Tiap tahun, pengguna transportasi online kian meningkat. Tak bisa kita mungkiri, hadirnya transportasi online berhasil menyelesaikan masalah pengangguran yang menjadi 'PR' pemerintah tiap tahunnya. 

Namun, bagai bom waktu, meledaknya pengguna transportasi online akan berakibat fatal pada beberapa aspek kehidupan. Hadirnya transportasi online dinilai sebagai salah satu sebab meningkatnya pencemaran udara. Selain itu, transportasi online juga dianggap sebagai salah satu pemicu kemacetan yang tak kunjung usai.

Awal mulanya, transportasi online hadir untuk mengatasi permasalahan mobilitas masyarakat Indonesia. Saat itu, transportasi umum masih belum se-modern saat ini, dimana pada saat itu belum terdapat MRT, LRT, KRL, dan berbagai moda transportasi modern lainnya. 

Masyarakat saat itu hanya memiliki pilihan untuk menggunakan angkutan kota atau bus umum yang memiliki stigma negatif di kalangan masyarakat, baik dari segi kenyamanan serta keamananannya. Untuk itu, hadirnya transportasi online dalam kurun satu dasawarsa menuai tanggapan positif dari masyarakat Indonesia. 

Di sisi lain, transportasi online juga memudahkan masyarakat dalam melakukan perjalanan baik jauh maupun dekat. Terlebih lagi, transportasi online turut membantu dalam pergerakan ekonomi Indonesia melalui layanan seperti food delivery. 

Menurut data yang diperoleh dari Statista, salah satu badan statistik online terbesar di dunia, hadirnya transportasi online berpengaruh pada  peningkatan pengguna jasa food delivery di Indonesia.

Data tersebut menyatakan bahwa pengguna jasa meningkat sebanyak 27,6% dibandingkan data yang diperoleh pada tahun-tahun sebelumnya. Dari hal ini kita dapat menyimpulkan bahwa hadirnya transportasi online terbukti membantu Indonesia dalam menggerakkan roda perekonomian. 

Kontradiktif Hadirnya Transportasi Online

Ibarat dua sisi mata uang, setiap hal dalam kehidupan pasti memiliki dua sisi yang berlawanan, begitu pula permasalahan ini. Memang benar, hadirnya transportasi online cukup membantu pemerintah untuk menggerakkan roda perekonomian Indonesia serta mengurangi angka pengangguran di negeri ini. 

Tetapi, hadirnya transportasi online tidak menyelesaikan permasalahan tingginya tingkat pencemaran udara di Indonesia. Kehadiran angkutan transportasi online dianggap sebagai penyumbang tingginya indeks polusi di Indonesia.

Hal tersebut dapat dibuktikan dari data statistik yang diperoleh dari airvisual yang menyatakan bahwa indeks polusi udara di Jakarta dari tahun 2017 ke 2018 meningkat sebanyak 50% dan bahkan pada tahun 2019 ini semakin memburuk. 

Selain itu angkutan transportasi online juga dinilai sebagai penyumbang kemacetan di Indonesia. Hal tersebut tak lain disebabkan oleh berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh pengembang aplikasi. Terbukti, kemudahan tersebut menarik minat berbagai kalangan sehingga banyak sekali masyarakat yang memilih moda transportasi online daripada transportasi umum.

Jika angkutan transportasi online tidak segera dibatasi dikhawatirkan akan berdampak pada buruknya kualitas udara di indonesia. Tak bisa dipungkiri, meningkatnya pengguna transportasi online setara dengan meningkatnya penggunaan bahan bakar kendaraan yang menghasilkan emisi berbahaya.

Dilema dan Resolusi Pemerintah

Memang, pemerintah dalam hal ini berada di ujung persimpangan. Jika mereka membiarkan transportasi online tumbuh tanpa pengawasan dikhawatirkannya bisa mengakibatkan tingginya angka kemacetan dan polusi udara. Disisi lain, jika pemerintah membatasi angkutan transportasi online, mereka harus memikirkan solusi baru untuk mengatasi pengangguran di Indonesia.

Untuk itu, regulasi mengenai transportasi online tidak semestinya dianggap lalu oleh para elite pemerintah. Mereka patut untuk berkontemplasi dalam menyelesaikan dilema ini. Tanpa adanya regulasi yang ketat angkutan transportasi online ditakutkannya akan menjadi bencana dimasa depan. 

Sebagai tambahan, regulasi mengenai kepemilikan kendaraan di Indonesia sudah saatnya direvisi. Selama ini, regulasi di Indonesia memungkinkan masyarakat untuk memiliki kendaraan lebih dari satu dengan pajak yang cukup rendah. 

Hal ini menyebabkan masyarakat lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi daripada menggunakan transportasi umum. Jika hal ini terus berlanjut, bisa dipastikan bahwa angka kemacetan dan polusi akan terus meningkat.

Masyarakat Indonesia juga sudah saatnya untuk beralih ke moda transportasi umum. Pemerintah saat ini sudah mulai menganggap serius transportasi umum dengan membangun moda transportasi modern. Sehingga sebagai masyarakat kita harus mendukung perubahan yang dilakukan pemerintah.

Edukasi mengenai penggunaan transportasi umum juga patut dianggap serius. Pemerintah perlu untuk menggencarkan gerakan menggunakan transportasi umum untuk jarak jauh dan berjalan kaki untuk jalan dekat. 

Seiring dengan perubahan itu, peningkatan terhadap fasilitas umum serta ruas pejalan kaki juga harus dilakukan. Transportasi umum yang modern sudah saatnya dibangun secara merata dan tidak hanya berfokus pada kota-kota besar. Sehingga masyarakat akan lebih nyaman dan aman dalam mobilitas sehari-harinya. 

Harapannya, di masa depan akan terjadi keseimbangan di jalanan. Transportasi online akan tetap berjalan dengan semestinya namun lebih sistematis. Disisi lain transportasi umum juga akan menjadi moda pilihan terbaru masyarakat Indonesia. Jika hal ini benar-benar terwujud, Indonesia minim polusi dan kemacetan bukan suatu hal yang mustahil lagi.