Padang Mahsyar adalah suatu tempat yang nantinya seluruh manusia dikumpulkan disana, tanpa terkecuali, mulai dari Nabi Adam sampai manusia terakhir nanti. Disana manusia menunggu selama bertahun-tahun lamanya untuk proses dihitungnya amal perbuatan mereka.

Seluruh manusia kebingungan, ketakutan, dan kepanasan dengan cuaca panas yang tidak pernah dirasakan sebelumnya saat di dunia. Telah disampaikan oleh Rasulullah bahwa pada saat itu, jarak matahari dengan manusia sangatlah dekat, berikut ini adalah hadis yang menjelaskannya:

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil" (HR. Muslim).

Hadis tersebut menggambarkan suasana saat di Padang Mahsyar nanti, suasana yang tidak pernah terbayangkan dan tidak bisa diilustrasikan dengan daya khayal manusia. Matahari saat ini yang jaraknya jutaan kilometer saja sudah terasa membakar kulit, apalagi jika matahari hanya berjarak satu mil dengan manusia.

Namun, ada beberapa kelompok yang kebal terhadap panasnya matahari saat itu, atau dalam artian Allah beri keistimewaan kepada mereka dengan suatu naungan yang saat itu tidak ada naungan yang dapat menaungi satu pun manusia, kecuali manusia-manusia pilihan yang khusus Allah naungi dengan Naungan-Nya.

Tentu naungan tersebut tidak dapat dibayangkan pula seperti apa wujudnya, naungan tersebut melindungi manusia-manusia yang Allah pilih. Berikut ini adalah hadis yang menjelaskan perihal tersebut:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya semata. (Yakni) Imam yang adil, pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabb-nya, seseorang yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan, lalu ia mengatakan: "Sungguh aku takut kepada Allah.", seseorang yang bershodaqoh lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya, dan orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Golongan-golongan manusia terpilih yang disebutkan dalam hadis tersebut adalah sebagai berikut:


  • 1. Imam yang adil

Mereka adalah golongan manusia yang mendapatkan amanah kepemimpinan semasa di dunia, mereka mengemban amanah dengan baik, adil, dan memperhatikan umat yang dipimpinnya serta mendahululan kepentingan sosial daripada kepentingan individual dan tidak memperkaya dirinya sendiri.

Pemimpin tidak dibatasi oleh usia, baik muda maupun tua, apabila dia seorang pemimpin yang adil, maka Allah akan memuliakannya dengan salah satunya adalah menjadi hamba pilihan yang dinaungi oleh Allah SWT di hari kiamat nanti.


2. Pemuda yang tumbuh dengan senantiasa beribadah

Masa muda biasanya adalah masa kebebasan, pertumbuhan, dan proses menuju dewasa. Kebanyakan anak muda membuang-buang waktunya dengan segala kesenangan duniawi, dan dapat terlihat jelas pada zaman sekarang ini. Anak muda zaman ini biasanya terlalu terobsesi dengan budaya barat yang menormalisasi mabuk, pacaran, membuka aurat, dsb.

Namun, ada anak muda yang istiqamah di jalan Allah, beribadah dengan giat, dan berakhlak baik. mereka bisa menahan nafsunya terhadap segala kesenangan dunia yang biasanya dinikmati oleh para pemuda, namun mereka lebih mengutamakan Allah daripada dunia.


3. Orang yang hatinya terpaut dengan Masjid

Golongan ini adalah mereka yang senantiasa menjadikan masjid sebagai tempat kembalinya. Mereka senantiasa menghidupkan masjid, meramaikannya dengan ibadah sholat fardhu maupun sunnah, berdzikir, menuntut ilmu, dsb. Masjid adalah rumah suci Allah, maka Allah memuliakan hamba-Nya yang taat.


4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah

Cinta dari dua orang insan yang didasari keikhlasan karena Allah, akan membawa mereka kepada keridhoan-Nya. Mereka semasa di dunia menjadi teman yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan apabila salah satu mereka melakukan kesalahan.

Mungkin mereka tidak ada hubungan darah, atau mungkin terpisah jarak dan waktu, namun itu tidak menghalangi mereka dari cinta yang berlandaskan ketaatan kepada Allah. Mereka akan menjadi teman yang saling menolong di akhirat kelak.


5. Seorang lelaki yang menolak untuk berzina

Mereka adalah orang-orang yang kuat imannya, laki-laki yang biasanya cenderung terobsesi dengan wanita, namun lebih memilih untuk menolak ajakan berzina dari wanita yang cantik rupawan, dengan alasan takut kepada Allah.

Hal ini sama seperti dengan Nabi Yusuf yang menolak ajakan Zulaikha untuk berzina. Hal ini tidaklah mudah, seorang lelaki yang lemah imannya akan mudah tergoda dengan wanita, bahkan walaupun wanita itu tidak mengajaknya untuk berzina.


6. Ahli Shadaqah

Mereka adalah orang-orang yang suka bersedekah, dan yang digambarkan oleh hadis ini adalah mereka yang menyembunyikan sedekahnya tersebut. Meskipun sedekah secara terang-terangan diperbolehkan, namun alangkah lebih selamatnya jika disembunyikan.

Bagi orang yang sedekah dengan tersembunyi akan lebih selamat dari penyakit riya' dan sombong, dan juga dapat menjaga perasaan dari orang yang disedekahinya tersebut.


7. Ahli Dzikir

Mereka adalah para Ahli dzikir yang selalu mengingat Allah dimanapun mereka berada. Saat manusia lain biasanya malah bermaksiat di kala sedang sepi dan sendiri, mereka malah mengingat Allah dan berdzikir kepada-Nya.

Disaat manusia lain lelap tertidur, mereka malah jatuh tersungkur dan tenggelam dengan air mata berlinang berdzikir kepada Allah. Mereka sangat takut kepada Allah dan selalu mengingat-Nya dimanapun dan kapanpun.


Demikianlah tujuh kelompok manusia yang mendapatkan kemuliaan. Hadis ini tidak membatasi hanya tujuh golongan tersebut yang mendapat naungan, namun ada juga golongan manusia yang mendapat naungan, selain dari tujuh golongan tersebut, namun yang pasti, mereka adalah hamba-hamba Allah yang taat.

Maka sudah seharusnya bagi kita untuk berusaha menjadi salah satu dari golongan tersebut selama masih hidup di dunia ini, dan dengan itu semoga Allah memberikan ridho-Nya kepada kita dan mendapatkan kemuliaan di hari kiamat kelak. Wallahu a'lam.