Pembelajaran tatap muka sekarang semakin digencarkan oleh pemerintah. Sebagai syarat untuk pemberlakuan pembelajaran tatap muka, pemerintah sekarang gencar sekali memberikan vaksin gratis untuk murid-murid sekolah. Dan hasilnya sudah banyak sekolah yang melakukan pembelajaran dengan sistem tatap muka di tiap daerah.

Pembelajaran tatap muka memang penting untuk murid. Di Boyolali pembelajaran tatap muka masih dalam masa percobaan, sehingga hanya beberapa sekolah yang diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Namun, yang dapat melakukan percobaan metode pembelajaran tatap muka hanya untuk bangku SD, SMP, dan SMA.

Saya memiliki seorang keponakan yang masih berumur 5 tahun. Saat ini dia duduk di bangku TK. Di dekat rumahku ada sebuah TK yang bernama TK Aisyah 6. Keponakanku tersebut bersekolah di TK tersebut.

Berdasarkan peraturan Bupati Boyolali pemberlakuan pembelajaran tatap muka tidak boleh untuk anak-anak TK.  Namun di TK Aisyah 6 memberlakukan pembelajaran tatap muka secara diam-diam. Menurut guru di TK Aisyah 6 pemberlakuan pembelajaran tatap muka sangat penting, alasannya adalah anak-anak harus bertemu dengan orang lain dan dapat berinteraksi dengan orang asing tersebut.

Pembelajaran dengan sistem tatap muka di TK Aisyah 6 dilakukan 2 kali dalam seminggu. Selain 2 hari itu maka guru hanya memberikan tugas kepada muridnya lewat WA. Tugas yang diberikan seperti memperkenalkan diri, mewarnai, bernyanyi, dan menggambar. Keponakanku sangat menyukai pembelajaran dengan sistem tatap muka dibanding pembelajaran dengan sistem online atau daring.

Karena jika hanya diberikan tugas dan disuruh mengerjakan dia tidak bisa bermain dan bertemu dengan teman-temannya. Jadi jika sudah tiba hari di mana pembelajaran tatap muka dilaksanakan, keponakanku akan sangat gembira. Hal itu dikarenakan dengan pembelajaran tatap muka dia dapat bertemu dengan teman-temannya, dengan bertemu temannya maka dia bisa bermain bersama.

Seperti contohnya dia dapat bermain ayunan, jungkat-jungkit, dan perosotan bersama. Selain bisa bermain banyak permainan dia juga senang bertemu guru di TK nya, karena katanya gurunya sangat baik dan sering memberikan hadiah. Selain itu jika pembelajaran di TK dilakukan dengan tatap muka maka penjual makanan. Keponakanku sering sekali membeli makanan setelah pulang sekolah.

Tetapi jika pembelajaran tidak dilakukan dengan tatap muka maka penjual tersebut tidak ada. Pembelajaran dengan sistem tatap muka di TK Aisyah 6 sudah berjalan selama 3 bulan. Pemberlakuan pembelajaran tatap muka tersebut dampaknya sangat positif. Di antaranya murid senang, dan penjual makanan juga dapat menghasilkan uang dari berjualan.

Belum lama ini pembelajaran tatap muka di TK Aisyah 6 dihentikan, karena pada saat pembelajaran tatap muka berlangsung tiba-tiba ada sidak dari petugas Kemendikbud. Akhirnya pembelajaran tatap muka langsung dibubarkan. TK Aisyah 6 diberi peringatan karena memberlakukan pembelajaran sistem tatap muka secara diam-diam.

Sebenarnya pembelajaran dengan sistem tatap muka di Boyolali hanya diperbolehkan untuk SD, SMP, dan SMA. Walaupun begitu hanya SD, SMP, dan SMA yang sudah memenuhi protokol kesehatan yang bagus yang dapat melakukannya. Setelah dilarangnya pemberlakuan pembelajaran tatap muka untuk TK Aisyah 6. Pembelajaran dilanjutkan lagi dengan sistem online atau daring.

Yaitu dengan guru memberikan tugas untuk muridnya lewat WA. Adanya pembelajaran online atau daring membuat keponakanku sering sekali jengkel saat disuruh ibunya untuk mengerjakan tugas. Hal itu karena setiap hari selalu ada tugas. Selain banyaknya tugas yang membuat dia jengkel, dia merasa jengkel juga karena tidak bisa bermain.

WhatsApp grup TK Aisyah 6 banyak sekali orang tua murid yang mengeluh. Mereka mengeluh tentang jeleknya sistem pembelajaran online, karena anak-anaknya hanya disuruh mengerjakan tugas dan sering sekali anaknya tidak mau mengerjakannya. Akhirnya yang mengerjakan tugas tersebut adalah ibunya.

Banyak sekali orang tua murid yang mengeluh kepada guru TK tersebut. Sehingga solusinya guru TK tersebut mengurangi jumlah tugas yang diberikan kepada muridnya. Namun, dengan begitu masih banyak juga orang tua yang mengeluh, karena pembelajaran dengan sistem tersebut sama sekali tidak efektif.

Berdasarkan orang tua murid, setelah mengerjakan tugas anaknya hanya akan tidur di rumah. Akibatnya anaknya tidak bertemu dengan orang lain. Efek dari hal itu anaknya jadi malu untuk bertemu orang lain.

Tidak selang beberapa lama guru TK Aisyah 6 memutuskan untuk melakukan pembelajaran tatap muka lagi dengan cara diam-diam seperti dulu. Mendengar kabar itu orang tua murid sangat senang, karena anaknya bisa bersekolah lagi. Pembelajaran tatap muka dilakukan sama seperti dulu yaitu 2 kali dalam seminggu, dengan itu keponakanku yang biasanya sering merasa jengkel karena di rumah terus kini merasa senang.

Pembelajaran tatap muka memang sangat penting untuk murid. Dengan pembelajaran tatap muka murid akan semakin mudah untuk mengerti materi yang diterangkan. 

Selain itu pembelajaran tatap muka sangat penting untuk murid agar murid bisa berinteraksi dengan teman-temannya. Terutama untuk anak-anak TK yang masih dalam masa pertumbuhan. Jadi perlukah pembelajaran tatap muka untuk murid TK di masa Pandemi ini?