Perkembangan teknologi digital saat ini membuat kita untuk berinovasi membongkar kebiasaan lama dan mengikuti perkembangan teknologi digital. Tidak bisa di pungkiri perkembangan teknologi digital merambah semua lini, mulai dari toko online, gojek, media online dan lain sebagainya. Maka dari itu maka terbersit dipikiran menciptakn koperasi online (Goper)

Melihat potensi jumlah penduduk bangsa Indonesia, dimana Negara ini memiliki jumlah penduduk terbesar ke empat  dunia membuat negeri memiliki keunggalan yang begitu luar biasa. Pemuka republik ini pun telah melihat itu sejak awal pendirian negeri ini, dimana mereka telah menggagas adanya koperasi. Koperasi merupakan soko guru ekonomi Indonesia yang telah di imipikan untuk menjadi salah satu kekuatan Ekonomi.

Koperasi merupakan media yang digunakan dalam membangun ekonomi kerakyatan Indonesia. Dalam prosesnya koperasi berkembang pesat hanya kita belum tahu bagaimana membangun koperasi yang modern tanpa disibukkan dengan administasi ribet sistem keanggotaan yang tidak jelas.

Memang kalau di pikir-pikir bagaimana caranya bisa mengelola koperasi online. Apakah tidak berbahaya dan akan banyak terjadi penipuan. Koperasi online dengan memakai teknologi internet dengan mengumpulkan orang-orang untuk menjadi anggota dan bagaimana caranya untuk bisa mengontrol semua proses berjalan dengan baik.

Dalam membangun koperasi online di butuhkan orang-orang mengerti manajemen keuangan dan tatakelola manajemen. Koperasi online sifatnya sama dengan koperasi konvesioal hanya saja bentuknya online dan keanggotaannya mempunyai kejelasan serta bersifat kepada kekeluargaan dan kesejahteraan anggota.

Dalam membentuk keanggotaannya dilakukan musyawarah anggota yang membentuk Kartu Koperasi Online (KKO). Memiliki pengelola dan memiliki manajemen serta Badan Hukum. Dalam menjalankan program koperasi online tentunya ada aturan dan tata cara pengaturan anggota minimum dan anggota maksimum.

Untuk mendirikan koperasi online sama dengan koperasi konvensional harusa ada badan hukum untuk menjalankan usahnya. Untuk mencapai koperasi online yang ideal harus memiliki anggota minimal 51 orang, kenapa 51 orang adalah dapat membiaya dan menerapkan sistem bagi hasil,selanjutnya dalam mencapai demokrasi  keputusan dapat dilaksanakan.

Setiap anggota mendaftar dengan biaya pendaftara Rp. 50.000,00 untuk biaya pembuatan kartu tanda anggota dan berkas lainnya dan seterusnya memberikan iuran Rp. 75.000,00 per bulan. Jika di dihitung tanpa menjalankan usaha maka hasil dari iuran selama setahun adalah 51 x (12 x 75.000) sama dengan Rp. 45.900.000,00.

Selanjutnya dana yang terkumpul  diberikan dalam bentuk kartu koperasi online yang telah berisi modal Rp. 450. 000,00 setiap anggotanya.  Setengah dari dana iuran yang ada selanjutnya dibentuk sebuah usaha koperasi baik itu online dan konvensial yang bisa mendapatkan profit serta biaya pengelola koperasi.  Maka setengah dari profit usaha koperasi di jadikan modal koperasi yang bisa di pinjamkan ke anggota koperasi.   

Untuk memaksimalkan kinerja koperasi maka dilakukan rekrutmen anggota koperasi sampai batas maksimum untuk menjalankan koperasi dengan baik dan memiliki  kebersamaan dalam mengelola koperasi seperti hakikat koperasi. Dan setiap tahunnya ada laporan pertanggungjawaban koperasi serta pembagian hasil usaha koperasi. Batas maksimum anggota koperasi online adalah 101 orang. Dengan asumsi setiap anggota koperasi mengajak satu orang untuk menjadi anggota koperasi.

Melihat kemudahan aplikasi Watshap, twiter, histagram, facebook dan media chating lainnya yang memiliki group media. Sangat mumpuni untuk membangun komunitas dan membentuk sebuah koperasi online. Teknologi telah memberikan kita  kemudahan komunikasi dan  kemudahan dalam informasi serta kemudahan membuat group keanggotaan sehingga mudah berinteraksi.

Dalam menjalankan program koperasi online tentunya ada aturan dan tata cara pengaturan anggota minimum dan anggota maksimum. Untuk mendirikan koperasi online sama dengan koperasi konvensional harusa ada badan hukum untuk menjalankan usahnya. Untuk mencapai koperasi online yang ideal harus memiliki anggota minimal 51 orang, kenapa 51 orang adalah dapat membiaya dan menerapkan sistem bagi hasil,selanjutnya dalam mencapai demokrasi  keputusan dapat dilaksanakan.

Setiap anggota mendaftar dengan biaya pendaftara Rp. 50.000,00 untuk biaya pembuatan kartu tanda anggota dan berkas lainnya dan seterusnya memberikan iuran Rp. 75.000,00 per bulan. Jika di dihitung tanpa menjalankan usaha maka hasil dari iuran selama setahun adalah 51 x (12 x 75.000) sama dengan Rp. 45.900.000,00.

Selanjutnya dana yang terkumpul  diberikan dalam bentuk kartu koperasi online yang telah berisi modal Rp. 450. 000,00 setiap anggotanya. Setengah dari dana iuran yang ada, selanjutnya dibentuk sebuah usaha koperasi baik itu online dan konvensial yang bisa mendapatkan profit serta biaya pengelola koperasi. Maka setengah dari profit usaha koperasi di jadikan modal koperasi dan bisa di pinjamkan ke anggota koperasi.

Untuk memaksimalkan kinerja koperasi maka dilakukan rekrutmen anggota koperasi sampai batas maksimum untuk menjalankan koperasi dengan baik dan memiliki  kebersamaan dalam mengelola koperasi seperti hakikat koperasi.

 Setiap tahunnya ada laporan pertanggungjawaban koperasi serta pembagian hasil usaha koperasi. Batas maksimum anggota koperasi online adalah 101 orang. Dengan asumsi setiap anggota koperasi mengajak satu orang untuk menjadi anggota koperasi.

Koperasi online dibantu dengan aplikasi Goper untuk mempermudah transaksi dan sistem pembayaran. Aplikasi ini digunakan untuk mengetahui dan mengakses seluruh keanggotaan dalam setiap sub-sub keanggotaan koperasi online. Batas minimum anggota koperasi 51 orang dan batas maksimum adalah 101 orang. Jadi satu sub adalah antara 51 sampai 101 orang. Batasan sub di buat untuk mempermudah manajemen dalam mengatur keanggotaan dan mengelola usaha koperasi.

Koperasi online  sangat membantu masyarakat dalam manajemen keuangan yang modern dan membuat masyarakat untuk mebentuk wirausaha dari koperasi. Selama ini kita banyak wisausaha sendiri-sendiri sehingga sering mengalami kerugian dan menanggung keruginnya sendiri.

Dengan adanya Koperasi Online ini membuat masyarakat memiliki tabungan dari koperasi dan memiliki pendapatan dari koperasi secara bersama-sama. Dengan potensi jumlah penduduk  yang banyak maka koperasi online ini sangat membantu masyarakat dalam mengelola keuangan tanpa di bebani admistratif yang berbelit.

Kita menyadari bahwa program ini pun masih banyak kelemahan karena memang tidak mudah untuk membuat aplikasi dan membuat manajemen koperasi online tetapi kalau ada kerjasama untuk melakukannya tentu koperasi online bukan hanya wacana

Koperasi merupakan kekuatan ekonomi masyarakat yang membutuh tangan-tangan krreatif dalam mengembangkan supaya bentuk koperasi tidak stagnan ada kemajuan dengan menggunakan teknologi yang serba canggih saat ini. Peluang koperasi online membuka jalan untuk memberikan dorongan kepada masyarakat dalam bekerja sama dan membangun budaya gotong royong.