Seiring berjalannya waktu, dimana teknologi sudah mengalami kemajuan yang sangat  pesat ini, banyak jugalah perilaku-perilaku yang menyimpang yang terjadi. Perilaku menyimpang yang tidak hanya terjadi dikalangan biasa, namun juga terjadi didalam kalangan elit politik.

Walaupun kebanyakan dikenal sebagai orang-orang yang berpendidikan tinggi, tetapi tidak sedikit orang yang bergelut dibidang politik melakukan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan. Mereka para pejabat elit yang berpendidikan tinggi, bermoral rendah kerap kali tersandung dengan kasus-kasus korupsi. Kasus-kasus korupsi ini bagaikan telah menggorogoti jantung ibu pertiwi.

Miris sebagai anak bangsa, dimana hati nuranimu tega melakukan perbuatan terkeji ini. Tindakan tersebut kerap kali ditemui di dalam dunia perpolitikan. Banyaknya kasus korupsi menghiasi layar kaca televisi belakangan ini menandakan bahwa di Indonesia banyak terjadi tindakan korupsi.

Memang tidak semua tindak korupsi dilakukan oleh para pejabat, tetapi kebanyakan kasus yang ditemukan dilakukan oleh pejabat-pejabat kita.

Dunia perpolitikan yang dipandang sebagai dunia elit, tidak selamanya dapat dipandang sebagai dunia yang elit, dikarenakan tindakan-tindakan yang dilakukan banyak yang menyimpang dari hukum yang sudah ditentukan. Seperti yang sudah diuraikan diatas, bahwa kasus korupsi yang dilakukan kebanyakan pelakunya adalah orang yang berasal dari kaum elit, sebagai contoh para pejabat dan pengusaha.

Korupsi adalah hantu musuh bangsa, hantu yang tidak menakutkan tetapi malah baik hati suka bermain dengan kaum elit pemilik kekuasaan dan jabatan. Banyaknya praktek korupsi yang dilakukan oleh elit politik dimungkinkan karena tidak adanya integritas seorang politisi. Sehingga, mereka tidak memegang teguh prinsip-prinsip politiknya.

Alhasil, politik hanya dipergunakan sebatas cara untuk mencapai kekuasaan dan memperkuat posisi jabatan politiknya. Tak ubahnya pasar, di mana sebuah jabatan dapat diperoleh dengan transaksi jual beli. Ada proses tawar menawar selagi ada kesempatan, dan peluang dipergunakan untuk mendapatkan keuntungan. Politik di perdagangkan.

Padahal, sesungguhnya politik merupakan sebuah jabatan yang seharusnya dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan yang memihak terhadap kepentingan rakyat, agar tercapai kondisi sosial masyarakat yang lebih baik dan berkeadilan. Maka, jelas sudah, adanya politik tidak lain untuk memberikan jawaban terhadap masalah-masalah yang diderita oleh masyarakat.

Para pejabat ataupun orang-orang yang memutuskan untuk bergelut didunia  perpolitikan seharusnya memiliki komitmen untuk tidak melakukan tindakan korupsi, dimana mereka seharusnya mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat kita. Tetapi pada kenyataannya, banyak pejabat yang justru menjadi dalang dari kebanyakan kasus yang ditemukan.

Yah begitulah politik. Politik yang seharusnya bisa membangun bangsa ini malah tanpa disadari menghancurkan bangsa ini sendiri. Politik tidaklah kejam, tapi pengendaranya yang sebagian tidak memiliki hati nurani. Sehingga politik itu tergambarkan memiliki sifat yang yang kejam.

Untuk itulah dibutuhkan para pemuda yang berkualitas untuk memberantasnya. Pemuda yang berkualitas adalah pemuda yang mampu terjun  di dunia perpolitikan dan berpolitik dengan cerdas dan berintegritas. Karena hanya dengan berpolitik cerdas dan berintegritas perbuatan keji korupsi ini bisa diberantas

Integritas sangat penting dalam dunia politik agar tercaptai sistem demokrasi bebas korupsi. Integritas merupakan syarat utama seorang politisi dalam berijtihad memerangi parsoalan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang sampai saat ini masih mewarnai dunia perpolitikan di negeri ini.

Tanpa integritas, dapat dipastikan dunia politik hanya akan dihuni oleh pemain politik yang sukanya main kucing-kucingan. Suap, gratifikasi dan korupsi kerap kali disandingkan dengan pejabat negeri ini. Serupa menu sarapan basi yang hampir setiap pagi dihidangkan oleh masyarakat di meja makan mereka.

Mulai dari abang becak, tukang ojek, penjual angkringan, nelayan, petani tak henti-hentinya membicarakan para elit politik yang tersandung kasus korupsi. Masyarakat seakan-akan marah, lantaran para elit politik mengencingi sistem dekomokrasi: dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. 

Disaat generasi muda ingin menggerakan jari-jemari menuliskan sejarah bagi negeri ini, ketika itu pula sebuah tujuan meretaskan sebuah harapan, meretaskan mimpi dalam tangisan, ketika itu pula janji dan amanah bernilai ekonomis tinggi, diantara itu tersirat sebuah harapan munculnya pemimpin sejati dari pertarungan abadi.

Semua itu adalah realita bahwa perpolitikan di Indonesia selalu dihadapkan pada kondisi-kondisi yang sangat dilematis seperti halnya mengeluarkan kebijakan yang cenderung menguntungkan disalah satu pihak saja, kemudian betapa mudahnya elit politik (politisi) terperangkap pada kecenderungan berpolitik tanpa etika yang menyebabkan munculnya praktek korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pemerintahan yang cenderung mengacu pada hukum besi oligarkis dan lain sebagainya.

Yang paling umum ialah dimana kepentingan elit politik yang secara langsung terlibat dalam setiap penyelenggaraan aktivitas politik terkesan lebih mementingkan kepentingan golongannya dan praktek politik yang kurang beretika juga semakin membudaya dimana memunculkan banyak praktek korupsi yang dilakukan oleh para pemegang amanah yang kurang bertanggung jawab.

Hal ini tentu saja akan menimbulkan adanya keapatisan yang akan berkorelasi dan mungkin akan menyebabkan dampak terburuk bagi generasi kader politik muda yaitu pesimisitas pemuda dalam berpartisipasi secara aktif dalam politik, termasuk menghambat keterlibatan pemuda dengan ideologi yang dibawanya.

Namun ingatlah kata bung Karno “ Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku gocangkan dunia”. Dari kata-kata ini diperoleh sebuah jawaban singkat dan sederhana bahwa dunia perpolitikan bukanlah sebuah permainan games yang bisa mereka mainkan sesuai dengan apa yang mereka inginkan, melainkan sebuah seni dalam masyarakat yang mampu berdiri dan berjalan indah sehingga mampu berorientasi ke arah yang lebih baik menuju indonesia lebih baik.

Kondisi ini akan semakin buruk ketika kaum pemuda belum paham mengenai bagaimana sebuah sistem demokrasi berjalan di bangsa ini dan bagaimana mereka dapat berperan dan mendapatkan akses untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan bangsa ini.

Demokrasi yang selama ini berlangsung secara prosedural harapannya mampu berlangsung secara subtansial. Demikian betapa jelasnya tantangan pemuda kedepannya ialah semakin besar yaitu bagaimana pemuda dituntut sebagai agent of change, agent of revolution, agent of development, agent of control dan agent of globalisation yang mampu mengimplementasikannya semua gebrakan-gebrakan penting yang berbentuk direct of change dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagaimana kita sebagai pemuda dituntut untuk mampu mengubah paradigma masyarakat tentang hakikat politik itu sendiri secara progresif yang dewasa ini selalu saja dikaitkan dengan “kekuasaan sebagai alat dan tujuan segelintir orang yang kurang bertanggung jawab”  

Masalah-masalah di dunia perpolitikan tidak akan mudah terselesaikan seperti halnya membalikan telapak tangan. Hal ini membutuhkan waktu dan proses yang panjang untuk membentuk karakter politik muda yang mumpuni yang mampu meretaskan semua permasalahan yang ada.

Pengimplementasian empat pilar kebangsaan ialah salah satu titik awal pembentukan karakter politik muda yang santun dan bersahaja. Namun diantara masalah-masalah tersebut sejarah telah menorehkan tintannya, bahwa disetiap momen penting perubahan bangsa ini tidak akan pernah terlepas dari peranan para pemuda dimana kaum muda ialah lokomotif penggerak dan garda terdepan dalam setiap episodenya. Sekarang ini kaum pemuda memiliki kesempatan yang begitu besar untuk meningkatkan partisipasi politiknya.

Dengan kemunculan sosok pemuda yang memiliki pandangan yang jelas mengenai sistem politik, sosial ekonomi kemasyarakatan, demokrasi dan lain sebagainya. Hal ini diharapkan akan menciptakan sebuah efektifitas dalam perbaikan politik yang kurang beretika di Indonesia, semua itu merupakan sebuah urgensi yang harus benar-benar terealisasi.

Partisipasi politik muda sangatlah absolut agar kemunculan pemuda dalam perpolitikan tidak hanya bermodalkan usia dan semangat perubahan yang lebih baru, melainkan diperlukan juga pandangan segar kaum pemuda dalam sebuah visi dan misi leadership yang mampu terefleksikan menuju Indonesia emas.

Dari bermacam-macam masalah diatas setidaknya menjadi gambaran bahwa peranan pemuda yang paling utama dan essensial ialah mengisi kekosongan dalam tubuh sosial politik dalam masyarakat menuju orientasi yang lebih baik. Sebuah pepatah menjelaskan bahwa “Jangan tanya apa bangsa berikan padamu tapi tanyalah pada dirimu apa yang telah kau berikan pada bangsamu.”

Secara jelas tersirat sebuah makna dari pepatah tersebut yaitu tugas pemuda bukanlah untuk selalu berhasil. Karena tugas kita yang utama ialah untuk selalu mencoba dan memberikan suatu pembeda dan niscaya dalam proses tersebut ditemukan sebuah pembelajaran untuk membangun kesempatan untuk mencapai suatu titik keberhasilan yang hakiki, dalam politik pun kita sebagai pemuda dituntut demikian. Bagaiamana masalah-masalah yang kita hadapi bukan hendaknya dijadikan sebuah halangan melainkan kita jadikan suatu tantangan yang mengasikkan.

Kita jangan pernah terjebak dalam arus pemikiran praktis dimana menginginkan apa-apa tetapi tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya ingin menguasai apa-apa tetapi tidak mampu mengayomi apa-apa. Disinilah peran pemuda harus segera direvitalisasikan oleh karena pemuda harus secara relevan mengetahui, menghayati, dan menyakini cita-cita luhur bangsa Indonesia.

Pemuda harus peka sebagai agent of control dan agent of change perpolitikan di Indonesia, meluruskan bilamana pengelolaan negara melenceng dari koridor cita-cita bangsa Indonesia dan bilamana pula terjadi penyalahgunaan wewenang yang justru akan menciderai empat pilar kebangsaan yang harus kita junjung tinggi menuju Indonesia lebih baik.

Karena pemuda harus paham dan mengerti politik karena pemuda adalah satu-satunya senjata terkuat bangsa ini. Bangsa yang kuat terletak pada pemudanya.  Sekuat, secerdas apa pemudanya dalam mengemban amanah bangsa ini. Jadilah pemuda yang bukan hanya mengayomi masyarakat tetapi selalu berpikiran terbuka. Berpolitik cerdas dan berintegritas akan mampu memberantas korupsi yang menggorogoti hati ibu pertiwi.

#LombaEsaiPolitik