Dari tahun ke tahun pembangunan gedung-gedung pencakar langit kian pesat, apalagi didukung oleh kemajuan teknologi yang kian pesat. Dan dari tahun ke tahun pula lahan kosong maupun penghijauan di kawasan perkotaan padat penduduk semakin menipis. 

Kondisi seperti ini sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, saat lingkungan di sekitar kita masih terjaga keasriannya.

Hutan yang menjadi tempat tinggal jenis-jenis hewan pun terkena imbas dari pembangunan. Bagaimana tidak, tempat tinggal mereka kian hari semakin menipis dan digantikan dengan perumahan, pusat perbelanjaan, pabrik dan lain sebagainya.

Dalam data perhitungan perubahan stok sumberdaya hutan Indonesia, dijelaskan bahwa sejak tahun 1985 stok sumber daya hutan di Indonesia telah berkurang sebanyak 94 juta meter kubik, yaitu seharga 2.845 milyar US $ (Tidak termasuk yang dipanen sebanyak 27 juta meter kubik, yaitu 1.312 milyar US $).

Hal inilah yang menimbulkan beragam persoalan lingkungan terus bermunculan. Mulai dari banjir, tanah longsor, kepunahan satwa langka, kekurangan air bersih, polusi udara yang semakin meningkat. Lama-lama, semua itu akan berujung pada pemanasan global.

Dari sisi lain, tantangan yang dihadapi dari tahun ke tahun semakin kompleks. Ditambah lagi dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah tiap tahunnya. Selain itu, tidak dapat dipungkiri jika pembangunan akan terus bertambah setiap saat.

Menurut Kuncoro (2003) pembangunan merupakan upaya sadar untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya, guna meningkatkan mutu kehidupan raktyat. Sedangkan Tadaro dalam Munir (2002) menyatakan bahwa pembangunan merupakan proses menuju perbaikan taraf kehidupan masyarakat secara menyeluruh dan bersifat dinamis.

Aktivitas pembangunan akan menghasilkan dampak, baik pada manusia ataupun lingkungan hidup. Dampak terhadap manusia yakni meningkat atau menurunnya kualitas hidup manusia, sedangkan dampak bagi lingkungan yakni meningkat atau menurunnya daya dukung alam dalam mempertahankan kelangsungan hidup manusia (Wardhana, 2001).

Identifikasi dampak merupakan langkah yang sangat penting. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mengidentifikasi dampak tersebut bisa dengan menyusun berbagai dampak yang menonjol yang diperkirakan akan timbul, dan menuliskan semua aktivitas pembangunan yang menimbulkan dampak sebagai sumber dampak (Fandeli, 2004).

Kerusakan lingkungan diakibatkan oleh pembangunan yang terus menerus bertambah setiap tahunnya dan limbah pembuangan dari aktivitas kontruksi/pembanguan yang terus menumpuk. Limbah pembuangan inilah yang dapat menganggu kesehatan manusia.

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.

Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan, terutama bagi kesehatan manusia. Karena itu, perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Berikut adalah karakteristik limbah:

1. Berukuran mikro
2. Dinamis
3. Berdampak luas (penyebarannya)
4. Berdampak jangka panjang (antar generasi)

Sementara itu, faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah kayu limbah. Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat digolongkan menjadi: limbah cair, limbah padat, limbah gas dan partikel, limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi dua: 1) pengolahan menurut tingkatan perlakuan dan 2) pengolahan menurut karakteristik limbah.

Limbah akan terus menerus bermunculan dari pabrik maupun dari pembangunan yang akan terus berjalan. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan yang serius dari pabrik maupun dari pihak pembangunan. Hanya dengan penanganan yang serius maka limbah dapat memiliki harga jual.

Pembangunan memang tidak dapat berhenti, karena populasi manusia yang terus meningkat. Namun, jika pembangunan terus terjadi maka lama-kelamaan ekologi akan terancam. Oleh sebab itu, kita harus mensiasati bagaimana pembangunan terus berjalan namun ekologi tetap terjaga, yaitu dengan adanya pembangunan berkelanjutan.

Pembangunan berkelanjutan merupakan proses pembangunan yang menggunakan metode atau konsep jelas, bahan bangunan yang tepat, efisien dan ramah lingkungan di bidang konstruksi. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya menyiasati ancaman pemanasan global.

Dukungan yang diperlukan dalam bidang konstruksi adalah penerapan teknologi. Setiap proyek pembangunan membutuhkan berbagai sumber daya proyek yang tidak dapat ditinggalkan. Sumber daya tersebut adalah: bahan bangunan, metoda, alat, pekerja, uang. Sumber daya proyek yang tidak secara langsung mempengaruhi implementasi proyek pembangunan berkelanjutan adalah uang.

Dalam merencanakan dan merealisasikan pembangunan berkelanjutan diperlukan totalitas dari tim proyek dengan beberapa langkah strategis. Pertama, memperbaiki sistem perpindahan dan penyimpanan material serta mengurangi sisa material konstruksi.

Kedua. mendaur-ulang material seperti top soil, aspal, beton untuk bangunan baru. Ketiga, menyiapkan persyaratan tata cara instalasi produk dan material untuk mengantisipasi terjadinya permasalahan kualitas udara. Keempat, memberikan pelatihan yang intensif kepada subkontraktor tentang manajemen sisa konstruksi.

Kelima, memperhatikan tingkat kelembaban pada berbagai aspek pada saat tahap konstruksi. Keenam, memperhatikan kekerasan tanah pada lokasi pekerjaan untuk menjamin tidak terjadinya erosi dan sedimentasi. Ketujuh, meminimalkan pengaruh tahap konstruksi, seperti pemadatan dan perusakan pepohonan dalam lokasi pekerjaan.

Pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar yang terencana yang memadukan lingkungan hidup termasuk sumber daya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi saat ini dan generasi di masa mendatang.

Dalam pembangunan berkelanjutan terdapat 3 (tiga) hal penting yang perlu diperhatikan yaitu:

1. Pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana.
2. Pembangunan berkesinambungan sepanjang masa.
3. Peningkatan kualitas hidup generasi.

Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang menekankan pada kegiatan ekonomi yang optimal, namun tetap mempertahankan ekologi lingkungan sekitar. Pembangunan berkelanjutan menghendaki pemanfaatan lingkungan sumber daya alam tidak hanya di masa sekarang, namun akan optimal di masa datang.

Pembangunan berkelanjutan tidak hanya berkonsentrasi terhadap isu-isu lingkungan, tetapi lebih luas dari itu dan mencakup tiga lingkup kebijakan. Kebijakan tersebut di antaranya yaitu pembangunan sosial, pembangunan ekonomi, dan perlindungan lingkungan (disebut sebagai 3 pilar pembangunan berkelanjutan).

Dalam dokumen-dokumen PBB, pada dokumen hasil World Summit 2005 disebutkan, ketiga pilar tadi saling berhubungan dan menjadi pilar yang mendorong dalam pembangunan berkelanjutan. Idealnya, ketiga hal tersebut dapat berjalan bersama-sama dan menjadi fokus pendorong dalam pembangunan berkelanjutan.

Pembangunan berkelanjutan sebagai proses peningkatan kesejahteraan masyarakat luas suatu bangsa secara terus-menerus dan dalam waktu yang mencakup antargenerasi. Keberlanjutan pembangunan menunjuk pada kemampuan untuk tumbuh dan berubah terus-menerus agar masyarakat menikmati kesejahteraan, sekurang-kurangnya sama dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi. Dengan begitu, pembangunan dan ekologi dapat berjalan beriringan.

#LombaEsaiKemanusiaan