Jika mendengar kata “Indonesia” pasti tidak akan asing dengan alamnya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Kekayaan alam Indonesia hadir seperti sebuah anugerah karena memberikan dampak yang cukup besar, terutama dalam sektor ekonomi.

Keindahan alam ini kemudian menjadi sebuah daya tarik bagi tanah air kita yang berdiri di atas garis khatulistiwa. Hal ini kemudian dapat dimanfaatkan sebagai sebuah aset bagi penduduk, salah satunya dengan membuka desa wisata.

Kemenparkraf, Sandiaga Uno  menyatakan "desa wisata merupakan potensi yang perlu diberdayakan dan dikembangkan  untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sehingga memiliki daya saing serta menjadi lokomotif kebangkitan sektor ekonomi parekraf di tengah pandemi.”

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) juga membuat sebuah program bernama Anugerah Desa Wisata 2021 di Balairung Soesilo Soedarman. Program ini diharapkan dapat mendorong perkembangan desa wisata di Indonesia.

Program Anugerah Desa Wisata 2021 tentunya dilakukan guna menjadikan desa wisata Indonesia sebagai destinasi berkelas dunia dan berdaya saing. Adapun beberapa aspek penilaian anugerah desa wisata 2021, yaitu homestay, toilet, souvenir, CHSE, konten kreatif, desa digital dan daya tarik wisata. 

Desa Pujorahayu merupakan sebuah desa yang terletak di Lampung.  Desa Pujorahayu meyuguhkan pemandangan alam yang membentang indah sepanjang mata memandang ditambah dengan aliran telaga Gupit ditengahnya menjadikan kegiatan berwisata semakin lengkap.

Desa Pujorahayu dapat menjadi destinasi bagi wisatawan yang ingin menikmati atmosfer berbeda dari tempat asalnya. Desa Wisata Pujorahayu dapat dikembangkan dengan memanfaatkan konsep pariwisata berbasis digital sebagaimana terdapat pada penilaian anugerah desa wisata 2021.

Desa Pujorahayu, berdiri di atas tanah Lampung dengan luas 445,75 Ha. Tuhan memberkati tanah ini dengan panorama dan hasil bumi yang berupa padi. Desa Pujorahayu hanya dihuni oleh 864 kepala keluarga yang sebagian besar memanfaatkan kekayaan alam Desa Pujorahayu untuk mencari nafkah. 

Petani, menjadi profesi utama di tanah agraris ini. Melalui kesadaran dan pemberdayaan komunitas setempat, Desa Pujorahayu menjadi sebuah kawasan wisata berbasis alam dengan panorama yang menyejukkan mata. Desa Wisata Pujorahayu menjadi tempat yang cocok untuk menjadi daerah tujuan wisata.

Ketika mengunjungi Desa Wisata Pujorahayu, Anda akan disuguhkan panorama alam berupa bukit yang terhampar seluas tiga hektar. Bukit ini bukan bukit biasa, bukit ini memiliki tempat bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam dengan menyeduh secangkir kopi.

Melalui bukit ini, Telaga Gupit akan terlihat jelas. Kita dapat menikmati kejernihan air yang mengalir dan pepohonan yang berjejer mengitari Telaga Gupit. Bukit ini menjadi ikon utama wisata Desa Pujorahayu. Bukit ini kemudian diberi nama “Taman Bukit Raya Pelayangan”.

Namun, Tanpa sarana dan prasarana yang menunjang serta pemikiran kreatif, Desa Wisata Pujorahayu hanya akan bertahan beberapa tahun kedepan dan tidak berjangka panjang. Oleh karena itu, Desa Pujorahayu harus merencanakan sedini mungkin untuk persiapan mengahadapi era wisata digital.

Konsep E-tourism dapat kita realisasikan bersama dan dapat diawali dengan pemberdayaan masyarakat setempat. Konsep E-tourism memuat sistem smart tourism, sistem ini memungkinkan calon wisatawan untuk melihat situasi secara virtual melalui satu aplikasi saja.

Sistem smart tourism juga dapat menjadwalkan reservasi dan mencatat kunjungan wisata setiap harinya. Sistem ini dapat mempromosikan kawasan wisata Desa Pujorahayu secara luas, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan secara global.

Kemudahan melalui satu aplikasi ataupun situs wisata Desa Pujorahayu, memungkinkan wisatawan untuk berkunjung karena sudah jelas ada kemudahan dalam mengakses Desa Wisata Pujorahayu. Selain itu, dapat menjadikan Desa Wisata Pujorahayu sebagai destinasi pariwisata berdaya saing tinggi.

Terkadang memang beberapa desa mempunyai potensi pariwisata yang cukup. Hanya saja beberapa desa memang belum mumpuni dalam mengelola sektor tersebut. Kurangnya sumber daya manusia dapat menjadi faktor penghambat perkembangan dalam pembangunan desa wisata yang berdaya saing tinggi.

Selain itu,  dapat dilihat dari faktor lain seperti sarana dan prasarana nya yang belum mumpuni. Sehingga dalam mengelola pariwisata nya pun belum siap. Adapun kurangnya sounding atau promosi dari desa tersebut atau pemerintah setempat.

Hal ini dapat berdampak jika seorang baru mendengar tempatnya saja pasti mengatakan, ‘ah, saya baru tahu daerah ini’. Maka dari itu, rencana E-Tourism dengan sistem smart tourism untuk Desa Pujorahayu ini  merupakan cara yang cocok untuk mengembangkan Desa Wisata Pujorahayu.

Rencana pengembangan sistem aplikasi berbasis smart tourism pun sekiranya dapat menjangkau wisatawan lebih banyak. Rencana ini tentunya masih memerlukan pemberdayaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia lebih lanjut, sebagaimana tujuan diadakannya program anugerah desa wisata.

Adanya pemberdayaan terlebih dahalu juga dapat menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan mandiri. Sumber daya manusia yang memumpuni dapat menunjang perkembangan desa wisata itu sendiri karena desa wisata sendiri merupakan sebuah potensi yang seharusnya bedaya saing tinggi.