Program jumat bersih sudah semestinya masyarakat ikut berpartisipasi. Akan tetapi minimnya kesadaran masyarakat pada program ini menjadi penghambat dalam pembangunan. Permasalahan mengenai kurangnya kesadaran masyarakat kerap terjadi  pada upaya pembangunan sosial. 

Apabila upaya pembangunan sosial  pada program Jumat bersih partisipasi masyarakat kurang, maka pembangunan sosial menjadi kurang optimal.

Dalam melaksanakan program ini,  Ibu-ibu kader Jumantik wilayah RW. 001, Kelurahan Kamal,  Kecamatan Kalideres telah mengadakan sosialisasi yang dapat mengedukasi masyarakat  setempat akan perlunya menjaga kesehatan lingkungan sekitar. Akan tetapi ada saja masyarakat yang masih mengabaikan sosialisasi yang diberikan.

Program akan dapat berjalan dengan baik jika adanya partisipasi pada masyarakat.  Namun, sulitnya membangun partisipasi masyarakat  karena pola pikir yang dimilikinya masih rendah.  

Pola pikir ini juga menjadi salah satu faktor penghambat dalam pembangunan sosial. Akibatnya upaya pembangunan pada program Jumat bersih ini tidak berjalan dengan baik.

Jumat pagi,  25 November 2022, sebagaimana menjadi bentuk rutinitas di setiap pekannya. Seluruh warga Rw.001 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres mengikuti kegiatan program Jumat bersih. 

Dengan harapan selain menjaga lingkungan sekitar, diharapkan masyarakat juga terbiasa hidup sehat. Hal ini juga sebagai bentuk upaya terlaksananya pembangunan sosial.

Berdasarkan dari data Suku Dinas Kesehatan ditemukan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada bulan April 2022 terdapat 270 kasus di Jakarta Barat. Penyakit ini biasanya menyerang saat musim penghujan tiba. Musim penghujan menjadikan tempat-tempat lembab dan banyaknya genangan air yang bisa menyebabkan perkembangbiakan nyamuk menjadi meningkat. 

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak hanya terjadi pada balita tetapi anak-anak bahkan hingga orang dewasa. Daerah DKI Jakarta juga dinilai rawan terkena Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ibu-ibu kader jumantik tidak hanya memberikan sosalisasi tetapi juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan 3 M untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini termasuk dalam wabah tahunan yang terus terjadi di masyarakat. 

Dalam hal ini tentunya sangat dibutuhkan partisipasi dari masyarakat. Karena masyarakat harus peduli dengan lingkungan dan itu menjadi bentuk dukungan masyarakat sebagai upayanya program dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Adanya gerakan 3 M pada program Jumat bersih ini diantaranya: menguras dan menutup tempat penampungan air serta mengubur barang-barang yang sudah tidak layak untuk dipakai.

Ibu RW.001 mengatakan "tujuan utama dari adanya program Jumat bersih yaitu untuk menumbuhkan rasa cinta kita akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan". Selain diterapkannya gerakan 3 M, masyarakat juga diminta untuk selalu membersihkan saluran air, menyediakan tempat sampah di beberapa sudut jalan, menanam tumbuhan di sepanjang jalan dan merawat tanaman setiap hari. 

Dengan cara menyirami tanaman sebanyak 2 kali sehari setiap pagi dan sore, Karena sebagai bukti perhatian masyarakat pada lingkungannya.

Melalui program Jumat bersih untuk mengajak semua pihak supaya sadar dan peduli dengan lingkungannya. Oleh karena itu peran orang tua juga diperlukan untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka agar tidak membuang sampah jajanannya di sembarang tempat. 

Lingkungan yang bersih dan sehat membawa berbagai manfaat. Selanjutnya ibu-ibu kader jumantik juga akan berkeliling ke rumah-rumah warga untuk memeriksa dan memastikan bak atau tempat penampungan airnya bersih dan juga tidak ada pakaian kotor yang menggantung.

Awal program Jumat bersih ini dilaksanakan banyak masyarakat yang kurang antusias, seperti tidak melakukan tugasnya dengan baik. Tetapi seiring berjalanya kegiatan dan sosialisasi yang dilakukan dengan teratur, masyarakat menjadi sadar bahwa sangat penting menjaga kebersihan demi kesehatan. 

Program Jumat bersih sekarang menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat setiap Jumat pekan. Masyarakat juga telah menyediakan tempat untuk mencuci tangan di halaman rumah mereka.

Manfaat seperti apa yang kita peroleh dari adanya program Jumat bersih?. Dengan adanya program ini masyarakat menjadi tahu bahwa hal sederhana yang bisa mereka lakukan demi kesehatan dirinya dan orang lain. 

Berikut manfaat yang akan kita dapatkan karena melaksanakan program dengan baik diantaranya: a. Terhindar dari penyakit menular. Lingkungan yang kumuh dapat menyebabkan berbagai penyakit menular seperti, Demam Berdarah Dengue (DBD), Tuberkulosis (TBC), dan Tifus. Penyakit tersebut apabila tidak segera diobati akan berujung pada kematian.; b. Terhindar dari ancaman banjir.

Membuang sampah menjadi penyebab terjadinya banjir, karena membuat saluran air atau selokan tidak mengalir dengan lancar.; c. Terpeliharanya kerukunan antartetangga. 

Lingkungan yang bersih dan sehat membawa dampak energi positif.; d. Lingkungan menjadi lebih nyaman dan asri untuk ditempati.; e. Meningkatnya kesehatan jasmani dan rohani. 

Seorang Penyair dan filosof Romawi bernama Decimus Lunius Juvenalis, menuliskan puisi satire yang ditulis indah dan berbunyi "Mens Sana In Corpore Sano" atau yang berarti "Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat".

Terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman akan menciptakan suasana yang kondusif. Sehingga suasana tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. 

Melalui program Jumat bersih berharap masyarakat menjadikan kegiatan tersebut sebagai rutinitasnya pada setiap hari Jumat.  Dengan adanya partisipasi dari masyarakat, program-program pembangunan sosial dapat berjalan dengan baik dan lancar yang akan membawa hasil yang optimal.