Dalam debat cawapres, serial debat ketiga setelah gabungan, kemudian capres, dan sekarang cawapres, KH Ma’ruf Amin sudah mempertontonkan dirinya dengan utuh. 

Ma’ruf Amin, cawapres nomor urut 01, memperlihatkan kebolehannya mengenai kesejahteraan rakyat melalui pengalamannya mengurus umat. Tidak disangka-sangka, ia menjadi sosok yang benar-benar mempertontonkan penampilan yang sangat mengejutkan, mencengangkan, dan membuat kita semua melongo.

Pemaparan visi yang dimiliki oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, secara garis besar, adalah Indonesia Maju. Dalam Indonesia Maju, kuncinya ada di manusia, manusia Indonesia.

Bagaimana syarat manusia Indonesia yang maju? "Indonesia yang sehat. Sehat lahir dan bathi," kata Ma'ruf Amin.

Sehat lahir artinya mendapatkan asupan fisik yang cukup, baik dari makanan dan kesehatan. Sehat batin artinya mendapatkan asupan pendidikan dan akhlak yang baik dari sekolah-sekolah.

Jokowi-JK kemarin ini sudah melakukan banyak hal. Banyak hal yang sudah dikerjakan demi manusia yang sehat secara lahir dan batin. 

Tetapi kerja belum selesai. Kerja itu harus dilanjutkan dalam apa yang disampaikan oleh KMA. Bersama Jokowi-KMA, ikhtiar kebangsaan itu akan dilanjutkan, dilanjutkan untuk periode pertama KMA, dan periode sekali lagi Joko Widodo.

Beasiswa menjadi sebuah bagian integral yang akan dicanangkan oleh Jokowi-Ma’ruf Amin. Beasiswa dengan dana besar akan dialokasikan bahkan ditingkatkan sampai kuliah. Ini menjadi janji Jokowi dan KMA. Dengan setiap kesulitan dan tantangan yang ada, jika ada pengelolaan yang benar, di sana pasti ada jalan.

Kartu Indonesia Pintar alias KIP menjadi sebuah janji yang sudah terealisasi di periode pertama. Di periode berikutnya akan dikembangkan dengan baik, sampai kuliah. Kenapa harus sampai kuliah? Karena tantangan zaman ini menuntut hal demikian.

Ma’ruf Amin mengatakan, “La takhaf wa la tahzan. Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati. Karena negara hari ini sudah hadir dan akan terus hadir untuk membantu kalian." Ini menjadi sebuah hal yang menghibur.

Menghibur orang-orang kecil, menghibur dan memberikan mimpi, memberi mimpi kepada orang kecil, bukan hal yang mudah. Insya Allah, di atas kehendak-Nya yang kekal atas Indonesia, Jokowi-KMA bisa menjalankan dan memenuhi hal itu.

Ada 3 poin penting yang diutarakan KMA. Apa saja itu? Mari kita simak perlahan-lahan.

Pertama, Indonesia maju, yang penting manusianya. Manusianya yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia. Indonesia maju mulai dari manusianya. Pembangunan infrastruktur selesai, lanjut pembangunan manusia.

Membangun manusia adalah tugas dari kita bersama-sama. Di dalam pengenalan akan kemanusiaan yang baik, agama yang baik, dan pendidikan yang benar, di atas kehendak Tuhan, kita akan maju bersama-sama. Manusia yang utuh. Manusia yang sepenuhnya.

Kedua, la takhaf wa la tahzan. Jangan takut dan jangan sedih. Serahkan kekhawatiranmu kepada Tuhan. Negara akan dipakai untuk membantu kalian. Kehadiran negara itu adalah untuk menjalankan sila pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima.

Negara hadir menjamin kebebasan beragama dan berketuhanan. Negara hadir untuk membangun manusia yang beradab. Negara hadir sebagai kesatuan yang utuh dan tidak terpisah, meski berbeda-beda.

Negara hadir untuk menjalankan prinsip kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Negara harus menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketiga, orang tua tidak perlu khawatir akan masa depan anaknya. Untuk anak-anakku, janganlah takut untuk bermimpi. Kalian tidak boleh berhenti bercita-cita. "Gantunglah cita-citamu setinggi langit. Jika kamu jatuh, kamu jatuh di antara bintang-bintang." Begitulah kalimat emas yang diucapkan oleh Soekarno, dan diejawantahkan oleh Ma’ruf Amin dalam debatnya.

Dalam debat ini, dia benar-benar tidak terduga. Saya pribadi tidak menyangka bahwa Ma’ruf Amin melakukan penampilan yang terbaik selama debat dan selama saya mengenalnya melalui media.

Saat ini kita tahu bahwa sosok KMA ini dianggap sosok yang kurang penting dan kurang bisa menarik hati para milennial, seperti Jokowi dan Sandiaga Uno. Sekarang KMA sebagai sosok paling tua justru mempertontonkan sebuah pengetahuan yang tidak terpikir sama sekali.

Orang ini hadir untuk membantu Presiden Joko Widodo menjalankan roda pemerintahan. Sosok KMA ini menjadi sosok yang benar-benar melihat bahwa kepentingan rakyat dan kepentingan umat adalah yang paling terutama. Bangsa Indonesia akan memasuki era baru demokrasi, di mana suara rakyat adalah suara negara. Suara rakyat adalah suara ketuhanan. Vox populi vox Dei.

Selamat datang, Pak KMA. Anda berhasil menggugah saya. Anda berhasil memberikan penampilan terbaik Anda. Selama saya kenal Ma’ruf Amin, saya melihat bagaimana sekarang ini justru menjadi sebuah penampilan yang mencengangkan. Suwun.

Salut kepada KMA yang berhasil keluar dari bayang-bayang dan posisi politik yang kurang berpengaruh. Dengan penampilan KMA, setidaknya dia memperlihatkan potensi yang terpendam. Selamat datang di dunia politik. Berdebatlah, berdebatlah dengan baik!

Semoga Indonesia bisa dipimpin oleh sosok yang terbaik. Mengenal kebutuhan rakyatnya. Menjawab permasalahan inti, yakni kekhawatiran akan hari esok, yang dijamin oleh negara.