81489_45057.jpg
Foto bersama para pemenang dan tim juri Lomba Esai Intoleransi dan Ekstremisme di Indonesia (Foto: Qureta)
Info · 1 menit baca

Pemenang Lomba Esai Intoleransi dan Ekstremisme di Indonesia

Lomba Esai Intoleransi dan Ekstremisme di Indonesia telah memancing gairah menulis para pembaca Qureta. Ini tentu menjadi kabar baik, sebab tujuan utama dari lomba ini adalah untuk memproduksi narasi-narasi kontraterorisme di Indonesia.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Saiful Umam, Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta pada acara Malam Penganugerahan Pemenang Lomba Esai Intoleransi dan Ekstremisme di Indonesia, Jumat, 9 Maret 2018 di Hotel Amoz Cozy, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Luthfi Assyaukanie tampil mewakili dewan juri untuk menjelaskan mekanisme penjurian sekaligus mengumumkan para pemenang.

Luthfi menjelaskan bahwa dalam lomba kali ini, tidak terjadi perdebatan yang cukup sengit di kalangan juri. Salah satu penyebabnya adalah setiap juri sudah sangat akrab dengan tema yang diangkat dalam lomba ini.

Tema tentang intoleransi memang cukup familiar, bukan hanya bagi para juri, mungkin bagi sebagian besar pembaca Qureta. Karena itu, dalam pandangan Luthfi, esai-esai yang masuk dalam lomba ini sebagian besar tidak ada yang terlalu buruk, juga tidak ada yang sangat istimewa.

"Karena masing-masing penulis memiliki informasi yang cukup tentang tema yang diangkat," ungkapnya.

Berikut adalah para pemenang lomba esai Intoleransi dan Ekstremisme di Indonesia yang Qureta selenggarakan bekerja sama dengan Indeks dan PPIM UIN Jakarta.

Tujuh finalis lainnya adalah:

  1. Mezaya - Pilihan Berjalan Bersama: Mayoritas, Minoritas, dan Toleransi
  2. Rizka Nur Laily Muallifa - Bara dalam Sekam Intoleransi
  3. Nurul Amartya - Masjid, Ruang Publik dan Kegelisahan-Kegelisahan Itu
  4. Rajif Duchlun - Media dan Peperangan yang Seharusnya Usai
  5. Kristina Suherman - Jurnalis yang Memekarkan Terorisme
  6. Peter Than - Ketika HAM Jadi Merek Dagang
  7. Rajian Sobri Rezki - Anna Karenina, Mencapai Surga, dan Psikologi Kekerasan Daimonik

Selamat kepada para pemenang dan finalis. Teruslah menulis dan menginspirasi.