Berbicara masalah pendidikan di Indonesia, hal satu ini memuat banyak kasus yang mampu diuraikan. Salah satunya ialah kualitas pendidikan yang nyata tampak di depan mata. Karena masih banyak ketidakmerataan kualitas dan fasilitas pendidikan di Indonesia. 

Pada tahun 2021, Indonesia berada pada peringkat ke 55 dari 73 negara yang ada di dunia dengan 3 aspek penilaian yaitu sistem pendidikan, kualitas pendidikan, dan jumlah mahasiswa asing yang berminat berkuliah di Indonesia . Angka ini merupakan sebuah peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Namun nyatanya, angka tersebut masih menunjukan ketertinggalan dari negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Padahal, di Indonesia anggaran yang disediakan negara dari APBN untuk pendidikan berjumlah 20% atau sekitar 444 triliun rupiah. Tapi pada kenyataannya, hal ini masih belum cukup untuk menjadikan pendidikan di Indonesia maju hingga sekarang ini. 

Hal ini tentu disebabkan oleh beberapa faktor yang masih menghantui pendidikan kita. Beberapa faktor yang sering kita jumpai dan perbincangkan di antaranya ialah sistem pendidikan, kualitas sarana prasarana pendidikan, tenaga pendidik, serta para anak didik itu sendiri.

Hal ini mengharuskan kita semua untuk bertahap memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu hal yang bisa kita benahi sebagai langkah awal ialah para tenaga pendidik atau guru, yang merupakan fasilitator dalam pembelajaran. 

Dimana peran guru begitu besar dan sebagai penentu keberlangsungan kegiatan pembelajaran. Maka nantinya dengan terciptanya banyak guru yang profesional, akan turut mendorong pembangunan mental dan kemampuan siswa yang lebih berkualitas.

UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mendefinisikan bahwa guru sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Maka untuk merealisasikan hal tersebut, pemberian bekal yang mumpuni harus didapatkan oleh setiap guru di Indonesia

Menjadi guru profesional merupakan sebuah tantangan dan juga tanggung jawab yang dijalani oleh seluruh guru dan calon guru sebagai salah satu bukti pengabdian dan dedikasi untuk mencerdaskan anak bangsa. 

Para guru juga harus mampu mengelola kelas mereka masing-masing dan menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang sebaik mungkin agar mampu membangun karakter siswa yang unggul.

Beberapa hal yang perlu ditanamkan oleh guru dalam mendidik siswa adalah dengan mengubah cara dan pola pikir dari hari-hari dan pengalaman sebelumnya. 

Namun hal tersebut belum sepenuhnya terealisasi. Melihat fakta di lapangan serta pengalaman yang telah dirasakan. Dimana, tidak semua guru mampu membentuk kepribadian yang seharusnya mereka terapkan dalam pembelajaran.

Karena salah satu masalah dari sistem pendidikan di Indonesia ialah adanya sistem pendidikan masal yang mana diterapkan standar penilaian yang sama untuk seluruh siswa, juga mengedepankan nilai yang tinggi untuk menjadi salah satu acuan keberhasilan seorang murid. 

Hal ini mengakibatkan terlupanya proses yang nyatanya penting dalam pembelajaran. Sistem ini juga menyamakan kemampuan siswa dengan memberi seluruh siswa mata pelajaran dan tugas yang belum tentu sesuai minat dan bakat yang mereka miliki.

Sistem seperti dapat memicu hilangnya jati diri atau kemampuan alamiah yang sebenarnya ada dalam diri siswa yang bisa saja ada di luar pembelajaran formal. 

Maka dari itu, para guru harus dibekali ilmu pengetahuan dan pengalaman yang kuat untuk mampu melihat dan memberikan perhatian yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Hal ini dapat direalisasikan dengan menyelenggarakan pendidikan yang baik dan kompeten bagi para calon guru.

Selain itu ada hal yang tak kalah penting yaitu tentang kesejahteraan para guru. Karena dalam beberapa kasus, profesionalitas guru tidak maksimal karena ketidakseimbangan pendapatan dan tugas yang dibebankan.

Kesejahteraan guru perlu ditingkatkan juga agar para generasi muda tak enggan untuk mengabdikan dirinya sebagai seorang guru dengan alasan kesejahteraan para guru yang tidak sebanding dengan apa yang telah mereka abdikan.

Namun, terlepas dari semua itu, faktor internal yaitu niat dari dalam diri guru itu sendiri juga harus diperbaiki oleh hati nurani masing-masing bahwa mengabdi menjadi seorang guru harus bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membangun insan yang mampu berguna bagi nusa maupun bangsa.

Sehingga niat yang ada dalam hati para guru tidak disalahkan dengan pengharapan terhadap apa yang akan mereka dapat. 

Jadi, sebelum kita menginginkan kemajuan pendidikan yang baik bagi Indonesia, kita harus mampu membangun kualitas dan kredibilitas guru dengan membangun profesionalitas para guru.

Pemerintah dapat mewajibkan para guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru agar calon guru memiliki pandangan yang lebih luas dalam mengelola kelas mereka nantinya. Sehingga, para guru tidak hanya berpegangan terhadap pembelajaran teoritis, namun mampu menanamkan nilai moral kepada para siswa.

Dengan hal tersebut kita akan mampu membentuk guru yang sanggup membangun karakter siswa menjadi generasi yang memiliki rasa keingintahuan besar, keberanian yang kuat, memiliki kemauan belajar yang tinggi, selalu rendah hati, dan menjadi akar-akar kemajuan bangsa ini.