Arsiparis
2 tahun lalu · 323 view · 27 sec baca · Puisi 71736.jpg

Pendekar Silat Kata

Masih kusimpan wajahmu
saat kau berjanji di podium
membela kami dan melayani kami
aku ikut berteriak horeee....
seperti wajah wajah lugu yang berkeriput dimakan waktu

mereka berharap kepadamu
karena mereka menyadari tidak kuasa lagi
ringkih
hidup yang penuh silat lidah
mereka tak sanggup berpartisipasi

kini kau lupa janji itu
uang lebih menggodamu
daripada tatapan penuh harap pemilihmu
kau lebih senang kawin lagi
karena bagimu dua istri lebih berharga diri
daripada sekedar memenuhi janji

aku yang berteriak horeee...
siang itu
hanya sanggup melihatmu
di layar televisi
kini kau sedang bersilat lidah
seperti biasa; soal tuduhan korupsi

kau bukan wakil kami
tapi kau adalah pendekar silat kata
yang tetap jumawa
meski sudah tidak punya muka

Artikel Terkait