Banyak orang yang bekerja bukan mengejar passionnya (panggilan jiwa). Bahkan, dalam memilih jurusan kuliah pun kadang cuma ikut popularitas. Seperti Hukum, multimedia, dan ekonomi. Nah kan, banyak yang begini. Memilih jurusan yang popular, padahal passionnya bukan di situ.

Belum lagi cara pandang masyarakat kita tentang sebuah profesi. Yang masih menjadi favorit adalah ASN (Aparatur Sipil Negara), ASN lagi ASN lagi. Tidak ada yang salah kok sama ASN, cuma apa iya pekerjaan hanya ASN? Apa tidak ada profesi lain? terus kalo bukan ASN apa berarti menganggur.

Sudut pandang yang membuat semakin banyaknya lulusan perguruan tinggi menjadi pengangguran. Ibarat kata kita adalah elang, ya jangan paksa jadi hiu. Kita bisa tenggelam. Sama halnya kalo kita hiu, jangan paksa terbang, kan tidak punya sayap. Atau bisa multi talenta seperti angsa, bisa keduanya tapi tidak sejago renangnya hiu dan terbangnya elang.

Bukankah sesuatu yang dikerjakan sepenuh hati juga akan memberikan hal yang besar? Bukankah jika bekerja secara profesionalitas juga bisa menghasilkan hasil yang sama besar? Lalu dimana berbagai macam profesi yang tergambar sejak kecil? Kenapa hilang setelah dewasa? Bagaimana jurusan yang nggak populer seperti Pertanian, fisika, olahraga dan lainnya.

Saya pernah baca jurnal, profesi berkelas beberapa tahun lagi adalah pertanian.  Karena di masa mendatang masyarakat semakin membutuhkan bahan makanan yang bermutu. Sayangnya, jurusan ini jarang diminati karena banyak yang menganggap ini tidak keren.

Teman baik saya, DO dari kampus sekarang malah jadi importir alat berat. Berawal dari mana? Karena ia sering main ke proyek-proyek pengerjaan bangunan. Ada juga penyanyi wedding, saya tidak kenal dekat, cuma tahu kisahnya. 

Dia bukan lulusan IMI atau jebolan sekolah musik ternama. Dia lulusan perawat, tidak menyambung kan? Berawal dari hobinya bernyanyi di kamar mandi dan masuk sanggar seni di daerah menteng Jakarta Pusat. Sekarang jadi penyanyi wedding yang cukup dicari.

Supervisor saya dulu waktu di hotel lebih ajaib. Cuma lulusan SMA, tapi bisa naik melalui jenjang karier jadi kepala cabang, padahal pesaingnya lulusan perhotelan semua. Teman saya lagi, berawal dari pramuniaga butik, masuknya bareng saya dulu, endingnya bukan punya butik juga. Tapi dia punya taylor. kerja saya juga saat ini lulusan film dan televisi semua. Bangga boleh dong ya? Saya yang tidak seberapa ini bersaing sama orang yang bertitel.

Sebagai contoh umum, mantan menteri kelautan kita  Ibu Susi, lulusan apa? sebelum jadi Menteri, beliau juga pengusaha sukses dan bertitel 'Si gila dari Pangandaran'. Berawal dari beli sekilo ikan di pelabuhan dan di jual lagi ke pasar. Begitu terus sampai sekilo menjadi ton, beliau sukses menjadi exportir. Kok bisa? Karena pakai hati dan dari hati, Panggilan jiwanya.

Sesuatu yang terjadi atas panggilan jiwa, akan lebih mudah dilakukan. Bekerja sesuai passion bisa membuat lebih bahagia. Kebahagiaan akan lebih terasa jika bekerja sesuai dengan bidang yang memang dicintai. Selain itu, perasaan senang ini bisa menimbulkan semangat dalam bekerja yang juga mempengaruhi produktivitas yang lebih baik.

Passion dapat menjadi hal yang memacu adrenalin. Nantinya, akan ada banyak tantangan baru yang memaksa untuk keluar dari zona nyaman yang selama ini disinggahi. Petualangan ini nantinya akan membuat berhadapan dengan banyak hambatan, mulai dari keyakinan diri yang perlahan luntur.

Kurangnya dukungan orang di sekitar, hingga masalah finansial. Kalau berhasil melaluinya dengan baik, pastinya dapat menjadi pengalaman berharga yang mendukung kesuksesan di masa depan. Kualitas diri semakin terbentuk seiring dengan hal baru yang dipelajari, proses mengejar passion juga menuntut untuk terus mempelajari hal baru yang ditemui setiap hari.

Bermalas-malasan tidak akan membawa melangkah ke mana-mana. Seiring dengan meningkatnya wawasan atau skill yang dimiliki, kualitas diri pun semakin terbentuk. Memilih untuk mengejar passion membuat tidak menjadi orang yang sama dibandingkan yang sebelumnya.

Proses mewujudkan passion tentunya melibatkan banyak rencana yang membuat lebih kritis terhadap diri sendiri. Ada banyak keputusan yang harus diambil untuk meraih apa yang ingin dicapai. Selain itu, sesuai dengan karakter yang kreatif, akan terdorong menciptakan berbagai inovasi yang sesuai dengan passion yang dimiliki.

Menggeluti hal yang menjadi minat dan kegemaran pastinya akan memberikan semangat tersendiri dalam diri. Hal ini bisa mendorong untuk mengupayakan performa semaksimal mungkin untuk meraih kesuksesan.

Bersemangat dalam menjalani profesi membentuk kualitas diri. Mengembangkan kreativitas untuk meraih apa yang ingin di capai. Serta terus menjaga produktivitas dalam berkarya guna mencapai hasil yang maksimal.

Bekerja dengan passion, sepenuh hati dengan gembira, mencintai pekerjaan adalah kunci sukses dalam bekerja, passion kunci sukses dalam menjalani profesi.