Dari waktu ke waktu serta dari masa ke masa, kebudayaan masyarakat kerap kali berubah sejalan dengan ilmu pengetahuan serta teknologi yang berkembang. Perubahan serta perkembangan budaya tersebut mencakup segala sektor kehidupan masyarakat, seperti sektor pendidikan, sektor komunikasi, sektor perekonomian, serta sektor kesenian.

Salah satu hasil kebudayaan dari sektor kesenian ialah kesusastraan. Kesusastraan merupakan ranah yang harus mendapatkan perhatian yang cukup serius dari para tokoh kesusastraan. Jika kesusastraan ini tidak mendapatkan perhatian yang serius, dikhawatirkan kesusastraan akan ditinggalkan dari kehidupan masyarakat di masa kini.

Oleh karena itu, keberadaan kesusastraan harus diupayakan dengan serius melalui bermacam-macam media yang mendukung. Salah satu media yang mendukung di masa kini adalah media daring. Karena di dalam media daring ini tersedia berbagai bentuk penerbitan.

Dengan adanya berbagai peluang untuk keberadaan kesusastraan tersebut maka banyak tokoh kesusastraan yang menggunakannya untuk kepentingan penerbitan karya sastra, seperti puisi, prosa, serta drama. Dari berbagai perkembangan teknologi yang tersedia, maka memunculkan kreativitas para pelaku serta pendukung kesusastraan untuk menggunakan kesempatan kemajuan teknologi tersebut.

Pada setiap periodisasi kesusastraan Indonesia, terdapat ciri dan karakteristik yang berbeda-beda. Salah satu periode dalam periodisasi kesusastraan Indonesia ialah periode reformasi-sekarang, dalam periode tersebut terdapat salah satu ciri dan karakteristik yaitu munculnya sastra cyber.

Sastra cyber memiliki peluang dalam perkembangannya. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas mengenai peluang sastra Cyber. Artikel ini ditulis karena penulis tertarik dan ingin mengetahui lebih lanjut terkait apa saja peluang sastra Cyber. 

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa saja peluang sastra Cyber. Manfaat penulisan artikel ini adalah untuk menambah pengetahuan serta wawasan pembaca serta penulis terkait apa saja peluang sastra Cyber.

Sastra Cyber

Sastra cyber adalah karya sastra yang diterbitkan di dalam media daring seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi di berbagai negara. Awalnya penyebutan sastra cyber bermula dari konsep sastra digital, yang di dalamnya meliputi segala bentuk karya sastra yang diciptakan serta difasilitasi dengan media komputer dan dapat diakses secara daring. 

Karya sastra ini melingkupi prosa, puisi, serta tidak menutup kemungkinan adanya karya sastra dalam bentuk drama. Jika dilihat dari bentuk serta isinya, sastra cyber lebih dominan pada sastra populer.

Peluang perkembangan sastra cyber           

Terdapat beberapa keunikan sastra cyber jika dibandingkan dengan karya sastra yang diterbitkan pada era sebelumnya dalam berbagai media masa, majalah sastra, atau buku. Dari keunikannya tersebut didapatkan beberapa peluang, di antaranya:

a. Peluang bagi perkembangan karya sastra

Perkembangan sastra cyber sangat memberikan peluang bagi keberlangsungan serta keberadaan karya sasta di Indonesia. Karena dengan adanya media daring yang dijadikan sebagai wadah penerbitan sastra cyber memungkinkan semua masyarakat dapat mengaksesnya dengan jauh lebih mudah.

Jika karya sastra yang diterbitkan secara konvensional memiliki kelemahan yaitu hanya dapat dijangkau oleh orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan untuk membeli, memiliki keterkaitan dalam bermacam-macam hal untuk dapat menikmati atau membacanya, serta hanya akan dinikmati atau dibaca oleh orang-orang yang memiliki minat dan perhatian yang tinggi terhadap suatu karya sastra. 

Akan tetapi kelemahan tersebut tidak terdapat pada sastra cyber, karena sastra cyber diterbitkan pada media daring sehingga secara ekonomi akan lebih terjangkau untuk mengakses sastra cyber. Kemudian masyarakat yang tidak terlalu memiliki minat pada kesusastraan akan mencoba untuk mengaksesnya. 

Dengan diterbitkan secara daring maka sastra cyber akan lebih mudah untuk diakses dalam segala situasi dan kondisi. Sehingga dengan tersedianya fleksibilitas ini, maka masyarakat akan dengan lebih nyaman untuk menerima keberadaan karya sastra sebagai bagian dari perkembangan kebudayaan. 

Hal tersebut merupakan hal yang wajib diperhatikan oleh pelaku, akademisi, serta peminat kesusastraan karena hal tersebut sangat memberikan keuntungan bagi perkembangan kesusastraan atau karya sastra.

b. Peluang bagi penulis

Sastra cyber juga sangat memberikan peluang bagi para penulis. Terutama jika penulis tersebut masih merupakan penulis pemula. Hal tersebut karena penerbitan karya sastra melalui media daring lebih mudah. 

Berbeda halnya denga penerbitan melalui media konvensional, penerbitan konvensional harus melalui kebijakan atau proses seleksi yang ketat. Sehingga yang dapat diterbitkan mayoritas ialah karya sastra yang memiliki kualitas yang tinggi.

Hal tersebut tidak akan terjadi pada sastra cyber. Sastra cyber sangat membuat mudah penulis dalam melakukan penerbitan karya. Karena sastra cyber pada umumnya tidak melakukan penyeleksian secara ketat jika dibandingkan dengan sastra konvensional. 

Dengan proses penyeleksian yang tidak terlalu ketat maka penulis akan dengan sering melakukan penerbitan terhadap karyanya, sehingga lama-kelamaan penulis tersebut akan dikenal oleh masyarakat karena seringnya dalam melakukan penerbitan suatu karya, serta karya tersebut mudah diakses oleh masyarakat.

c. Peluang bagi pembaca atau penikmat

Bagi para pembaca atau penikmat karya sastra, perkembangan sastra cyber sangat memberikan peluang. Karena pembaca sastra cyber dapat dengan mudah untuk menikmati atau membaca suatu karya sastra dari berbagai belahan dunia. 

Para pembaca atau penikmat karya sastra tidak dikenakan tarif yang mahal dalam mengaksesnya, apalagi di masa kini sudah banyak media yang tidak mengenakan tarif kepada pembaca atau penikmat karya sastra untuk membaca atau menikmati karya sastra yang ada di dalamnya. 

Selain itu karena adanya kemudahan dalam penerbitan karya sastra, maka karya sastra yang diterbitkan bervariasi. Sehingga penikmat atau pembaca karya sastra akan mendapatkan karya sastra yang bervariasi untuk mereka baca atau nikmati.

Berbeda halnya dengan penerbitan karya sastra secara konvensional, jika ingin membaca atau menikmati karya sastra tersebut maka para pembaca atau penikmat karya sastra harus mengeluarkan tarif yang terbilang tidak sedikit.  

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwasanya sastra cyber memberikan peluang bagi perkembangan karya sastra, yaitu karena dengan adanya media daring yang dijadikan sebagai tempat penerbitan sastra cyber memungkinkan semua masyarakat dapat mengaksesnya dengan jauh lebih mudah dalam segala situasi dan kondisi.

Sehingga dengan tersedianya fleksibilitas ini, maka masyarakat akan dengan lebih nyaman untuk menerima keberadaan karya sastra sebagai bagian dari perkembangan kebudayaan. 

Hal ini sangat memberikan keuntungan bagi perkembangan kesusastraan atau karya sastra. Peluang bagi penulis, yaitu karena  sastra cyber sangat memudahkan penulis dalam melakukan penerbitan karya.  Peluang bagi pembaca atau penikmat, yaitu karena pembaca atau penikmat sastra cyber dapat dengan mudah untuk menikmati atau membaca suatu karya sastra dari berbagai belahan dunia.

Para pembaca atau penikmat karya sastra tidak dikenakan tarif yang mahal dalam mengaksesnya, apalagi di masa kini sudah banyak media yang tidak mengenakan tarif kepada pembaca atau penikmat karya sastra untuk membaca atau menikmati karya sastra yang ada di dalamnya. 

Dengan demikian, peluang-peluang tersebut sebaiknya lebih dipahami dan dipelajari oleh para pencipta serta penikmat karya sastra dengan tujuan untuk melestarikan kesusastraan Indonesia di era masa kini.