Tak bisa dipungkiri lagi bahwa sepakbola adalah salah satu olahraga yang paling populer di Indonesia, Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat fanatik terhadap sepakbola, dan Indonesia juga mempunyai pemain yang berbakat.

Indonesia tak henti hentinya melahirkan pemain yang berbakat, sebut saja Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani, Witan Sulaiman dan masih banyak lagi. Itu sebagian pemain Indonesia yang sering di soroti karena bakat mereka, jadi bagaimana peluang Pemain Indonesia Untuk Bermain Di Luar Negeri?

Membicarakan tentang pemain Indonesia yang bermain di luar negri saat ini cukup banyak, karena mereka ingin menambah pengalaman agar bisa meningkatkan kemampuan mereka, tidak hanya di benua Eropa pemain Indonesia juga banyak yang berkarir di benua Asia.

Pemain Indonesia yang berkarir di Eropa yaitu: Egy Maulana Vikri, Witan Sulaiman, dan Bagus Kahfi. Mereka bertiga Bermain di benua Eropa, Egy Maulana Vikri yang bermain di liga Slovakia bersama FK Senica, sejauh ini penampilannya sangat baik dan dalam beberapa kesempatan Egy juga berkontribusi dalam terjadinya suatu goal, walaupun belum masuk sebagai starting eleven namun penampilannya sebagai pemain pengganti sangat baik.

Dan pemain yang berkarir di Eropa lainnya yaitu Witan Sulaiman, Witan Sulaiman yang bermain untuk club dari liga Polandia yaitu Lechia Gdansk, walaupun Witan Sulaiman belum bisa bermanfaat di skuad utama namun jika Witan Sulaiman terus meningkatkan kemampuannya bukan ta mungkin dia akan di masukkan ke tim utama Lechia Gdansk.

Selanjutnya ada Bagus Kahfi, yang tampil gacor bersama timnas Indonesia U-19 sehingga ia di lirik oleh club asal Belanda yaitu FC Utrecht. Di FC Utrecht Bagus Kahfi sudah menyumbangkan dua gol di penampilannya walaupun bersama tim FC Utrecht junior, ini sangat membanggakan terutama bagi masyarakat Indonesia jika Bagus Kahfi bermain dengan konsisten bukan tidak mungkin dia akan tembus di tim utama dan bermain di Eredivisie Belanda.

Dan pemain Indonesia juga banyak yang berkarir di liga Asia. Sebut saja Ryuji Utomo yang bermain bersama Penang FC (Malaysia), Saddil Ramdani Sabah FA ( Malaysia), Natanael Siringoringo FC (Malaysia), Syahrian Abimanyu JDT ( Malaysia), Asnawi Mangkualam Ansan Greeners ( Korea Selatan), Yanto Basna PT Prachuap FC ( Thailand). Itulah beberapa pemain Indonesia yang berkarir di liga Asia.

Mereka semua masuk kedalam tim utama di club nya masing-masing, sejauh ini yang sangat menonjol yaitu Natanael Siringoringo yang bermain di kasta kedua liga Malaysia, Walaupun bermanfaat di liga 2 Malaysia namun penampilannya sangat apik dan gacor, Saddil Ramdani pun sangat baik penampilan bersama Sabbah FA. 

Jadi jika bicara soal skill pemain Indonesia bisa bersaing dengan pemain top dunia lainnya, Indonesia kalah di segi fisik dan mental, kita semua tau pemain Indonesia yang rata rata memiliki tubuh yang kurang ideal akan kalah saing dengan pemain Eropa yang memiliki tinggi badan yang Sangat menjulang, namun jika pemain Indonesia melatih fisik nya dengan baik maka pemahaman Indonesia bisa bersaing dengan pemain Eropa lainnya.

Dan soal mental terkadang menjadi penghalang mereka untuk berkarir di luar negeri karena mungkin ada perbedaan budaya, bahasa dan mungkin jauh dari keluarga itu yang menjadi penghambat mereka untuk berkarir di Eropa. Tapi selagi pemain itu mau berusaha pasti selalu ada jalan untuk bermain di Eropa.

Tapi bermain di luar negeri tidak harus ke Eropa, main saja di liga Asia terlebih dahulu untuk menambah pengalaman terlebih dahulu, liga Asia juga banyak yang berkualitas contohnya jika di Asia tenggara liga yang sangat baik yaitu liga Thailand, karena club di sana sangat profesional, dan federasi sepakbola mereka pun sangat baik tidak seperti federasi sepakbola di Indonesia.

Untuk Liga Asia lainnya yaitu Liga Jepang, Liga Korea Yang sangat bagus, pemain Indonesia yang berkarir di liga Korea yaitu Asnawi Mangkualam, penampilannya sangat baik dan di soroti media, karir Asnawi Mangkualam ada campur tangan dari seorang pelatih timnas Indonesia yaitu Shin Tae Young, beliau yang menawarkan Asnawi ke club Korea.

Shin Tae Young menilai pemain Indonesia memiliki skill dan kecepatan yang sangat bagus, namun mereka hanya kalah di segi fisik dan mental, pemain Indonesia di nilai nya sangat lemah, maka dari itu coach Shin Tae Young lebih meningkatkan kualitas fisik dari pemain Indonesia, beliau sangat melarang anak asuhnya untuk makan makanan sembarangan karena itu akan mempengaruhi fisik dan daya tahan tubuh mereka.

Beliau juga sangat tegas dalam latihan, Indonesia mendapatkan pelatih yang sangat tepat, semuanya tergantung proses jika PSSI sabar dalam mengelola bibit pemain Indonesia maka Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan sepakbola di Asia.

Jadi intinya pemain Indonesia bisa bersaing dengan negara kuat lainnya selagi pemain Indonesia ingin selalu mengembangkan bakat mereka dan mau keluar dari zona nyaman maka sepakbola Indonesia menjadi saingan berat bagi negara Asia lainnya.