Mahasiswa
3 bulan lalu · 35 view · 2 menit baca · Ekonomi 84696_34868.jpg
marketeers.com

Pembangunan Infrastruktur untuk Indonesiasentris

Pemerintahan Jokowi-JK sudah memasuki ambang masanya. Empat tahun pemerintahan sudah berjalan dengan banyak kebijakan strategis telah dicapai. Meski belum tuntas, berbagai prestasi telah dicapai oleh pemerintah.

Ironis ketika prestasi pemerintah sering kali dinilai sebagai pencitraan semata. Memasuki tahun politik, isu pencitraan kinerja pemerintah, terutama dalam bidang pembangunan infrastruktur, makin santer beredar. Apalagi kepala pemerintahan saat ini kembali mencalonkan diri dalam pertarungan politik di Pilpres 2019.

Mestinya pembangunan infrastruktur tidak dipandang satu sisi sebagai pencitraan semata. Karena pembangunan infrastruktur ini telah masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN) yang menjadi prioritas untuk diselesaikan, mulai dari pembangunan jalan tol, jalur kereta cepat, pelabuhan, bandara, jaringan air bersih, jaringan irigasi, dan pembangunan-pembangunan lainnya.

Bukan bermaksud untuk mendewakan pemerintahan yang sekarang, namun apresiasi pemerataan pembangunan pada pemerintahan sekarang patut diberikan. 

Pembangunan infrastruktur bertujuan untuk pemerataan pembangunan dari Sabang sampai Merauke. Pembangunan infrastruktur ini untuk mentriger masyarakat di Indonesia Timur agar bisa setara dengan wilayah Indonesia lainnya. 

Pembangunan ini juga untuk menggantikan citra Jakartasentris menjadi Indonesiasentris. Contohnya adalah pembangunan jalan di wilayah timur Indonesia di Papua. Selain pembangunan jalan trans Papua, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur lainnya, seperti jalur kereta Trans Papua. Pembangunan infrastruktur transportasi di Papua merupakan hal luar biasa karena pembangunan jalan tersebut melintasi jalur yang sama sekali tidak terjamah untuk dilewati.

Selain itu, tekad pemerintah dalam meningkatkan eletrifikasi semakin terbukti dengan terus meningkatnya elektrifikasi di berbagai daerah di Indonesia. Terutama tekad pemerintah dalam membangun infrastruktur jaringan listrik di Indonesia Timur juga patut mendapatkan apresisasi. 

Infrastruktur listrik merupakan salah satu infrastruktur yang tidak kalah pentingnya dengan infrastruktur lainnya. Infrastruktur yang membaik di wilayah timur Indonesia kemudian akan meningkatkan masuknya investor ke wilayah timur Indonesia. Hal ini sudah pasti akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan taraf hidup masyarakat Indonesia di wilayah tersebut juga.

Belum tuntasnya seluruh pembangunan infrastruktur saat ini memang seakan tidak berdampak apa-apa bahkan cenderung berefek negatif bagi masyarakat. Tapi hal ini hanya sementara hingga infrastruktur telah selesai dibangun. 

Selama pembangunan tersebut dihitung secara ilmiah, diperhitungkan matang-matang, dan tepat sasaran, hasilnya pasti akan sangat luar biasa di masa depan. Nantinya investor akan sangat tertarik dengan Indonesia ketika pembangunan jaringan infrastrukturnya membaik.

Oleh karena itu, yang kemudian menjadi pertanyaan saya, mengapa kinerja pemerintahan ini dianggap hanya pencitraan? Sekali lagi, kita harus melihat semua persoalan secara holistik dengan prospek jangka panjang. 

Jika dikatakan pembangunan infrastruktur hanya untuk menarik perhatian masyarakat dalam mendongkrak suara pada Pilpres 2019 semata, mengapa pembangunannya harus jauh-jauh ke daerah yang jumlah suaranya tidak sebesar wilayah barat Indonesia? Jika Jokowi ingin mendongkrak suara, mestinya ia hanya memusatkan pembangunan di daerah Jawa dan Sumatera yang penduduknya jauh lebih banyak dari wilayah Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Walaupun memang masih butuh peningkatan, namun dukungan dari masyarakat Indonesia seluruhnya sangat penting. Respons positif dari masyarakat harus terus dijaga, karena pemerintah bekerja untuk kemajuan rakyat, bukan pencitraan kepentingan pribadi sang pemimpin pemerintahan.

Pembangunan infrastruktur tidak hanya didefinisikan sebagai pembangunan fisik semata, tapi didefinisikan sebagai pembangunan peradaban manusia. Melalui pembangunan infrastruktur, terutama pembangunan jalan, maka akan menghubungkan seluruh rakyat Indonesia hingga daerah pelosok dan terluar. Program pembangunan infrastruktur menciptakan Indonesiasentris, semua untuk Indonesia dan Indonesia untuk semua, bukan hanya pencitraan penarik massa.