Pendidikan adalah hal yang penting bagi anak dan orang tua. Pendidikan juga dapat disebut dengan proses untuk mengenal dan memahami perihal pengetahuan dan keterampilan. Dalam pendidikan, tingkatannya dibagi menjadi enam, yakni PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MAN/SMK, dan Pendidikan di perguruan tinggi atau biasa disebut dengan kuliah. 

Masyarakat yang memiliki cita-cita dengan tinggi dalam hal pendidikan, biasanya memiliki tujuan untuk memperbaiki keadaan atau mengubah ketidakmampuan menjadi mampu. Namun, ditengah Pandemic ini apakah pendidikan berjalan dengan mudah?

Pandemic adalah masa atau fase di mana manusia disuruh untuk berhenti sejenak. Dalam arti berhenti melakukan aktivitas secara berlebih di luar rumah supaya dapat menghindari sebuah keramaian. Masa Pandemic ini dilakukan karena datangnya virus Covid-19 yang menyerang banyak orang. 

Virus ini banyak membunuh manusia yang terkena, sampai sekarang kasus Covid-19 mencapai 40.000 lebih. Covid-19 juga sudah memakan korban lebih dari 2000 orang. Hal ini menjadikan pemerintah mengusulkan bahwa sekolah atau pendidikan dilaksanakan secara daring atau di rumah saja. Bagaimana proses pembelajaran yang bersistem daring tersebut?`

Pembelajaran saat ini sering dikenal dengan pembelajaran bersistem daring. Pembelajaran bersistem daring adalah pembelajaran yang dilaksanakan secara berjarak. Guru dan murid dipisahkan, tidak dipertemukan dalam kelas. Biasanya pembelajaran tersebut dilaksanakan melalui aplikasi WhatsApp, Zoom, Meet, dan aplikasi lainnya yang dapat mempermudah proses pembelajaran.

Proses pembelajaran melalui aplikasi sudah pasti membutuhkan HP dan pulsa. Jadi sudah dipastikan orang tua harus memenuhi kebutuhan tersebut. Guru juga dituntut untuk berpikir lebih keras, bagaimana proses pembelajaran itu berjalan dengan baik namun tidak memberatkan satu sama lain. pembelajaran saat ini benar-benar melibatkan tiga pihak supaya pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Namun apakah sistem baru pada tahun ini berjalan dengan lancar?

Pembelajaran jarak jauh yang sudah terlaksana beberapa bulan ini menuai pro dan kontra dari beberapa siswa juga orang tua. Kalau dilihat dari sudut pandang siswa, mereka banyak mengeluh karena mendapat lebih banyak tugas dari biasanya. Siswa dituntut untuk mengerjakan tugas yang diberikan melalui grup WhatsApp dan mereka banyak yang tidak faham materi dari tugas yang dikerjakan. Hal tersebut menjadikan para siswa berlaku kurang jujur.

Banyak dari siswa yang tugasnya diberikan atau dikerjakan oleh orang tua. Selain orang tua, mereka juga terkadang dikerjakan oleh guru private-nya masing-masing. Bahkan banyak siswa yang mengabaikan tugas yang sudah diberikan karena merasa bosan. Dari situ bisa diartikan bahwa pembelajaran yang dilakukan di rumah memang kurang efektif, terlebih bagi siswa SD/MI. 

Siswa SD/MI masih tergolong sangat kecil untuk memahami pembelajaran atau materi yang diberikan melalui media. Mereka masih membutuhkan bimbingan guru secara langsung. Terlebih beberapa guru hanya memberi tugas dan menyuruh mereka untuk mengerjakannya, tanpa diberi materi.

Selain siswa, orang tua juga dituntut untuk mendampingi anak secara lebih saat belajar di rumah. Orang tua wajib mengontrol lebih bagaimana cara belajar siswa supaya bisa paham dan tidak jenuh saat mendapat tugas maupun materi. Selain itu, orang tua juga dituntut untuk selalu menyediakan kuota internet, karena memang sistem pembelajaran yang dilaksanakan oleh siswa membutuhkan kuota dan jaringan yang bagus. Namun, hal tersebut sangat meresahkan pada keluarga yang berada di perekonomian bawah.

Beberapa orang tua dituntut untuk mempunyai HP Android, karena memang pembelajarannya membutuhkannya. Orang tua yang tidak memiliki uang berlebih akan tertekan untuk membeli supaya anaknya tidak tertinggal saat pembelajaran berlangsung. Namun, di balik kekurangan yang terjadi saat PJJ berlangsung, ada beberapa kelebihan yang didapat. Salah satunya adalah kelegahan hati orang tua karena anak-anaknya tidak sering berkumpul dengan orang lain. Hal itu menjadikan penularan virus lebih terbatas.

Kelebihan dan kekurangan saat berlangsungnya pembelajaran jarak jauh ini juga dirasakan oleh guru. Mereka dituntut lebih kreatif saat memberikan materi atau tugar kepada siswa. Karena jika siswa hanya diberikan materi, mereka tidak akan menyentuh dan bahkan tidak mendengar saat pembelajran berlangsung. 

Namun, ketika siswa hanya diberikan tugas, mereka akan jenuh dan mengabaikan tugas-tugas yang sudah diberikan. Kelebihan dari sistem pembelajaran ini adalah guru lebih santai dan tidak diburuh oleh waktu. Guru juga bisa hanya memberikan tugas kemudian kelas dapat diselesaikan setelah memberikan tugas.

Dari beberapa penjabaran di atas, bisa disimpulkan bahwa pembelajaran jarak jauh yang terlaksana sekarang menuai beberapa pro dan kontra. Kelebihan dan kekurangan saat pembelajaran juga harus dijadikan pembelajaran pula bagi guru. Sebagai guru kita disuruh untuk bijak dalam memikirkan nasib pribadi dan nasib murid yang sedang diajar. 

Antara siswa, orang tua, dan guru harus bisa kerja sama supaya pembelajaran yang berlangsung secara jarak jauh dapat berlangsung dengan baik. Siswa juga menjadi paham dan mengerti materi yang sudah diberikan, supaya semakin banyak terlahir generasi yang bagus di negeri kita.