Penulis
2 tahun lalu · 168 view · 1 menit baca · Puisi e.jpg

Panggung Politik

Kepada mereka yang bertarung di panggung politik, kita - yang kadang tanpa menyadari - menitipkan masa depan negeri ini. 

Kepada mereka yang menari di panggung politik, kita mempercayakan kebijakan yang diharap untuk kebaikan bersama.

Kepada mereka yang meraup rupiah di panggung politik, kita berharap perekonomian membaik.

Kepada mereka yang berbicara di panggung politik, mari kita tanyakan, bisakah kita turut bersuara?

Politik memang tak pernah pasti layaknya hitungan matematik.

Hari ini, mereka yang berseberangan pendapat, yang saling mencaci, yang saling menyudutkan, esok bisa saja tertawa terbahak bersama di restoran. Semua berubah cepat mengikuti ritme secepat melirik kesempatan mencapai kepentingan.

Meski melelahkan,panggung politik selalu menarik untuk diikuti. Entah kenapa. Mungkin karena sebagian orang terhibur dengan tingkah lucu para politisi, mungkin sekedar mengikuti, atau mungkin ada yang serius: ingin turut membangun negeri ini.

Pasti. Pasti di antara mereka yang sibuk menimbun rupiah di kantong pribadi dalam panggung politik, masih ada orang yang tak tega melihat manusia di sampingnya terinjak. Perlawanan kemudian disuarakan. Genderang perang ditabuh. Ada yang melawan secara radikal, ada yang diam-diam - sedikit malu-malu dengan alasan mencoba realistis.

Banyak yang sinis menonton lakon di panggung politik. Ada yang optimis, mencari inspirasi untuk turut berpartisipasi. Beberapa tertarik bermain di dunia politik dengan peran, tujuan, dan gaya yang lama. Beberapa tertarik ingin membuat perubahan.

Panggung politik, suka - tak suka akan selalu ada. Berbuah kebaikan atau tidak, tergantung aktor di dalamnya.

Artikel Terkait