong royong mulai dari hal hal kecil dari permasalahan di sekitar kita.

Bagaimanapun juga sebagai makhluk sosial kita perlu sikap saling tolong menolong dan harus memiliki sikap kepedulian dengan masyarakat. Bagaimanapun juga, gotong royong sangat penting untuk selalu dilestarikan dalam kehidupan berbangsa agar kebiasaan tersebut tidak punah seiring dengan perkembangan zaman.