Meluasnya eskalasi serangan virus Corona telah menyudutkan dunia dalam posisi yang sangat genting. Beberapa negara bahkan sudah mengumumkan Lockdown atau yang lebih umum dikenal dengan protokol darurat. 

Lockdown merupakan tindakan darurat atau kondisi saat orang-orang untuk sementara waktu dicegah memasuki atau meninggalkan area atau bangunan yang telah ditentukan selama ancaman bahaya berlangsung.

Beberapa negara yang telah menerapkan Lockdown adalah Italia dan Denmark. Contoh dari kebijakan ini seperti meliburkan sekolah, dilarang bepergian, dan tidak boleh beraktivitas di area publik demi mencegah penyebaran virus. Sebenarnya tidak sesederhana itu. 

Kondisi ini sangat merugikan seluruh manusia dan juga negara-negara di belahan dunia ini tanpa terkecuali. Ekonomi, pendidikan, pariwisata dan hampir seluruh sektor kehidupan masyarakat menjadi korban dari keganasan Virus Corona ini. 

Sepak bola menjadi salah satu sektor yang paling dirugikan akibat serangan Virus Corona. Liga besar negara-negara Eropa bahkan harus dihentikan untuk beberapa bulan kedepan.

Imbasnya adalah banyak klub sepakbola yang merugi karena harus melangsungkan pertandingan tanpa penonton untuk mencegah penyebaran Virus Corona. 

Kondisi tersebut hampir sama dengan keadaan negara-negara yang menjadi korban Virus Corona. Beberapa negara seperti Cina, Italia, Korea Selatan dan yang terbaru adalah Indonesia mengalami kerugian yang cukup signifikan. 

Badan kesehatan Dunia yang kita kenal dengan World Health Organization (WHO) meminta kepada pemerintah Indonesia untuk mengumumkan Lockdown demi mengantisipasi penyebaran virus. 

Permintaan ini menjadi sangat kontroversial ketika Presiden Indonesia, Jokowi Dodo menolak permintaan tersebut secara halus. Keputusan pemerintah itu tentu punya alasan dan pertimbangan yang sangat matang. 

Penduduk Indonesia yang berjumlah kurang lebih 267 juta jiwa dengan segala jenis pekerjaan dan tingkat kesejahteraan akan menjadi sasaran dari keputusan Lockdown tersebut apabila di laksanakan. 

Bagi pemerintah Indonesia, mengeluarkan keputusan Lockdown tidak semudah menaikkan harga sembako. Banyak aspek yang menjadi bahan pertimbangan. 

Penyebaran Virus Corona di Indonesia memang sedikit mengagetkan masyarakat awam. 

Setelah beberapa bulan dinyatakan aman, Indonesia justru kecolongan dari seorang warga negara Jepang yang berdansa dengan warga Indonesia. Setelah berita itu merebak, kepanikan langsung melanda seluruh elemen masyarakat Indonesia. 

Bertambahnya kasus infeksi Corona semakin memperburuk keadaan. Belum lagi dengan banyaknya informasi hoaks yang beredar seputar serangan Virus Corona di Indonesia, semakin membuat pemerintah terlihat kewalahan mengatasinya. 

Lantas sebagai pemuda yang baik, apa yang harus kita lakukan? Tentunya jangan sampai ikut memperburuk keadaan. 

Sebagai generasi millenial, mari sama-sama membantu pemerintah dalam menangani serangan Virus Corona ini melalui bidang kita. 

Beberapa langkah positif yang dapat kita kontribusikan untuk penangan Virus Corona yaitu,

Menyebarkan Invormasi Valid

Banyaknya informasi Hoaks yang beredar di sosial media seputar virus Corona semakin tak terbendung. Banyaknya grup-grup Whatsapp membuat orang yang tidak mengetahui kebenaran sebuah informasi yang beredar mudah untuk mempercayai dan bahkan ikut merepost ke grup Whatsapp lainnya. 

Tidak sedikit yang ikut menyebarkan informasi itu adalah mahasiswa/i yang bisa sebenarnya sudah tergolong kaum terpelajar. 

Banyaknya informasi hoaks yang beredar akan membuat masyarakat semakin panik dan tidak tenang sehingga pemerintah akan sangat kesulitan dalam proses penanganan Virus Corona. 

Untuk itu kita sebagai generasi anti hoaks harus turut serta secara pro-aktif dalam menyaring informasi yang beredar, kemudian menyebarkan informasi yang sudah valid dan dari sumber yang terpercaya.

Menyuluhkan Pola Hidup Sehat Kemasyarakat

Salah satu faktor cepatnya Virus Corona menyebar adalah sistem imun yang lemah, memiliki penyakit dalam dan pola hidup  yang tidak sehat. Banyak masyarakat di kalangan menengah kebawah yang sepele dengan pola hidup sehat ini. 

Tidak bisa dipungkiri memang, bahwa kebiasaan yang telah membudaya menjadi penyebab utama kondisi tersebut. 

Untuk itulah kita dapat membantu menyebarkan informasi dengan pendekatan langsung kepada para masyarakat. Mengajari mereka (masyarakat) pola hidup sehat dengan protokol yang sudah ada dari Kementerian Kesehatan akan sangat membantu dalam pencegahan meluasnya serangan virus Corona. 

Masyarakat tersebut pasti akan sangat terbuka dan menerima kegiatan ini, karena mereka sekarang dalam kondisi yang sangat panik sehingga kemauan akan informasi pasti akan lebih tinggi. 

Kegiatannya dapat kita laksanakan dalam lingkup keluarga, lingkungan, dan daerah tempat kita tinggal. 

Menjaga Kesehatan Diri Sendiri

Masifnya penyebaran virus Corona ini membuat semua kelompok masyarakat memiliki potensi yang sama untuk terkena.

Corona tidak pandang bulu dalam serangannya. Karena itulah kita perlu menjaga kesehatan diri, sebelum kita menjaga kesehatan orang lain. Karena bagaimana mungkin kita membantu pemerintah dalam penanganan virus corona ini, sedangkan kita sendiri sudah terinfeksi. 

Kita justru akan menjadi beban dan menambah panjang daftar masalah yang harus di selesaikan oleh pemerintah. Kondisi terburuk, kita bisa menjadi media penyebaran virus Corona ke orang yang berinteraksi dengan kita.