Kedudukan orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Orang tua merupakan alasan dan berkah dari adanya anak di dunia ini. Oleh karena itu, banyak seruan yang mengajarkan agar anak berbakti dan taat kepada orang tua. Mulai dari ayat al-Qur'an hingga hadis-hadis.

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." (Q. S. Al-Isra (17): 23)

Ayat di atas merupakan salah satu dari banyaknya ketentuan yang memerintahkan untuk taat dan berbakti kepada orang tua. Keberadaan orang tua dalam hidup seorang anak adalah keberkahan yang tidak akan ada duanya. Seorang anak akan selalu membutuhkan keberadaan orang tua, meskipun telah menginjak usia dewasa.

Zakiah Dradjat menyatakan bahwa orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak, karena merekalah awal dari seorang anak menerima pendidikan. Pendidikan yang berasal dari orang tua tercipta dari hubungan timbal balik antara anak dan orang tua, serta lingkungan kehidupan yang ada di rumah sebagai tempat tinggal.

Bertolak dari pernyataan tersebut, diketahui bahwa orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak. Hal tersebut juga menjadi landasan bagi orang tua untuk mengajarkan dan memberikan pengajaran tentang kebaikan kepada anak. Memberikan pengajaran kebaikan pada anak merupakan kewajiban bagi orang tua.

Kewajiban syar'i atas ibu bapak bahwa mengajarkan anak dengan pengajaran yang baik.

Dengan pengajaran ini maka anak boleh mendapatkan lima rupa keuntungan besar dan boleh anak menjadi cahaya matanya beserta beberapa pahala bagi keduanya.

Kutipan di atas berasal dari pasal pertama naskah "Risalah Perhiasan Bagus: untuk anak perempuan" yang dikarang oleh Usman bin Abdullah bin Ali bin Yahya Al-'Alawi. Naskah yang ditulis lebih dari 100 tahun lalu ini membahas mengenai perhiasan bagus bagi perempuan bukanlah emas, permata, atau berlian sekalipun. Tetapi perhiasan bagus bagi perempuan ialah lima keuntungan yang dibahasa dalam naskah ini. Keuntungan tersebut, yaitu:

1. Dapat berlaku dengan kelakuan yang baik.

2. Dapat berperangai yang baik, yaitu dengan budi bahasa dan pekerti yang baik.

3. Masuk surga dan mendapat keridhaan Allah.

4. Selamat dari api neraka.

5. Selamat dari bahaya atau bencana di dunia.

Kutipan yang tertulis di atas merupakan salah satu pasal yang dapat membawa seseorang dalam mendapatkan lima rupa keuntungan tersebut. Orang tua wajib mengajarkan kebaikan dan memberi pengajaran yang baik kepada anak. Hal tersebut perlu dilakukan karena tidak hanya memberi keuntungan bagi anak, tetapi juga bagi orang tua yang memberikan pengajaran.

Anak yang mendapat pengajaran yang baik akan hidup dengan perangai yang baik pula. Anak akan jauh dari sifat-sifat yang mengarah ke kejahatan. Selain itu, anak dengan pengajaran yang baik dapat membedakan antara hal baik dan hal buruk. Seperti yang disampaikan oleh kutipan di atas, bahwa anak yang diberikan pengajaran baik akan menjadi cahaya bagi kedua orang tua, dan kedua orang tua mendapatkan pahala dari kebaikan anak-anaknya.

Sebagaimana orang tua yang memiliki hak untuk ditaati, dihormati, didengarkan, serta diperlakukan dengan baik oleh anak. Mendapatkan pengajaran yang baik juga merupakan hak seorang anak yang harus dipenuhi oleh orang tua. Seorang anak yang tidak mendapatkan pengajaran kebajikan berhak meminta hak tersebut kepada orang tua.

Kehidupan orang tua yang memberikan pengajaran baik kepada anak akan senantiasa dipenuhi dengan pahala. Selain itu, anak yang mendapatkan pengajaran baik berhak mendapatkan lima rupa keuntungan yang sudah disebutkan sebelumnya.

Meskipun begitu, anak tetap tanggung jawab orang tua, dan orang tua berhak atas anaknya. Orang tua dapat memberikan perintah dan larangan bagi anak, yang sudah seharusnya dipatuhi oleh anak. Perintah untuk mengerjakan kebaikan, dan larangan untuk mendekati kejahatan. Dalam naskah ini, terdapat kutipan yang menyatakan hal tersebut, yaitu

Adapun dari perihal anak-anak itu maka hendaklah ia mengetahui sungguh-sungguh bahwa ibu bapanya punya pengajaran padanya punya perintah atasnya dengan mengajarkan segala kebajikan dan punya larangan atasnya daripada segala kejahatan

Seorang anak dengan pengajaran yang baik dapat memberikan banyak kebaikan, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang tua dan orang-orang di lingkungan sekitar. Keberkahan dan pahala berlimpah akan didapatkan orang tua dari memberikan pengajaran yang baik kepada anak. Begitupun bagi seorang anak, dengan pengajaran yang baik anak dapat hidup dengan kebahagiaan dan keberkahan, serta membanggakan bagi orang tua.