"Hak interpelasi harus diberikan, karena kalau tidak, selesai masa jabatan Anies di 2022, uang formula E yang digunakan untuk APBD juga akan hilang begitu saja!" Tegas Giring Ganesha saat diundang ke salah satu podcast youtuber ternama di Indonesia.

***

Pasca viralnya Giring Ganesha baru-baru ini dengan headline "Giring : Anies Baswedan itu Pembohong!" ada banyak sekali sumpah serapah yang bermunculan bukan hanya dari para fans Nidji, tetapi juga dari para penikmat lagu Laskar Pelangi.

Isu banting stir dari Nidji lalu masuk ke PSI hingga menjadi Ketua Umum partai tampaknya tidak mudah. Seolah ingin menunjukkah bahwa dirinya tidak sedang banting stir, melainkan memiliki ketertarikan terhadap dunia politik dan hukum di Indonesia, Giring pun sedang mengatur strategi untuk membongkar kinerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ketika dimintai keterangan oleh sang pemilik podcast, apa maksud dari seorang Ketum PSI tersebut mengeluarkan asumsi bahwa Anies Baswedan adalah pembohong, Giring pun dengan jelas menyampaikan bahwa,

"Anies Baswedan sedang membangun citranya dengan Jakarta yang saat ini baik-baik saja, padahal Jakarta saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dan untuk apa membangun citra? Untuk pilpres 2024."

Giring juga tampak membuka tablet yang mana, tablet tersebut berisi tentang laporan-laporan keuangan sistem pemerintahan Indonesia.

"Belum lagi bahas masalah anggaran, saya bisa kasih lihat ini buktinya. Ada 'Miss manage' di sini, misal, uang formula e yang kemudian digunakan untuk APBD ada berapa banyak itu? Kami PSI di sini berperan sebagai penjaga uang rakyat, seharusnya diberikan hak interpelasi untuk menanyakan tentang itu."

Ketika pemilik podcast bertanya, apakah yang dimaksud "Miss manage" di sini adalah "Korupsi", Giring juga dengan segera menyanggah,

"Tidak, di sini saya mengatakan 'Miss manage' karena dana formula e itu justru dialihkan ke APBD. Saya tidak bilang korupsi."

Lalu berlanjut, ketika dimintai keterangan yang menjadi harapan Giring sekarang ini apa? Giring pun memberi jawaban,

"Hak interpelasi. Karena apa, ketika PSI dan PDIP menanyakan tentang anggaran, sampai saat ini pun kami tidak mendapatkan jawaban yang relevan, malah apa? Malah partai-partai yang tidak menanyakan masalah anggaran, justru mereka diundang makan malam, haha."

"Kami hanya butuh jawaban, kalau pun nanti diberikan jawaban yang relevan, ya bagus itu, saya orangnya sportif," Tambah eks vokalis band Nidji itu lagi.

Sampai di sini saya ingin merapikan sedikit kalimat Giring selaku Ketua Umum PSI, jika yang terjadi di sini adalah "Miss manage" anggaran, yang mana semula dialokasikan sebagai dana formula e, justru malah digunakan untuk APBD saya akan merapikan headline,

Giring : Anies Baswedan adalah Pembohong

Menjadi,

Giring : Anies Baswedan Tidak Terbuka

Ini cukup lucu menurut saya, karena setelah itu pemilik podcast kembali bertanya, menurut Giring sendiri kira-kira siapa yang layak dan pantas menjadi Presiden atau pun Wakil Presiden selanjutnya?

"Kalau saya melihat kinerjanya, itu Bu Risma bisa ya. Ini kan saya melihat kinerjanya."

Okey saya tahan dulu untuk tertawa, karena menurut saya bagian terlucu adalah, ketika ditanya apakah Giring akan mencalonkan diri sebagai Presiden di tahun 2024, Giring pun meng-iyakan. Sebanyak 3 kali pemilik podcast itu bertanya, sebanyak 3 kali pula Giring memberikan jawaban yang sama.

Di sini saya merasa untuk pertanyaan pertama dengan jawaban, "Bu Risma cocok menjadi Presiden atau pun Wakil Presiden selanjutnya" Giring tidak terbuka, saya anggap begitu. Karena jika dirinya mencalonkan diri sebagai Presiden atau pun Wakil, kenapa tidak dari awal saja mengatakan bahwa "Saya" dan bukan "Bu Risma."

Dan, kenapa saya katakan, "Giring Tidak Terbuka", memangnya mau saya katakan, "Giring adalah Pembohong?"

Tujuan saya merapikan kembali kalimat Giring ini adalah, sebagai seorang Ketua Partai, alangkah lebih baik menggunakan kata atau kalimat yang tidak memberikan "Asumsi negatif."

"Sesuatu yang bersifat  'Judgment' jika dibaca oleh orang-orang yang 'Ngegas' justru akan menjauhkan bangsa ini dari 'Kedamaian.'"

Kemudian yang menjadi alasan Giring berani maju untuk pilpres 2024,

"Karena tahun 2024 itu adalah eranya anak muda.."

Benar, memang era 2024 itu merupakan fase yang saya yakini bahwa anak muda akan berada pada "Garis terdepan" (Dibaca : Speak up) lihat saja sekarang, bukan hanya Giring, sebut saja Ernest Prakasa, Cinta Laura, dan masih banyak public figure muda lainnya yang sudah sangat-sangat frontal.

Hanya saja, dalam sudut pandang saya, jika benar tujuan mulia Giring di sini adalah untuk "Memperbaiki sistem", kenapa tidak dimulai dengan menjadi Gubernur DKI dulu saja?

Sederhananya begini, yang dikritik saat ini merupakan kinerja Anies Baswedan sebagai Gubernur, dengan menjadi Gubernur, Giring bisa meunjukkan kinerja yang benar seperti apa. "Mewujudkan Jakarta yang baik-baik saja" itu bagaimana? Mengatasi banjir bisakah? Gampar telak Anies Baswedan dengan bukti nyata!!

Atau di dalam ketidak terbukaan yang serupa, Giring juga sedang bersiap-siap untuk maju di Jakarta 2022?

Kita lihat saja!