Manusia adalah makhluk hidup yang paling sempurna dibandingkan makhluk hidup lainnya. Tidak sedikit perdebatan dan perbedaan dalam proses penciptaan manusia itu sendiri. 

Secara biologis modern dan pemahaman umum proses terjadinya manusia melewati tiga fase. Yaitu fase zigot sejak pembuahan hingga akhir minggu ke-2.

Dilanjutkan dengan fase embrio akhir minggu ke-2 hingga akhir bulan ke 2. Dan fase janin yaitu akhir bulan ke-2 hingga waktu kelahiran. 

Penciptaan manusia ini memiliki pandangan perspektif yang berbeda. Seperti dari segi agama dan teori ilmuwan. 

Seperti yang kita tahu, telah banyak ilmuwan yang memaparkan tentang proses penciptaan manusia. Namun teori yang fenomenal adalah dari seorang naturalis, yaitu Charles Darwin. 

Dalam bukunya yang berjudul On the Origin of Spesies pada tahun 1859, Darwin memaparan tentang teori evolusi. Akan tetapi teori evolusi ini telah ada sejak zaman Yunani kuno. 

Lebih tepatnya oleh Thales dan Anaximander yang telah membicarakan biota laut. Serta asal mula kehidupan. 

Kemudian juga oleh Phytagoras, Xanthus dan Empedocle juga membicarakan isu yang sama.  Yaitu proses terjadinya penciptaan manusia. 

Jika didefinisikan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), evolusi sendiri memiliki arti pertumbuhan dan pekembangan. Konotasinya sama dengan pengertian dari Darwin. 

Buku yang di tulis Darwin berisi tentang kumpulan runtutan perjalanan yang mencatat perjalanan panjang jutaan tahun lamanya. Perubahan tersebut terjadi dikarenakan adanya seleksi alam.

Maksudnya adalah, makhluk hidup berubah dikarenakan harus beradaptasi dengan lingkungan yang juga berubah seiring berjalannya waktu. 

Teori Darwin yang beredar adalah jika manusia tercipta dari kera lalu berevolusi menjadi manusia seperti sekarang. Akan tetapi pernyataan itu tidak dapat dibenarkan.

Menurut dosen biologi Fakultas Ilmu Pendidikan, Chandra Adi Prabowo, S.Pd., M.Pd Universitas Tribhuwana Tungghadewi, 

Mengatakan bahwa yang dimaksudkan ialah manusia dan kera sama-sama termasuk dalam kingdom anamalia. serta kita juga termasuk class mamalia yaitu hewan menyusi dan ordo primata

Sehingga manusia memang memiliki persaan dengan kera. Namun, manusia bukan berasal dari kera. 

Darwin mengungkapkan bahwa  manusia berasal dari hasil evulasi makhluk hidup yang sangat sederhana (satu sel organisme). pada awal kehidupannya. 

Kemudian secara perlahan melewati proses perubahan, adaptsi, modifikasi dan berakhir dengan menjadi berbagai spesies baru seperti manusia. 

Proses perubahan tersebut dibuktikan oleh Darwin dengan penemuan fosil-fosil makhluk hidup yang ditemukan di berbagai lokasi permukaan bumi. 

Ia juga berhipotesis jika manusia dan hewan berasal dari keturunan yang sama, namun berubah seiring dengan seleksi alam yang terjadi. 

Fosil-fosil yang ditemukan kemudian dirangkai sehingga terlihat kera menyerupai manusia dan sebaliknya, dan terkesan terjadi proses perubahan bentuk organ kera menjadi manusia. 

Teori Darwin sejak pertama kali di kemukakan ke publik hingga saat ini masih menjadi perdebatan dan ditentang oleh banyak ilmuwan. Terutama para aktor agama yang kontra tentang teori tersebut.

Akan tetapi seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, terbukti teori evolusi tersebut hampir semuanya dapat di benarkan dalam persepektif ilmiah. 

Ditambah dengan ilmu genetika yang menegaskan teori Darwin tersebut. Seperti yang di paparkan sebelumnya, teori Darwin di tentang oleh pakar agama seperti Islam. 

Karena dalamAl-qur'an telah di jelaskan dengan detail proses penciptaan manusia. Jika ditinjau dari sisi Al-qur’an, di dalamnya di jelaskan tentang asal mula manusia  terdiri dari berbagai jenis.

Seperti dari tanah liat, tembikar, saripati tanah, saripati air yang hina, air yang tertumpah dan mani yang terpancar. Namun dapat disimpulkan bahwa manusia diciptakan dari dua benda, padat dan cair. 

Benda padat berbentuk tanah (turab), tanah yang sudah mengandung air (thin), tanah liat (hama’), dan tembikar (shalshal). sementara benda cair adalah berbentuk air mani. 

Dalam Q.S Al-Mu’minun  ayat 12-14 terdapat satu tahapan proses penciptaan manusia lebih jauh yang di sebut ‘alaqah.

Terjemahan surat tersebut berbunyi “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah

Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim)Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat,

lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. 

Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik” 

Jelas bagaimana proses penciptaan manusia yang dimulai dari tahap sulalah (saripati makana). Kemudian nutfah (sperma) berlanjut dengan proses konsepsi (pembuahan). 

Dan menuju ke dalam rahim untuk menjadi embrio. Setelah itu tumbuh berkembang membentuk ‘alaqah dan menjadih mudhghah, ‘izaman. 

Yaitu mulai tumbuhnya tulang belulang dan terakhir dibungkus dengan daging. Setelah proses tersebut kemudian terbentuklah manusia yang utuh.

Lalu Allah SWT akan meniupkan nafakha (ruh) dan menjadi makhluk yang Khalqan Akhar (unik). Disebut makhluk unik karena manusia memiliki akal psikis  tidak di miliki mahkluk lain. 

Dijelaskan pula dalam Surat al-Hajj ayat 5, yang diterjemahkan dan berbunyi Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah,

 kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu; 

dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, 

kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), 

sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, 

hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah. 

Ayat tersebut memaparkan bahwa manusia di ciptakan oleh Allah SWT dari tanah menjadi zigot serta berkembang menjadi janin. Dan manusia lahir menjadi kanak-kanak hingga dewasa.

Adapula yang diberi umur panjang ataupun meninggal pada umur yang telah di takdirkan. Dua perbedaan atas penciptaan manusia di atas adalah hal yang sampai saat ini masih di perdebatkan. 

Namun, keduanya memiliki bukti yang memang bisa di benarkan. Kembali kepada diri sendiri dapat memilih untuk ikut menyetujui salah satu teori tersebut, atau  mempunyai pemahaman sendiri.

kesimpulannya jika sebuah rancangan kompleks dari satu sel dapat menjadi manusia adalah sebuah penciptaan yang cerdas. Yaitu Tuhanlah yang menciptakan atas makhluk-makhluknya.