Mata pencaharian masyarakat perkotaan tidak berbasis pada industri pertanian. Mereka lebih mengandalkan industri manufaktur, perdagangan, dan jasa sebagai mata pencaharian utama. Siklus kerja masyarakat urban biasanya memiliki pola lima hari kerja dan libur di akhir pekan. Siklus kerja tersebut sepertinya telah berlangsung sejak zaman revolusi industri dan berlanjut hingga saat kini.

Hari Sabtu dan Minggu menjadi waktu luang berharga yang biasanya dimanfaatkan masyarakat urban untuk melakukan kegiatan rekreasi. KBBI mendefinisikan kata “rekreasi” sebagai penyegaran kembali badan dan pikiran yang biasanya dilakukan setelah lelah bekerja. Kegiatan rekreasi dapat berupa banyak hal, mulai dari olahraga, istirahat di rumah, bermain games, dan yang paling umum dilakukan adalah berwisata.

Pariwisata tidak lagi menjadi kebutuhan tersier masyarakat urban melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup. Berwisata di akhir pekan ibarat ritual wajib yang dilakukan masyarakat perkotaan untuk  melepas penat setelah lelah bekerja.

Akan tetapi, tidak semua masyarakat perkotaan memiliki waktu luang atau jatah cuti yang cukup untuk berwisata keluar kota. Padahal masyarakat perkotaan masih membutuhkan kegiatan wisata untuk rekreasi. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memilih jenis pariwisata perkotaan.

Urban tourism atau pariwisata perkotaan merupakan tipe aktivitas wisata yang di lakukan di kawasan perkotaan (urban area). Kota-kota besar di Indonesia sebenarnya telah memiliki berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan rekreasi di dalam kota.

Berikut ini beberapa daya tarik wisata perkotaan yang dapat dijadikan tempat rekreasi masyarakat urban di akhir pekan:

Taman Kota (Urban Park)

Taman kota merupakan bagian penting dari tata ruang kota yang memiliki fungsi ekologis serta fungsi sosial bagi masyarakat. Fungsi ekologis dari taman kota, yaitu sebagai tempat terbuka hijau yang menghasilkan oksigen dan menyerap air hujan. Sedangkan fungsi sosial dari taman kota adalah sebagai tempat berinteraksi masyarakat dan juga rekreasi. Berbagai kegiatan rekreasi dapat dilakukan di taman kota, mulai dari piknik, jogging, bersepeda, maupun berjalan-jalan dengan hewan peliharaan.

Setiap taman kota memiliki keunikan dan ciri khas yang mencerminkan budaya di setiap daerahnya. Hampir seluruh kota-kota besar di dunia dan Indonesia memiliki taman kota mereka. Terdapat Central Park di New York, Hyde Park di London, Ueno Park di Tokyo, dan Lumpini Park di Bangkok. Sedangkan Indonesia memiliki Taman Menteng di Jakarta, Taman Bungkul di Surabaya, dan Alun-Alun Kidul di Yogyakarta.

Museum

Keberadaan museum cukup mudah ditemui di berbagai wilayah perkotaan. Gedung museum biasanya dibangun di lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Keberadaan museum merupakan hal yang penting bagi pelestarian warisan budaya yang dimiliki suatu bangsa, baik warisan budaya berwujud maupun tidak berwujud. Museum juga memiliki fungsi edukasi dan rekreasi bagi masyarakat.

Terdapat berbagai tipe museum berdasarkan isi koleksinya, mulai dari museum arkeologi, museum sejarah, museum etnologi, dan museum seni. Salah satu contoh museum seni yang ada di Indonesia adalah Museum Affandi di Yogyakarta yang menyimpan berbagai karya seniman Affandi.

Perpustakaan

Mengunjungi perpustakaan dapat menjadi pilihan masyarakat urban menikmati akhir pekan. Biasanya para orang tua mengajak anak mereka ke perpustakaan untuk membaca buku bersama. Perpustakaan yang ada di wilayah urban biasanya memiliki fasilitas yang mendukung kegiatan pengunjung, seperti toilet, mushola, dan wifi gratis. Selain itu, bangunan perpustakaan juga didesain semenarik mungkin. Contohnya Grhatama Pustaka di Yogyakarta yang memiliki arsitektur megah dan dengan berbagai koleksi buku yang berbeda di setiap lantainya.

Mal

Mal adalah salah satu jenis pusat perbelanjaan yang terdapat di wilayah urban. Masyarakat perkotaan sangat mengandalkan mal dalam kehidupan mereka, mulai dari berbelanja kebutuhan primer, sekunder, sampai tersier dilakukan di sana. Selain sebagai bagian dari industri perdagangan, mal juga berfungsi sebagai tempat rekreasi.

Banyak masyarakat yang mengunjungi mal untuk menonton film di bioskop, bermain bowling, menikmati live music, atau mengunjungi tempat hiburan arcade, seperti Timezone dan Fun World. Ada pula orang-orang yang mengunjungi mal hanya untuk melihat-lihat saja atau biasa disebut window shopping. Semua kegiatan tersebut termasuk dalam bentuk rekreasi.

Banyak Kota di dunia yang menjadikan mal mereka sebagai daya tarik wisata mereka. Mal-mal tersebut dibangun dengan arsitektur unik dan dilengkapi oleh berbagai fasilitas di dalamnya. Contohnya Dubai Mal di Kota Dubai yang memiliki aquarium raksasa. Indonesia juga memiliki mal yang terkenal di setiap kotanya, seperti Grand Indonesia di Jakarta, Malioboro Mal di Yogyakarta, dan Paris Van Java Mal di Bandung.

Berbagai daya tarik wisata perkotaan tersebut biasanya menjadi bagian dalam tata ruang wilayah urban. Oleh karena itu, penting bagi wilayah urban untuk merancang wisata perkotaan mereka supaya mempermudah masyarakat melakukan rekreasi dan juga menarik wisatawan berkunjung ke kota mereka.