Investor pasar kripto Kembali dilanda kecemasan dan kepanikan, pasalnya harga dari bitcoin yang menjadi mata uang kripto terbesar merosot hingga US $17 ribu per keping, terendah sejak All Time High nya yang sempat menyentuh US$69 ribu yang berarti turun lebih dari 70 persen.

Ada apa sebenarnya dengan pasar kripto? Apakah ini akhir dari Cryptocurrency?

Berikut adalah beberapa faktor yang menjadi alasan turunnya pasar kripto

1. Inflasi dari Amerika Serikat yang Tinggi

Salah satu faktor yang membuat pasar kripto turun adalah inflasi dari Amerika Serikat yang naik sebesar 8,6%, tertinggi sejak 40 tahun terakhir. Membuat para investor mengamankan uangnya dari investasi yang beresiko seperti pasar kripto untuk menghadapi inflasi global ini, hal ini adalah salah satu faktor yang menyebabkan pasar kripto turun bulan lalu.

“Bitcoin, Ethereum, dan sebagian besar cryptocurrency menderita kerugian selama akhir pekan setelah aksi jual luas menyusul data yang menunjukkan inflasi AS mencapai level tertinggi 40 tahun,” kata Patel, seperti dikutip dari Financial Express

“Aset spekulatif seperti kripto akan terus mengetat di bawah kondisi inflasi dan likuiditas yang rendah ini,” kata Investment Advisor dari Gerber Kawasaki Wealth & Investment Management, seperti dikutip dari Forbes

“Tampaknya sangat mungkin bagi Bitcoin untuk mencapai $15.000 atau lebih rendah,” kata Rosmer, dikutip dari Forbes

2. Fase Crypto Winter

Crypto Winter adalah istilah di dunia kripto untuk menyebut kondisi berkepanjangan berbagai aset kripto mengalami penurunan harga yang signifikan atau bearish trend. Istilah ini sendiri sudah dipakai sejak awal 2018, untuk menyebut istilah penurunan harga yang turun lebih dari 70 persen.

Dilansir dari CNBC fase Crypto Winter ini diprediksi akan berlangsung dua hingga tiga tahun, namun ini hanya perkiraan.

3. Perang Dunia

Mata uang kripto telah mengambil peran yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam sejarah mata uang kripto, dalam konflik antara Rusia dan Ukraina, Mata uang kripto yang lebih dikenal sebagai aset yang beresiko dan tidak memiliki fundamental yang jelas kini digunakan untuk berbagai tujuan kemanusiaan.

Salah satunya adalah gerakan dari para komunitas kripto dan komunitas Non Fungible Token atau NFT yang mendonasikan mata uang kripto mereka seperti Bitcoin, Ethereum dan USDT kepada Ukraina untuk berbagai kebutuhan.

Tekanan dari perang Rusia dan Ukraina adalah salah satu penyebab turunnya ekonomi dunia, tentunya hal ini berdampak negatif kepada pasar kripto, oleh karena itu , karena kripto tidak memiliki fundamental yang jelas, para investor memilih investasi yang lebih jelas dan aman.

4. Harga Mata Uang Kripto “Terra Luna” Anjlok

Terra Luna adalah token yang dibuat oleh Terraform Labs pada tahun 2018 yang berbasis di Singapura, Token ini merupakan bagian dari proyek Blockchain Terra yang fundamentalnya adalah menjaga kestabilan UST atau stablecoin dari projek Terra Luna ini.

Salah satu mata uang kripto yang masuk kedalam 10 mata uang kripto terbesar ini anjlok hampir 100 persen, berdasarkan data dari CoinDesk, harga Terra Luna yang yang awalnya Rp. 1,2 juta pada awal mei, kini harga Terra Luna hanya sebesar Rp. 1. 

Banyak faktor yang membuat Terra Luna ini turun salah satunya adalah Terra Stable Coin atau UST yang tidak 1:1 dengan stable coin lainnya, karena proyek dari Ekosistem Terra Luna sendiri adalah menjaga kestabilan stable coin milik nya yaitu UST.

Jika stable coin itu sendiri tidak berbanding 1 lagi dengan dollar US, maka hal ini tentunya yang menyebabkan kecemasan dan kepanikan kepada para investor token Terra Luna yang akibatnya menjual asetnya sehingga turun hampir 100 persen.

5. Celsius Network Ltd Menghentikan Penarikan

Di tengah pasar kripto yang melemah, salah satu perusahaan kripto besar yang melayani pertukaran, peminjaman, dan penarikan mata uang kripto ini justru memberhentikan semua jenis layanannya.

“Karena kondisi pasar yang ekstrim, hari ini kami mengumumkan bahwa Celsius menghentikan sementara semua penarikan, pertukaran, dan transfer antar akun. 

Kami mengambil Tindakan ini hari ini untuk menempatkan Celsius pada posisi yang lebih baik dalam melayani penggunanya” tulis mereka di blog Celsius pada Senin, 13 Juni 2022 lalu.

Tindakan Celsius network ini tentunya memberikan dampak yang sangat negatif pada pasar kripto, di tengah inflasi dari Amerika Serikat yang tinggi sejak 40 tahun terakhir, perang dunia dan token Terra Luna yang anjlok, perusahaan Celsius Network justru menambah kecemasan dan kepanikan bagi para investor.

Ternyata ada beberapa alasan mengapa perusahaan Celsius ini memberhentikan semua layanannya, yaitu karena pasar kripto yang melemah dan perusahaan Celsius Network yang berinvestasi di token Terra Luna yang telah turun hampir 100 persen yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar. 

Jadi itulah beberapa faktor yang membuat pasar kripto melemah, meskipun kripto sedang berada pada bearish trend atau harga yang terus menurun tetapi sekarang pasar kripto sudah di fase pemulihan, beberapa mata uang kripto sudah rebound atau memantul.

Salah satunya adalah mata uang kripto terbesar yaitu bitcoin yang berada di US $ 22 ribu per tanggal 23 July 2022 sejak harga terendahnya yang berada di US $ 17 ribu.