1 bulan lalu · 33 view · 5 min baca menit baca · Lingkungan 58986_21770.jpg

Peluang Industri Kertas Bersama Generasi Milenium

Kertas, siapa yang tidak tahu benda satu ini. Benda yang lazim digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya dalam kegiatan pendidikan, pemerintahan, administrasi yang berkenaan dengan kegiatan tulis menulis, kegiataan perdagangan yang digunakan sebagai alat pembungkus dan masih banyak lagi kegunaan kertas lainnya.

Saat ini, industri kertas menjadi salah satu sektor utama dalam perkembangan industri. Mengingat Indonesia memiliki ketersediaan bahan baku yang memadai untuk menghasilkan kertas dengan berbagai fungsi ditilik dari jenis kertas yang akan dibuat itu sendiri. 

Penggunaan jumlah kertas di Indonesia ini sendiri tidak terlalu besar. Menurut survei Menteri Perindustrian sekitar tahun 2016, jumlah konsumsi  kertas perkapita  di Indonesia sendiri baru mencapai  sekitar  angka 32,6 kilogram. 

Tidak seperti negara-negara lain dimana konsumsi kertas di negara-negara tersebut jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Kita bisa ambil contoh negara tetangga seperti Malaysia yang penggunaan bahan baku kertas telah mencapai angka 106 kilogram, dan Singapura dengan angka 180 kilogram.

Tentu saja, disatu sisi ini bisa dijadikan sebuah peluang untuk mengembangkan industri pulp dan kertas di Indonesia. Didukung dengan tersedianya bahan baku berupa kayu dari hutan, biasanya  tanaman industri seperti pinus, dan bahan baku lain yang berbentuk non kayu seperti sawit dan kelapa yang melimpah di negara Indonesia ini. Selain itu juga, pengaruh iklim juga sangat membantu dalam keberlangsungan pertumbuhan bahan baku kertas yang tentu akan digunakan secara terus-menerus, sesuai dengan jumlah yang nantinya akan diproduksi.

Banyak keuntungan yang diperoleh Indonesia dalam pengembangan Industri pulp ini, antara lain, menambah lapangan pekerjaan, meningkatkan daya saing industri di tingkat internasional, serta industri ini menjadi salah satu penyumbang devisa negara.

Peningkatan produksi kertas sebagai bahan ekspor ini, seharusnya bisa menjadi pertimbangan masyarakat kita juga. Bahwa penggunaan kertas jauh lebih ramah lingkungan dibanding plastik.


Saat ini, sektor industri pulp dan kertas menjadi perhatian utama dalam peningkatan perindustrian di Indonesia. Mengingat peringkat  industri Indonesia dalam sektor ini cukup bagus. Dengan peringkat ke sembilan untuk industri pulp, dan peringkat ke enam untuk industri kertas. 

Hal ini menjadi dasar bagi bangsa Indonesia untuk semakin giat memproduksi pulp dan kertas serta mengekpor hasilnya ke berbagai negara. Perlu diketahui juga, negara-negara pemasok kertas terebesar seperti Cina, Norwegia dan negara Skandinavia sudah mulai mengurangi kegiatan produksi pulp juga kertas. Dengan demikian, hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.

Pertumbuhan industri kertas baru mencapai sekitar 5%, dengan segala kemajuan teknologi serta tersedianya sumber daya yang melimpah, membuat Indonesia tak perlu khawatir, dan justru semakin percaya diri sebagai salah satu pemasok pulp serta kertas di kancah Internasional.

Kebutuhan kertas yang beragam, menuntut pelaku industri juga kreatif dalam menempatkan bahan –bahan pembuatan kertas agar menghasilkan kertas yang tidak hanya berkualitas, namun juga dapat menarik minat para pengguna. Sebab kebutuhan kertas tidak sekedar digunakan dalam kegiatan tulis menulis, ataupun surat menyurat. Akan tetapi banyak sekali kegunaan kertas.

Peluang-peluang yang terbuka ini perlu diperhatikan dan dijadikan sebuah poin penting dalam melalukan pengembangan. Salah satu sektor yang menjadi pemasok utama devisa negara ini, mesti diupgrade perkembangannya supaya benar-benar maksimal dalam menghasilkan barang hasil produksi yang berkualitas untuk diekspor keluar negeri

Kreatifitas juga dapat menjadi faktor utama. Unsur-unsur yang diperlukan tersebut perlu disinergikan satu sama lain, sehingga dapat mencapai hasil yang memuaskan. Kreatiftas pelaku usaha dapat dilatih melalui berbagai pelatihan. 

Namun yang lebih utama sekali perlu diketahui  dan diperhatikan, bahwasanya kreatifitas dalam pengembangan industri ini tidak hanya diambil dari para pelaku usaha di bidang tersebut. Melainkan dapat diambil dari sosok-sosok cerdas generasi milenium dimana usia-usia seperti memiliki kretifitas yang tinggi.

Ditilik dari berbagai kabar yang ada, sudah banyak mahasiswa maupun pelajar yang telah mampu membuat kertas dari bahan yang sederhana tanpa perlu mengandalkan alat-alat canggih. Kemampuan tersebut tentu harus diapresiasi sebagai aset bangsa agar industri ini mampu lebih berkembang kedepannya.


Ketersedian bahan baku yang memadai, dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk berkreatifitas menciptakan terobosan terbaru.  Terobosan-terobosan inilah yang dijadikan sebagai landasan pengembangan industri  pulp juga kertas di Indonesia.

Umumnya, kertas dibuat dari bahan serat kayu beberapa jenis tanaman. Namun saat ini limbah tanaman seperti pelepah maupun akar-akar tumbuhan yang kerapkali terbuang dapat digunakan sebagai alternatif. Hal ini merupakan salah satu peluang yang tidak dapat dianggap sepele dan perlu perhatian khusus.

Pengembangan industri ini perlu menjadi sorotan khusus, pasalnya perkembangan industri di sektor ini cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat segi pertumbuhan di dalam rangka ekspor keluarga negeri.

Di dalam negeri pun, industri pulp dan kertas dapat dikembangkan dengan cara mengubah penggunaan plastik yang acapkali dipakai di setiap lini kehidupan dengan mengganti kertas sebagai bahan pembungkus atau apapun yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan kertas akan terus meningkat, lantas hal tersebut akan berdampak pada industri yang bersangkutan.

Dan industri ini harus melibatkan para generasi milenial serta industri kreatif yang mungkin masih berskala kecil untuk turut andil dalam rangka peningkatan kualitas serta kuantitas produksi pulp juga kertas. Sinergi tersebut juga memperlukan dukungan dari pemerintah agar dapat berjalan dengan lancar. 

Peran pemerintah sangat dibutuhkan, antara lain diharapkan pemerintah dapat menyediakan tempat pelatihan untuk meningkatkan kemampuan produksi individu, penyediaan kesempatan agar pelaku usaha mampu bersaing dalam skala internasional, dan lain-lain.

Kemajuan-kemajuan yang saat ini sudah negara  peroleh, mesti dijaga dengan menerapkan beberapa cara-cara jitu supaya Indonesia kedepannya mampu menjadi penguasa industri pulp dan kertas di kancah internasioanal.

Kemampuan, ketersedian bahan baku, berserta alat-alat yang ada telah membuat industri siap dalam bersaing. Tak ada yang perlu diragukan, karena industri pulp dan kertas telah mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam pengembangannya.


Yang jadi persoalan yang belum sempat dibahas, mungkin bagi masyarakat Indonesia khususnya pribadi  harga kertas tidak terjangkau. Bisa dilihat dari harga buku tulis contohnya, ataupun tas belanjaan yang berbahan kertas. 

Ini mungkin belum menjadi persoalan yang serius, mengingat masyarakat Indonesia tidak sepenuhnya menggunakan kertas untuk rutinitasnya sehari-hari. Namun tak ada salahnya untuk dijadikan bahan pertimbangan sebagai  bahan acuan pengembangan industri pulp dan kertas dalam negeri.

Semoga kedepannya industri ini jauh lebih meningkat dan dapat mendatangkan kemaslahatan bagi negara, khususnya masyarakat. Dengan begitu bukan hanya pelaku usahanya saja yang memperoleh hasil, juga pemerintah, tetapi masyarakat luas sebagai pengguna bisa merasakan betapa terjangkaunya harga kertas. 

Selain itu, perkembangan industri ini tak hanya sampai disini saja. Harus ada persiapan dalam rangka menghadapi revolusi industri 4.0 dimana generasi milenial sebagai pelaksana utamanya. Dengan memberi kesempatan mereka untuk turut andil dalam kegiatan apapun yang menyangkut pengembangan industri di Indonesia.

Demikan artikel ini ditulis, semoga industri pulp dan kertas di Indonesia kedepannya dapat berkembang dengan pesat. 

Artikel Terkait