Bagi fans klub sepak bola Arsenal, kalimat "Victoria Concordia Crescit" adalah nama yang teramat sakral. Selama bertahun-tahun kalimat itu muncul dalam logo Arsenal. Jika diterjemahkan kurang lebih arti kalimat itu adalah "Kemenangan Tumbuh Melalui Keharmonisan".

Akan jadi sebuah pertanyaan kenapa motto berbahasa latin itu dikaitkan dengan Arsenal? dan sejak kapan hal itu dilakukan? Andy Kelly seorang blogger fans Arsenal asal Inggris pernah menelusuri pertanyaan ini.

Berdasarkan penemuannya, upaya mengaitkan motto "VCC" atau (Victoria Concordia Crescit) dengan Arsenal digagas oleh mantan editor matchday program Arsenal yakni Harry Homer. Hal ini diakui Homer dalam tulisannya pada matchday program akhir musim 1947-1948, saat Arsenal menghadapi Grimsby pada tanggal 1 Mei 1948. Pada tahun 1949 akhirnya gagasan itu diaplikasikan oleh Bob Wall dan Jack Crayston dengan menciptakan logo baru bagi klub yang di mana motto "VCC" diselipkan di bawah logo.

Karena tak puas dengan penemuan ini, akhirnya Andy Kelly pun menelaah lebih lanjut. Dia masih penasaran dari manakah Harry Homer mendapatkan ide "VCC" itu. Sebagai seorang yang gila sejarah, Andy pun mengubek-ubek banyak buku-buku lawas, koran-koran bekas, matchday program jadul dan dokumen-dokumen klasik.

Setelah ditelusuri nyatanya kalimat "VCC" atau (Victoria Concordia Crescit) sudah melekat dengan Arsenal sejak tahun 1913. Kala itu Arsenal yang merupakan tim bawah memutuskan diri untuk pindah markas dari Plumstead ke Highbury. Mengawali musim 1913-1914 di Divisi II dengan markas baru, Arsenal butuh sesuatu hal yang unik agar membuat mereka dekat dengan lingkungan baru.

Karena itu sebagai bagian dari re-branding Arsenal, desain matchday program baru pun mereka perkenalkan plus diberi 8-16 halaman tambahan. Dalam salah satu isi matchday program tersebut, sang penulis yakni George Allison menulis sebuah essai pendek berjudul "Our Weekly chat - By Director", isi tulisan itu membahas bagaimana Arsenal setelah pindah ke kandang baru selalu mendapatkan kemenangan-kemenangan secara beruntun.

Ada satu poin yang menyebabkan kenapa hal itu bisa terjadi. Yaitu karena akurnya jajaran direksi yang bertekad sama untuk memajukan Arsenal. Kerukunan kunci dari semua kemenangan itu. Pada tulisan inilah motto latin "Victoria Concordia Crescit" tersebut mulai diucap. Allison memakai perumpamaan itu layak untuk menggambarkan kondisi internal Arsenal yang sebelumnya acak-acakan. Sayangnya, hanya saja penyebutan "VCC" berhenti sampai di situ saja.

Sampai pada akhirnya 30 tahun kemudian, Harry Homer datang dan mempopulerkan semboyan itu lagi. Apa yang dilakukan Harry Homer dengan mengaku sebagai ide ini adalah hal originalitas temuannya pribadi tentu suatu kesalahan. Tapi upayanya untuk membongkar arsip-arsip lawas amat perlu kita apresiasi.

Victoria Concordia Crescit adalah sebuah kata-kata yang mencerminkan Arsenal. Kata-kata itu mungkin tidak berkesan di dalam benak fans klub yang lain tapi tidak dengan fans Arsenal. Kemenangan berawal dari sebuah keharmonisan, itulah arti dari Victoria Concordia Crescit. Sebuah kata yang singkat tetapi mempunyai arti khusus.

Bayangkan saja jika boleh jujur pemain Arsenal tidak sebintang atau sehebat Manchester United, Chelsea, Manchester City atau mungkin Liverpool, tetapi bermain bola dengan harmonis menjadi kunci kemenangan Arsenal. Kumpulan pemain-pemain muda klub yang bertempat di London Utara tersebut berkumpul menjadi satu dengan nama Arsenal.

Saya pribadi sebagai fans Arsenal sempat bertanya-tanya saat pelatih dari Arsenal yang bernama Arsene Wenger, memutuskan untuk memakai jasa pemain muda dibandingkan pemain bintang selepas kepergian generasi Thiery Henry. Pemain-pemain yang bisa dibilang sangat matang seperti Robert Pires, Laurent Koscielny, Soll Campbell (sempat kembali ke Arsenal lagi), Pattrick Vieira, Thiery Henry, dan Freddie Ljunberg dilepas oleh Wenger dan digantikan dengan pemain-pemain sangat muda seperti Cecs Fabregas, Robin Van Persie, Alexander Song, atau mungkin Carlos Vela dan Theo Walcott.

Tetapi keraguan saya berakhir kala mereka bermain dengan indah. Memang kemenangan Arsenal berawal dari permainan yang harmonis. Berbeda dengan tim-tim lain yang mengandalkan individu tiap pemain bintangnya. Coba kita bandingkan saja permainan Arsenal dengan operan bola-bola pendeknya dengan tim-tim lain. Sungguh sangat harmonis.

Sejak saat itu Arsenal memiliki perbedaan besar dengan klub-klub lain yang hanya mengandalkan pemain bintang dan uang dalam meraih kejayaan. Pelatih Arsenal, Arsene Wenger dengan tangannya sendiri, serta dukungan dari fans dan usaha dari para pemain menjadikan Arsenal sebagai salah satu klub yang paling disegani di dunia. Arsenal membentuk pemain bintang, bukan membeli pemain bintang. Victoria Concordia Crescit, merupakan motto dan cara Arsenal untuk meraih kejayaan hingga saat ini. Bila suatu saat Arsenal menjadi juara, Arsene Wenger adalah salah satu tokoh perubahan sepak bola dunia. Saya bangga menjadi fans tim Arsenal.

Come on Arsenal! Victoria Concordia Crescit!

Ok teman-teman sekian tulisan dari saya tentang VCC.