Melihat kerusakan lingkungan di negeri ini, sudah saatnya menyelenggarakan masyarakat Sadar dan Peduli untuk perubahan lingkungan kearah yang lebih baik. Pemikiran ini muncul karena peran masyarakat sangat strategis di dalam penyadaran dan penyelenggaraan kepedulian lingkungan. Komponen masyarakat harus bisa memberi perhatian di dalam menjaga lingkungan.

Kerusakan lingkugan diakibatkan perilaku manusia yang serakah dan kebutuhan yang ingin di penuhi untuk mempertahankan hidup. Menurut Wardahana ada beberapa alasan mengapa masyarakat di katakan berperan strategis dalam Pelestarian lingkungan.

Masyarakat adalah kunci dalam mengembangkan kesadaran masyarakat segala kapasitasnya untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, yang membutuhkan perubahan di berbagai aspek seperti nilai-nilai, sikap dan perilaku, yang sesmua tidak terlepas dari dukungan para pembuat kebijkan (Pemerintah) ilmuan dan para ahli
Masyarakat dapat menjembatai seluruh aspek dalam konsep berkelanjutan dalam sebuah pendekatan yang terintegrasi dan komprehensif.

Masyarakat berperan dalam mengembangkan konsep pembangunan yang berkelanjutan dan secara tidak langsung juga akan mengembangkan kemampuan komunitas lainnya juga.
Masyarakat agen yang di harapkan mempromosikan pelestarian lingkungan hidup

Menurut Wardahana, pada dasarnya kerusakan lingkungan dapat terjadi oleh dua faktor, yaitu oleh alam dan oleh manusia dan perilakunnya. Perilaku yang di maksud adalah tidak peduli dengan kondisi saling ketergantungan antara manusia dan lingkungannya.

Faktor perilaku manusia merupakan gambaran peranan manusia yang berinteraksi dengan lingkungan, dan sangat berpotensi untuk menentukan arah lingkungan ke posisi yang lebih baik atau bahkan sebaliknya. Pada realita yang terjadi adalah bahwa perilaku manusia cendrung merusak dari pada melesterikan.

Pengrusakan  terjadi ada yang sengaja dan ada juga yang tidak menyadari fungsi dan manfaat dari pada lingkungannya bagi kehidupan, ada yang tahu tapi pemikiran naïf dan ada juga memanfaatkan lingkungan tersebut untuk kepentingan pribadi. Makanya penting penyadaran yang membuat manusia merasa bahwa peletarian lingkungan yang baik adalah salah satu kebutuhan pokok.

Bila kita melihat di lingkungan sekolah pelestarian lingkungan sekolah pun masih banyak yang belum maksimal. Lihatlah siswa dan mahasiswa masih banyak membuang sampah sembarangan dan merusak lingkungan sekolah. Ada bebarapa analisis mengapa disekolah anak membuang sampah sembarangan bisa terjadi karena minimnya sarana pembuangan sampah sehingga membuat kesadaran itu tidak tumbuh, kemungkinan kurangnya sosialisasi pelestarian dan lingkungan dan mungkin tidak di berdayakan proses belajar mengajar untuk pengetahuan pelestaraian lingkungan.  

 Melihat di lingkungan masyarakat umum pelestarian lingkungan belum juga maksimal. Masyarakat masih banyak belum sadar dan peduli terhadap apa yang telah di perbuat untuk kerusakan lingkungan. Kesadaran ini tidak tumbuh karana kurangnya penyuluhan dan pelatihan pengolahan sampah yang baik. Masyarkat tidak mendapatkan pendidikan untuk pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Kepedulian tidak tumbuh karena kurangnya sarana pembuangan sampah kalau kita lihat di kota Medan, sarana pembuangan sampah sangat kurang membuat masyarakat tidak mendapatkan akses untuk pembuangan sehingga membuang samapah begitu saja.

Masalah diatas adalah masalah sadar dan kepedulian masyarakat yang tidak tumbuh maka perlu dilakukan pembinaan dan pendidikan secara menyuluruh mulai masyarkat sekolah dan masyarakat umum. Sikap dan perilaku manusia terhadap kepedulian terhadap pelestarian lingkungan bisa di tumbuhkan melalui pendidikan dan pelatihan yang terus-menerus.

Solusi yang Ditawarkan

            Masyarakat harus mengingat bahwa pelestarian lingkungan merupakan proses berkesinambungan seumur hidup yang di mulai dari usia dini sampai usia tua. Disekolah perlu dilakukan pendidikan lingkungan yang menumbuhkan pengetahuan mulai TK sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan sampai perguruan Tinggi, sehingga ada proses penumbuhan kepedulian dan kesadaran dalam pelestarian.

Dalam proses tersebut ditumbuhkan pengetahuan, sikap dan partisipasi. Tidak lain hal dengan masyarakat umum tetap dilakukan pendidikan lingkungan untuk menumbuh pengetahuan, sikap dan partisipasi.

Menurut Hines, Peduli lingkungan hidup dapat dikembangkan melalui beberapa asperk terbentuknya perilaku manusia yaitu pengetahuan (knowledge), sikap (Attitude), dan partisipasi ( Partice). Dalam Knowledge atau pengetahuan lingkungan adalah upaya untuk membekali individu atau kelompok masyarakat dengan pengetahuan dasar mengenai totalitas lingkungan, permasalahan serta peranan dan tanggung jawab manusia.

Attitude atau sikap adalah upaya mendorong individu dan kelompok masyarakat agar memiliki nilai-nilai sosial, kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan serta motivasi untuk berpartisipasi aktif dalam perlindungan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup, sedangkan partisipasi adalah upaya mengembangkan rasa tanggung jawab pada inidividu dan kelompok masyarakat serta memberi peluang agar dapat terlibat secara aktif memecahkan masalah berbagai permasalahan lingkungan ( Djajadningrat, 1994)

           

Dalam tulisan ini solusinya adalah solusi yang strategis melalui penyadaran dan pendidikan. Dari faktor penyebab kerusakan yang terjadi dimana manusia adalah faktor terbesar penyebab terjadinya kerusakan lingkungan. Langkah solusi strategis ini menunjang keselamatan kita bersama. Jangan ditanya kenapa lingkungan kita panas, gersang, kerdil dal lain tapi tanya apa sudah kita lakuka dalam pelestarian Lingkungan.

Program pengabdian masyarakat yang di targetka mengatasi masalah

            Dalam menghadapi masalah yang dilakukan bagaimana seluruh masyarakat dapat sadar dan peduli terhadap pelestarian lingkungan. Masyarakatlah yang menentukan masa depan lingkungan kita kedepan. Dalam penyelenggaraan sadar dan peduli terhadap lingkungan di sekolah di targetkan seluruh masyarakat sekolah untuk bisa sadar dan peduli terhadap pelestarian lingkungan.

Dunia pendidikan merupakan suatu alat yang bisa menunjang target yang di buat melalui proses belajar mengajar dan dan pengadaan buku serta alat peraga untuk pelestarian lingkungan.