Demokrasi di Indonesia akhir-akhir ini menghadapi ujian yang cukup berat. Hal ini tampak dari permainan isu identitas agama tertentu yang marak digunakan dalam politik, khususnya untuk meraih dukungan dalam masa menjelang pemilihan umum. 

Permainan politik identitas ini sangat tampak sekali dalam simbol-simbol agama tertentu yang secara terang-terangan digunakan dalam kampanye atau kegiatan politik. Hal ini tentu saja bisa menjadi ancaman bagi demokrasi Indonesia. 

Demokrasi yang bertujuan untuk melibatkan rakyat dalam menjalankan negaranya demi kebaikan bersama bisa berbalik menjadi pedang yang bermata dua, yang menciptakan perpecahan di tengah masyarakat, antara kelompok satu dengan kelompok yang lain. Maka sangat jelas bahwa politik identitas adalah ancaman bagi pelaksanaan Kedaulatan Rakyat dan tujuan dari demokrasi yang ingin menyejahterakan semua rakyat dalam semua golongan.

Menanggapi maraknya politik identitas ini, menurut saya, penting bagi kita untuk kembali ke akar permasalahan dalam demokrasi selama ini, yaitu mengenai pemahaman masyarakat terkait makna Kedaulatan Rakyat dan demokrasi itu sendiri. Seringkali orang menganggap bahwa demokrasi atau Kedaulatan Rakyat adalah kekuasaan yang berada di tangan rakyat. 

Hal ini memang benar adanya. Namun, yang menjadi persoalan adalah pengertian ini kemudian ditafsirkan menjadi setiap orang bebas untuk melakukan apa saja atas nama Kedaulatan Rakyat ini. Inilah yang bisa salah dimengerti. 

Kedaulatan Rakyat berarti rakyat bebas untuk menentukan nasib negaranya sendiri, namun hal itu harus dilaksanakan demi kepentingan bersama dan bukan atas dasar ambisi kelompok tertentu atau individu tertentu saja. 

Apabila yang terjadi adalah kekuasaan untuk kepentingan kelompok tertentu saja, maka hal inilah yang bisa memicu konflik dalam masyarakat bahwa akhirnya tujuan dari pergerakan-pergerakan bukan lagi kepentingan umum, namun ambisi kekuasaan kelompok tertentu saja.

Mohammad Hatta, dalam karyanya Demokrasi Kita, pernah menulis bahwa rakyat harus diberi pendidikan politik agar rakyat mengerti sungguh mengenai makna Kedaulatan Rakyat, sehingga Kedaulatan Rakyat ini tidak disalah tafsirkan dengan makna setiap orang bisa bergerak sendiri-sendiri atas nama Kedaulatan Rakyat, namun sesungguhnya pergerakan itu hanya karena emosi sesaat saja atau demi ambisi kelompok tertentu saja. 

Pendidikan inilah yang menurut saya belum ada kita terapkan saat ini. Menurut saya, perlu dilaksanakan pendidikan politik bagi rakyat agar memahami sungguh makna Kedaulatan Rakyat sebegaimana yang di usulkan oleh Hatta ini. 

Hatta memang menekankan bahwa pendidikan politik dilaksanakan oleh partai politik dan pemerintah. Namun, hingga saat ini kita belum bisa melihat secara tampak dan konkret adanya upaya dari partai politik dan pemerintah untuk memberi pengertian mengenai makna Kedaulatan Rakyat atau makna demokrasi bagi rakyat. 

Mungkin yang ada hanya sekedar himbauan dan sosialisasi yang juga tidak menjelaskan secara rinci mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara dan bagaimana peran rakyat dalam demokrasi. Bahkan partai politik yang seharusnya memberi teladan bagi rakyat dalam berpolitik dan menjadi perpanjangan lidah rakyat dalam menyampaikan aspirasinya, justru sering jatuh dalam ambisi kekuasaan dan melupakan tujuan utama dari Kedaulatan Rakyat ini.

Pendidikan politik ini bisa dilakukan oleh pemerintah dengan cara berdialog dengan masyarakat melalui perangkat daerah hingga desa dengan cara bersosialisasi dengan rakyat, atau bila perlu, menurut saya, sudah saatnya pemerintah bisa memasukannya dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah agar sejak dini rakyat sudah diberi pemahaman yang benar terkait politik dan kehidupan bernegara, khususnya mengenai makna Kedaulatan Rakyat. 

Apabila rakyat sejak dini sudah diberi pengertian dan pengetahuan yang baik, maka kelak rakyat yang tergabung dalam partai politik juga merupakan rakyat yang sudah paham betul mengenai perannya dalam partai politik. 

Sehingga keberadaan partai politik bisa sunguh-sungguh menjadi wadah bagi rakyat untuk terlibat dalam kehidupan bernegara, khususnya menjadi perpanjangan lidah rakyat untuk memperjuangkan hak-hak dan aspirasi-aspirasi rakyat demi terciptanya kebaikan bersama dan kesejahteraan bersama. 

Selain itu, apabila rakyat sudah sungguh-sungguh paham akan makna Kedaualatn Rakyat ini, harapannya bisa menghapus kepentingan-kepentingan kelompok tertentu agar tidak adalagi permainan identitas tertentu saja dalam politik, namun yang ada hanyalah identitas rakyat secara keseluruhan.