Dalam sebuah perusahaan sangatlah penting dalam melakukan kedisiplinan dalam pekerjaan karena kedisiplinan merupakan sikap atau tingkah laku seseorang yang berhubungan dengan aktivitas. Disiplin kerja sangat mencerminkan perilaku karyawan baik positif maupun negatif dalam perusahaan. 

Setiap perusahaan mengutamakan disiplin kerja namun banyak juga pekerja yang lalai dan menganggap dengan sebelah mata. Untuk itu kita perlu memahami konsep disiplin kerja yang  berarti sikap menghargai, menghormati, mematuhi aturan, dan semangat dalam urusan pekerjaannya.

Dalam pelaksanaannya disiplin kerja sangat mempengaruhi hubungan antara sesama rekan kerja baik sesama atasan atau bawahan maupun sesama rekan divisi karena disiplin kerja dapat memberikan suatu contoh yang baik dalam mematuhi segala aturan di dalam perusahaan.

Contoh tersebut seperti cara berpenampilan rapih, bersikap profesional dan bekerja dengan cepat "work hard" tidak menunda dan melimpahkan pekerjaan kepada rekan kerja yang bekerja di shift selanjutnya dengan satu divisi yang sama.

Apa pentingnya penerapan disiplin kerja untuk perusahaan ?
Pentingnya penerapan disiplin kerja dalam sebuah perusahaan yaitu dapat memberikan manfaat bagi perusahaan baik dari faktor internal maupun eksternal serta kelangsungan di dalam kegiatan operasional yang dilakukan sehari-hari. 

Manfaatnya antara lain dapat menciptakan situasi lingkungan yang aman dan nyaman, dapat memperoleh hasil kerja yang optimal dan melatih kemampuan karyawan terhadap aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pihak perusahaan tersebut.

Disiplin kerja memiliki beberapa tujuan yang penting bagi kelangsungan operasional di antaranya yaitu dapat melakukan produktivitas yang lebih baik, meningkatkan kinerja terhadap perusahaan, dapat memperbaiki bersikap di dalam diri karyawan serta bertujuan memperoleh integritas dalam perusahaan. 

Dengan memahami konsep disiplin kerja maka tujuan yang diinginkan oleh sebuah perusahaan akan mudah tercapai. Agar segala aturan penerapan disiplin kerja dapat dilaksanakan oleh seluruh karyawan, perusahaan perlu melakukan sanksi tegas apabila ada karyawan yang tidak melakukan disiplin perkerjaan. 

Sanksi tersebut dapat berupa teguran, memberikan surat peringatan, atau pemecatan bila karyawan terindikasi melakukan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP). sanksi tersebut tentu untuk membuat karyawan berhati-hati terhadap sikap dan perilaku yang dilakukan dalam lingkungan perkerjaan.

Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana melakukan disiplin kerja yang baik dalam perusahaan agar dapat bekerja secara profesional dan sistematis. Terdapat tiga langkah untuk melakukan disiplin kerja di antaranya sebagai berikut:

#1. kebiasaan rutin

Langkah pertama yaitu memulainya dengan menciptakan kebiasaan rutin yang positif dalam bekerja. Seperti gaya berpenampilan rapih, membiasakan berangkat kerja lebih awal "On Timeagar tidak terlambat datang ke tempat kerja.

#2. Deadline

Sebuah deadline yaitu menjadwalkan pekerjaan atau tugas agar dapat diselesaikan tepat waktu, karena sangat penting sebuah deadline dalam pekerjaan di mana istilah ini sering dikatakan dalam organisasi yaitu waktu adalah uang "Time Is Money".

#3. Tanggung jawab

Dan langkah ketiga adalah tanggung jawab, di dalam kedisiplinan tanggung jawab merupakan landasan seseorang terhadap tugas "jobdesk" yang dilakukannya baik ucapan, tindakan, dan hasil yang diperoleh terhadap upaya yang dilakukannya selama menjalan pekerjaan tersebut.

Dampak penerapan disiplin kerja ini sangatlah besar bagi perusahaan karena di dalam keberhasilan sebuah perusahaan tentu adanya kerja sama yang dilakukan dengan baik serta sistem pelaksanaan manajemen yang tepat dalam mematuhi aturan-aturan perusahaan.

Untuk itu perlu adanya proses penerapan disiplin kerja sebagai salah satu acuan dalam mencapai keberhasilan. dengan melakukan disiplin kerja ini karyawan akan bekerja secara maksimal, datang kerja tepat waktu, dan semangat dalam bekerja menunjang keberhasilan di dalam perusahaan.

Nah, jika karyawan dapat secara konsisten melakukan penerapan disiplin kerja dalam perusahaan tentu akan memberikan penilaian dan ada hubungan timbal balik antar pekerja dan pemberi kerja baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Hubungan timbal balik tersebut dapat berupa penghargaan, royalty, tunjangan pekerjaan, kenaikan gaji dan kenaikan jabatan atas usaha dan kepercayaan yang telah dicapai karyawan dalam melakukan penerapan disiplin kerja hingga dapat mencapai kesuksesan bagi suatu perusahaan.

Dalam hubungan timbal balik tersebut tidaklah mudah bagi karyawan mendapatkannya karena banyak penilaian yang dilakukan perusahaan penilaian tersebut berupa keaktifan, penguasaan perkerjaan, mampu atau tidaknya berada diposisi tersebut, kedisiplinannya dan lain-lain. 

Disiplin menjadi salah satu penilaian untuk itu bagi seorang karyawan harus fokus terhadap tujuan-tujuan perusahaan dan meningkatkan kedisiplinan pekerjaan kapan pun dan di mana pun baik ada atau tidak adanya atasan dalam melakukan kewajiban dan tugasnya di perusahaan tersebut.

Penerapan disiplin kerja ini dapat memberikan respons kesadaran emosional dan berpikir secara rasional bagi suatu karyawan bahwa dalam melakukan berbagai hal, aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan yang harus dilakukan secara efektif dan sebenar-benarnya.

Mengetahui risiko dan konsekuensi yang akan dihadapi atas tindakan selama melakukan pekerjaan tersebut serta bertanggung jawab atas pekerjaan yang ditekuninya dengan demikian karyawan tidak akan mendapatkan teguran atau sanksi yang telah diterapkan perusahaan.

Walaupun terkadang disiplin kerja memiliki hambatan seperti jenuh, stres dan bosan karena banyaknya tugas dan aturan yang harus diterapkan maka kita sebagai karyawan dapat memotivasi diri kita sendiri atau dengan sesama rekan kerja.

Motivasi untuk saling meluangkan waktu untuk refreshing, mencari tempat hiburan, berlibur bersama untuk menghilangkan beban pikiran dan aktivitas kesibukan lain di luar pekerjaan yang bertujuan menghilangkan rasa bosan.