Diketahui bahwa negara Sri Lanka sekarang ini sedang mengalami kebangkrutan besar-besaran, hingga Presiden mereka, Gotabaya Rajapaksa melarikan diri dari kediaman atau istana resmi kepresidenan.

Dikutip dari detiknews, sudah berbulan-bulan Sri Lanka mengalami kekurangan sumber daya yang memenuhi kebutuhan warganya. Dari kekurangan pangan, bahan bakar, listrik, dan juga mengalami inflasi yang tinggi karena pemerintah Sri Lanka kehabisan mata uang asing untuk mengimpor barang-barang pokok.

Karena krisis ekonomi yang melanda negaranya, ini mulai memunculkan serangkaian aksi protes warga negara Sri Lanka yang bermula pada 31 Maret hingga memuncak pada tanggal 9 Juli 2022 kemarin yang menerjang kediaman resmi presiden Sri Lanka.

Ribuan warga Sri Lanka yang sudah geram dan sudah muak akan krisis ekonomi di negaranya yang tidak bisa memenuhi  kebutuhan pangan dan energi mereka, maka kerumunan warga Sri Lanka ini menyerbu kediaman resmi kepresidenan di Kolombo hingga Presiden Gotabaya terpaksa dievakuasi keluar dari istana kediaman miliknya. 

Polisi juga menembakkan peluru ke udara untuk memperingatkan para demonstran, namun tetap tidak dapat menghentikan kerumunan warga yang marah dalam aksi pengepungan istana kepresidenan itu.

Diketahui aksi protes warga Sri Lanka untuk menerobos kediaman presiden adalah karena sudah berbulan-bulan warga Sri Lanka susah mendapat bahan bakar untuk kendaraan mereka. Mereka rela mengantre panjang untuk demi mendapat bahan bakar untuk menghidupkan kendaraan bermotor miliknya. 

Bahkan pemilik transportasi-transportasi umum di Sri Lanka juga turut mengantre untuk mendapat bahan bakar, namun disisi lain bahan bakar seperti solar nyatanya di negara Sri Lanka sudah mulai habis dan stok menipis.  

Sekolah-sekolah di Sri Lanka juga banyak yang tutup  karena tidak adanya akses kendaraan untuk mengangkut para siswa kesekolah. Dan mereka sudah melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara online selama 3 tahun ini sejak kasus Covid-19 tinggi.

Sabtu 9 Juli 2022, Ribuan warga Sri Lanka ini menyerbu istana kepresidenan dengan menerobos barikade polisi. Mereka dengan bebas melakukan aktivitas dan menggunakan fasilitas yang ada pada istana kepresiden.

Banyak beredar di media sosial video dan foto para demonstran yang menggunakan fasilitas yang ada di istana kepresiden Sri Lanka.

Dari mulai memasak, mengambil stok makanan, berenang, menyanyi dengan diiringi piano mewah milik presiden, berolahraga dengan menggunakan alat gym milik presiden, tidur-tiduran di kamar presiden, hingga berswafoto di berbagai spot yang ada di hunian orang nomor satu di negara Sri Lanka tersebut.

Tidak sampai disitu, pada hari itu juga kediaman Perdana Menteri Sri Lanka juga terkena imbasnya. Para warga ini tidak segan-segan membakar rumah pribadi kediaman Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickeremesinghe.

Kerumunan massa ini meminta presiden Gotabaya Rajapaksa untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena telah dianggap tidak mampu mengatasi masalah krisis ekonomi yang dialami negara Sri Lanka. 

Dan para demonstran ini mengatakan bahwa "kami akan terus tetap berada di gedung kediaman presiden sampai Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickeremesinghe resmi mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya".

Menurut Liputan6 dari Channel News Asia, bahwa Presiden Gotabaya telah memberi kabar pada perdana menteri Ranil Wickeremesinghe bahwa dirinya akan mengundurkan diri.

Ketua parlemen Sri Lanka juga menyebutkan bahwa Rajapaksa akan mengundurkan diri pada hari Rabu 13 Juli hari ini. Dan hari ini bertepatan, Presiden Sri Lanka resmi mengumumkan telah mundur dari jabatannya.

Perdana Menteri Ranil Wickeremesinghe, juga memberi kabar bahwa dia juga menggantungkan jabatannya sebagai Perdana Menteri Sri Lanka. Maka dari itu, pemerintah sementara negara Sri Lanka dan semua partai yang akan mengambil alih pemerintahan.

Akibat dari aksi protes dan bentrokan itu, sebanyak 105 orang yang harus dilarikan ke rumah sakit. Dan sebanyak 55 orang masih harus menerima perawatan secara ekslusif. Dan dengan satu orang mengalami kondisi kritis dikarenakan luka tembak yang didapatnya, CNN yang mengutip dari AFP.

Dengan adanya kegiatan penerobosan kediaman resmi Presiden oleh warga Sri Lanka ini, dapat memunculkan pertanyaan Apakah pantas masyarakat Sri Lanka ini bersikap seperti itu?. 

Jika dibandingkan dengan kita dahulu, ketika krisis moneter 1998, sebagai warga negara Indonesia yang juga pernah mengalami krisis ekonomi di negaranya. Banyak Mahasiswa yang turun ke jalan untuk melakukan aksi protes pada pemerintahan Indonesia pada saat itu. 

Bahkan juga menyerukan untuk Presiden Soeharto yang memimpin Indonesia pada saat itu, diminta untuk mundur dari jabatannya. 

Sikap warga Sri Lanka ini juga tidak jauh dari sikap warga Indonesia yang dilakukan pada saat diterjang krisis ekonomi. Namun digadang-gadang krisis ekonomi di Sri Lanka saat ini lebih buruk daripada negara Indonesia 1998.

Akun @firzahusaininc ini mengatakan bahwa "Kondisi negara Sri Lanka dan Indonesia itu berbeda jauh, rakyat Sri Lanka sangat menderita, krisis pangan, krisis energi, inflasi melambung tinggi, penghasilan anjlok, sedangkan di Indonesia sendiri, rakyatnya masih baik-baik saja, hanya oplosan yang menderita, itupun bukan karena kekurangan pangan namun nafsu yang menghantam".