Selama ini, Lailatul Qadar diimani turun di setengah akhir bulan ramadan. Antara tanggal 17 ramadan bersamaan dengan momentum nuzulul qur'an hingga masa ramadan berakhir. Pada dasarnya, kepercayaan ini telah diwariskan secara turun-temurun. Lailatul Qadar adalah malam ketatapan. Ketetapan berupa perubahan besar yang didapatkan oleh manusia. 

Perubahan yang disetarakan dengan waktu. Sebab waktu adalah makhluk paling berharga yang diciptakan Allah. Sang Bijak Bestari berkata mengenai waktu:

“Yang paling jauh dari kita adalah waktu kemarin, Yang paling dekat adalah masa sekarang, dan yang ghoib adalah esok”.

Lailatul Qadar mempunyai derajat yang setiap detik malamnya diberkati hingga munculnya fajar. Sebuah malam yang lebih baik dari masa 1000 bulan. Umat muslim percaya turunnya ayat pertama al-Qur'an surat al-'Alaq ayat 1 terjadi pada malam Lailatul Qadar. 

Malam dimana al-Qur'an turun sebagaimana yang diterangkan dalam surat al-Qadar ayat 1-5. Sebuah perubahan besar bukan saja bagi Nabi Muhammad, tetapi semua mahluk di bumi. Al-Qur'an yang setiap penggal lafadz-nya mengandung makna bagi seluruh kehidupan. Jadi, bukti adanya al-Qur'an sekaligus menjadi bukti bahwa Lailatul Qadar terjadi di bulan ramadan yang wajib diimani.

Para ulama' berlomba menafsirkan pada malam keberapa  Lailatul Qadar terjadi di bulan ramadan. Dan yang paling kuat pedapatnya adalah Lailatul Qadar terjadi pada tanggal ganjil bulan ramadan. Pada umumnya, dimulai tanggal  21, 23, 25, 27 dan 29 ramadan.

Ramadan tahun 1441 H bertepatan jatuh pada hari Jum'at. Imam Syadzili memprediksi Lailatul Qadar jatuh pada malam 17 ramadan jika tanggal 1 ramadan hari jum'at. 

Banyak orang berbagi kisah saat-saat ia mendapatkan Lailatul Qadar, termasuk Muhammad Adam Hussein, S.Pd, M. QHI melalui bukunya Sukses Berburu Lailatul Qadar. Ia mengaku sukses mendapatkan Lailatul Qadar dalam kurun waktu tahun 2011-2014.1

Banyak kisah-kisah lain yang cukup menginspirasi umat islam untuk melakukan hal serupa. Serangkaian peristiwa ghaib dipercaya terjadi saat Lailatul Qadar turun. Seperti, langit malam yang cerah hingga tembus landscape gugus bintang. Suasana yang sangat hening. Malam yang sangat damai. Terdengar suara malaikat. Dan puncaknya ialah dikabulkan do'a-do'a. 

Do'a yang paling baik bagi muslim ketika menemui Lailatul Qadar adalah do'a mohon ampunan. 

Malam Lailatul Qadar sangat identik dengan perubahan besar. Pertanyaan terbesarnya adalah perubahan apa yang setara 1000 bulan untuk manusia?. Atau minimal terjadi pada personal manusia?. Perubahan yang sangat besar dan super baik. Pada masa sekarang.

Apakah harus menunggu disaat-saat terakhir bulan ramadan untuk mendaapatkan Lailatul Qadar?. Atau sebenarnya Lailatul Qadar itu terjadi disetiap malam kehidupan manusia. Hingga manusia mendapatkan “niltama nilta” yakni suatu anugrah yang hanya diberikan bagi mereka yang terjaga di 1/3 malam. 

Petunjuk yang menjadi ciri khas dari Lailatul Qadar adalah “perubahan yang lebih baik dari 1000 bulan”. Mayoritas umat muslim masih dan akan terus percaya bahwa Lailatul Qadar terjadi di bulan ramadan. Dan disaat itu, memberikan keberkahan yang terus bertambah setelahnya. 

Jika dihubungkan dengan apa yang dialami oleh umat muslim sedunia saat ini adalah adanya pandemi. Penulis tertarik mengatakan bahwa pandemi ini akan berakhir bertepatan dengan turunnya Lailatul Qadar. Setelah pandemi, kehidupan manusia akan mengalami fase new normal yang setara dengan perubahan lebih baik dari 1000 bulan. 

Bagaimana jika pandemi ini berakhir bukan di bulan ramadan, justru di bulan lain?. Tentu itu bukan masalah. Yang terpenting adalah pandemi segera berakhir meskipun bukan bulan ramadan.   Tetapi, penulis percaya bahwa pandemi akan berakhir pada saat Lailatul Qadar turun. Sebab, Lailatul Qadar adalah malam perubahan besar yang memberi keberkahan

Ungkapan yang lebih nakalnya, Lailatul Qadar bahkan bisa saja turun di pagi hari, siang hari, atau sore hari dan tidak harus malam hari. Kata Lailatul Qadar adalah kesatuan nama yang diberikan kepada waktu yang membawa perubahan besar.

Tentu kita ingat saat kemerdekaan Republik Indonesia hari Jum'at tanggal 17 Agustus 1945 terjadi di bulan ramadan, pukul 10.00 WIB. Saat itulah Lailatul Qadar bagi seluruh rakyat Indonesia. Itu terjadi di sianghari.

Segala perubahan besar bagi kemaslahatan umat bisa dikategorikan Lailatul Qadar kubro . Apabila terjadi pada personal maka Lailatul Qadar sughro.

Justru Lailatul Qadar sughro kerap terjadi. Seperti bayi lahir maka Lailatul Qadar bagi ayah dan ibunya. Anak yang lulus sekolah berlaku Lailatul Qadar bagi dirinya sendiri. Orang yang lama mengangur lalu mendapatkan pekerjaan juga bagian Lailatul Qadar. Jomblo yang kemudian menikah termasuk dalam fase Lailatul Qadar. 

Seluruh perubahan besar pada manusia adalah Lailatul Qadar. Peningkatan derajat kehidupan. Pemberdayaan. Keselamatan. Kemaslahatan. Semuanya adalah rangkaian Lailatul Qadar.

Bagipara ulama' tasawuf, kematian adalah hal yang sangat indah karena pada saat itu ia bisa berjumpa dengan rabb-nya. Maka, kematian juga Lailatul Qadar bagi sebagian orang.

Tulisan ini bukanlah tafsir atas Lailatul Qadar, sebab penulis tidak memiliki kapasitas mufassir. Penulis hanya mengajak merenungkan makna Lailatul Qadar bagi manusia. Perubahan besar bagi peradaban manusia seluruh dunia baik personal maupun kelompok. Semoga Lailatul Qadar segera turun dan mengangkat pandemi dari muka bumi.

Rujukan:

Detik, Ciri-Ciri dan Kisah Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar