Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (UKM KMPLHK RANITA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai organisasi mahasiswa ambil peran dalam membantu korban terdampak akibat Erupsi Gunung Agung,Bali. Sebanyak dua orang anggota KMPHK RANITA telah didelegasikan sejak 02 Desember 2017 yakni Tika “Mabel” Nurlita dan Mujahidin”Lukindo”. Jumlah pengungsi akibat bencana tersebut mencapai 7216 jiwa,meliputi 3.614 laki-laki, 3.582 perempuan, 564 bayi dan balita, 651 lansia dan 23 jiwa yang mengalami keterbatasan fisik ataupun mental.

Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 07 Desember 2017 yakni dengan mengunjungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi(PVMBG). Menurut  Pak Yani selaku pihak PVMBG bahwa status Gunung Agung masih menunjukan aktivitas yang masih tinggi baik dilihat dari visual, pengukuran gas SO2 (secara kimia), deformasi, maupun melalui pencitraan satelit. Hal ini dilakukan oleh pihak PVMBG terkait dengan aktivitas Gunung Agung berdasarkan 5 komponen pengamatan yaitu pengamatan visual, seismik, deformasi, kimia, dan pencitraan satelit.

Pergerakan selanjutnya dilakukan tim relawan(8/12) yakni dengan berkoordinasi dengan Kepala Desa Bungaya yaitu Bapak I Komang Swardhana berlokasi di Kantor Kepala Desa Bungaya terpatnya pada koordinat 08°27’33,6” LS dan 115°34’47,1” BT. Tim relawan berkoordinasi terkait penyaluran bantuan yang akan diberikan ke salah satu lokasi pengungsian di desa Bungaya yaitu Dusun Banjar Subagan. Berdasarkan assessment yang telah dilakukan di pengungsian ini, pihak desa memberikan keleluasaan untuk relawan terkait dengan penyaluran bantuan, Namun ada catatan yakni pentingnya koordinasi antara penyalur, desa, dan koordinator posko. Hal ini dilakukan agar segala bentuk bantuan dapat disalurkan dan terdistribusi secara merata oleh koordinator posko sesuai dengan jumlah pengungsi.

Pada tanggal 09 Desember 2017 tim relawan memberikan dua buah tangki air ke pos pengungsian yang berlokasi di Rendang melalui ketua pos pengungsian, bapak Wayan Sudiantara. Hari ini (10/12) adalah memasuki hari ke sembilan tim relawan UKM KMPLHK RANITA UIN Jakarta untuk erupsi Gunung Agung. Setiap pagi tim relawan selalu memantau Gunung Agung dari rumah singgah tim relawan di Bali. Pergerakan tim hari ini(10/12) berfokus pada pendampingan edukasi psiko-sosial terhadap anak di pengungsian. 

Tim melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan kepala dusun yang berada di Kecamatan Rendang untuk melakukan kegiatan. Kepala dusun di UPT Pertanian Rendang menyarankan untuk mengadakan acara sekitar pukul 3 sore. Kemudian tim relawan mempersiapkan perlengkapan edukasi untuk pendampingan psiko sosial seperti gambar, origami, dan lem sebelum kegiatan dimulai. Sebelum kami berangkat menuju pengungsian Banjar Subagan yang terletak pada koordinat 08°27’32,7” LS dan 115°35’01,5” BT, tim menerima sejumlah uang donasi yang dikirimkan tim Jakarta KMPLHK RANITA) sebagai posko untuk untuk dibelanjakan keperluan logistik sehingga bantuan dapat tersalurkan.

 

Setiba tim di pos pengungsian, anak-anak sangat antusias menyambut kedatangan tim relawan. Jumlah anak yang berpartisipasi mencapai 52 anak yang berlokasi di pengungsian Banjar Subagan. Kepala dusun mengarahkan agar semua anak mengikuti kegiatan ini agar tidak ada kecemburuan sosial. Berbagai materi disampaikan oleh tim agar selalu semangat, menanamkan nasionalisme dan kreatifitas serta tidak jenuh berada di pengungsian. Materi pertama yang disampaikan oleh tim relawan adalah perihal cita-cita. 

Tujuan dari materi ini adalah agar mereka tetap memiliki semangat dalam menggapai cita-citanya walaupun dengan keadaan sulit. Tim relawan memotivasi mereka agar tetap rajin belajar demi meraih cita-cita. Materi yang kedua adalah tentang nasionalisme seperti pengetahuan tentang Negara Kepulauan Republik Indonesia, lagu kebangsaan, lambang negara, dasar negara, dan sebagainya. 

Tujuan dari materi ini adalah lebih menanamkan rasa nasionalisme didalam diri mereka. Tak lupa untuk anak-anak yang masih berusia dini, kami berikan mereka gambar dengan tempelan dari origami agar mereka tetap bisa mengikuti acara dengan baik. Tujuannya adalah menanamkan kreativitas pada anak usia dini.

Setelah diberikan beberapa materi, kami menghibur mereka dengan memberikan beberapa lagu, baik lagu yang bersifat menghibur hingga mengedukasi. Lagu yang bersifat mengedukasi adalah lagu dua mata saya yang liriknya diganti dengan “kalau ada gempa”. Lagu ini menceritakan apa yang harus dilakukan pada saat terjadinya gempa. 

Anak-anak menjadi lebih mengerti apa yang harus mereka lakukan bila terjadi gempa bumi. Lagu edukasi yang lain adalah lagu “balonku” yang liriknya diganti menjadi “negeriku rawan bencana”. Lagu ini menceritakan tentang jenis-jenis bencana yang ada di negeri ini. Namun lagu ini memberikan pesan bahwa apapun bencananya, anak-anak tidak boleh takut karena mereka sudah siap siaga dengan bencana yang akan terjadi. Di akhir kegiatan, tim relawann membagikan snack yang sudah disiapkan untuk anak-anak.

Satu pekan lebih tim relawan KMPLHK RANITA UIN Jakarta membantu korban terdampak akibat erupsi Gunung Agung, Bali. Kebutuhan mendesak di posko Rendang, Kecamatan Rendang yakni kebutuhan akan Mandi Cuci Kakus(MCK), tangki air, sumber daya manusia(tim medis, tim psiko-sosial). Sementara kebutuhan logistik untuk korban terdampak telah diback-up oleh BPBD(Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat.

Seusai pendampingan terhadap anak, tim relawan menyalurkan bantuan logistik dari tim Jakarta yang berupa teh, gula, susu kaleng, susu anak, sereal, cemilan, dan sosis. Penerima bantuan logistic langsung diterima oleh kepala dusunnya yaitu bapak Kadek Oke.