Sedari dahulu kita masih menelanjang diri ini di alam-alam liar yang tidak diketahui asal muasal maupun batas-batasnya. Selain kebutuhan pangan yang menjadi penggerak keterbutuhan kita. Makna, pengartian keberadaan adalah hal yang mampu membuat manusia menjadi maju dan berkembang baik dari segi manapun.

Kasus yang saya tampilkan mungkin dianggap sebagai memperlebih-lebihkan makna manusia itu sendiri, mungkin ada yang menanggapi dengan bahwa saya terlalu memanjakan imajinasi saya hingga dapat memiliki pikiran seperti itu. Tetapi tidak, setiap manusia menurut saya, baik dari manapun keadaannya, dari manapun kalangan ia berasal mempunyai makna dalam benak masing-masing. Makna tempat posisinya berdiri maupun pencarian itu sendiri.

Mengesampingkan apa yang disabdakan kitab-kitab manapun tanpa bermaksud apapun. Saya mengambil pandangan dari ranah keilmuan yang empiris dan lain sebagainya karena mau tidak mau dan sadar serta tidak sadar kemajuan kita di titik ini hingga memiliki dunia seperti ini karena kepercayaan serta kemampuan untuk mengembangkan pemikiran sampai titik itu. Dan seperti kata Einstein sendiri, pencarian mengenai rahasia kosmos ilahi adalah hal yang paling bisa mendorong manusia sejauh apapun.

Di kala masih kita beradu-padu tercaur-baru di antah berantah tanah purba, kita yang masih seperti hewan lainnya karena hanya berkubutuhan mencari makan saja. Berkembang kemampuan dan menelurkan kemampuan untuk membuat budaya atau berbudaya.

Dan hasil itu jikalau menurut Marx sendiri, sang filsuf yang raksasa namanya di abad modern mengatakan adalah karena kemampuan kita membuat peralatan sehingga dari sana kita akan memunculkan kemampuan lain dan kemudian lainnya sehingga menimbulkan sebuah budaya yang memberikan makna terhadap diri mereka dan kemudian mampu menguasai daerah lain karena memiliki identitas diri.

Bukan secara langsung menanggapi pernyataan Marx dengan persetujuan untuk patuh terhadap pandangannya tersebut selamanya. Tetapi apa yang dilihat Marx tersebut telah berhasil memunculkan sebuah kekuatan baru yang dapat mengubah tatanan dunia ini. Karena pendalaman Marx tersebut mengenai arti-arti kehidupan di sekitarnya, dan pandangan serta analisisnya yang mendalam dia mengambil sebuah langkah untuk memilih agar pandangannya tersebut disebarkan ke yang lain.

Agar yang lain tahu dan dapat mengerti apabila ada hal lain selain apa yang sedang mereka rasa, bahwa sebagai manusia mereka memiliki kemampuan untuk melakukan hal berlebih. Bisa dibaca lebih lagi di tulisan saya mengenai pengaruh Marx.

Sebagai bandingan agar orang tidak melihat saya sebagai marxis, karena saya hanya mengambil pandangannya tersebut yang telah menjadi senjata untuk melawan kaum kapitalis. Jika sekarang ditilik lagi dengan jurnal-jurnal serta tulisan para ilmuwan saat ini. Mungkin pandangan Marx telah dapat dipatahkan. Tetapi tidak apa-apa karena saat itu mungkin pandangan Marx tidak dapat terbantahkan dan baru saat ini. Dan dapat dilihat jika karena adanya pandangan-pandangan baru itu, kita mengembangkan diri.

Kalian tahu Pram? Pramoedya Ananta Toer itu sering kali merenung di tepi kali lusi dekat rumahnya hanya untuk memberikan sumbangan sebuah pemikiran terhadap dunianya. Bahwa dia melihat ada sebuah kesalahan dalam pengartian makna seorang manusia yang ia rasa dapat merusak tatanan baik batin dan raga untuk kedepannya. Dan lihat sajalah karya-karyanya yang menusuk sisi humanisme manusia tergelap yang mendorong kita untuk bergerak membenahi.

Seperti kata Plato, filsuf dari jaman kuno yang sampai sekarang tetap dihormati dan menjadi panutan itu mengatakan “Tugas paling mendasar dari jiwa manusia adalah untuk mengejar pengetahuan.” Bukan berarti saya mendorong kalian para pembaca untuk menjadi seorang filsuf dan lain sebagainya. Karena berat sekali memegang nama sebagai filsuf.

Socrates yang begitu memegang teguh pendirian akan kebenaran yang ia percayai, mau meminum racun dari dakwaan hukuman mati konyol. Dia rela mengorbankan dirinya, karena dia berani memegang kebenaran. Dan melandaskan diri padanya.

Tetapi untuk memaknai kehidupan anda-anda masing-masing sehingga apa yang kalian lakukan dan lain sebagainya saat ini tidak memiliki nilai yang kalian panggakan dan menjadi patokan. Bahwasanya ketahuilah karena pemahaman makna-makna itu kita dapat berkembang terus sampai sekarang tanpa mengalami kepunahan sebagai spesies.

Karena berusaha bertahan hidup dengan mengembangkan alat-alat dan kemampuan. Dan hal itu berasal dari kemampuan pandangan kita memandang hal lain, lalu kita tafsirkan baik dengan karya alat maupun tulisan.

Dan dengan begitu kemajuan teknologi kita dapat sejalan denga kemajuan pemaknaan hakikat manusia itu sendiri. Dengan begitu masa depan yang cerah dan membanggakan. Karena jika menilik entah seperti apa mungkin karena melihat dari permukaannya saja, Jika kita terpatok terhadap kehidupan lingkungan yang menekan dan membatasi agar kita tidak melakukan ini dan itu. Maka berbuatlah apa yang kamu nilai sebagai makna kehidupanmu, karena dengan begitu kamu akan sering berpikir sebelum bertindak.