Panase ora umum atau dalam bahasa Indonesia berarti “panasnya nggak biasa” merupakan frasa yang tepat untuk menggambarkan cuaca Kota Jogja siang itu. Sekitar pukul 12 siang ketika matahari sedang terik-teriknya, aku dan temanku nekat keluar menggunakan sepeda motor untuk mencari makan siang. Ah tapi sepertinya hari itu kami agak sial, warung makan yang kami datangi ternyata tutup. 

Di tengah rasa lapar, haus, dan kepanasan, kami memutuskan untuk makan sesuatu yang dingin dan segar. Pilihan kami jatuh kepada Rujak Es Krim Pak Paino yang lokasinya ada di Jalan Harjowinatan, Purwokinanti, Pakualaman, Yogyakarta. Sebagai seorang yang buta arah, tentu saja aku butuh bantuan Google Maps untuk sampai ke lokasi tanpa tersesat.

Sesampainya di lokasi, aku langsung memarkir motor Honda Beat kesayanganku. Bahkan sebelum turun dari motor, Bu Paino dengan ramah menyapa kami dan menanyakan apakah kami akan makan di tempat? Lalu kami menjawab dengan “Iya, Bu”.

sumber foto: dokumentasi pribadi

Rujak Es Krim Pak Paino dikelola sendiri oleh Pak Paino dan istrinya. Pak Paino bertugas untuk meracik rujak es krim dan lotis. Sedangkan Bu Paino nampak sibuk memarut buah-buahan, bahan untuk membuat rujak.

Lokasi Rujak Es Krim Pak Paino terlihat sederhana, Beliau memarkir gerobaknya di depan garasi rumah. Buah-buahan segar tersusun rapi di dalam kotak kaca yang menyatu dengan gerobak, sepertinya hal itu telah menjadi ciri khas penjual rujak di Indonesia. Terdapat pula sebuah parasol warna-warni yang melindungi penjual dari sengatan matahari. Walaupun aku yakin, mereka pasti tetap merasa kepanasan.

Aku dan temanku memilih untuk duduk di kursi plastik depan garasi rumah. Garasi rumah tersebut terasa sejuk karena terdapat beberapa tanaman. Sedangkan kursi lainnya terlihat kosong dan berjejer di atas trotoar depan garasi.

Kami memesan dua porsi rujak es krim. Aku sedikit merasa antusias karena sudah lama nggak makan rujak es krim, sepertinya terakhir kali aku makan dessert ini ketika masih SMA karena di depan sekolah ada penjual rujak es krim. Kalau temanku sih baru pertama kali makan rujak es krim, jadi bagi dia ini pengalaman pertama dan bagiku ini nostalgia jajanan SMA.

Tak butuh waktu lama untuk Pak Paino menyajikan pesanan kami. Rujak es krim yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu rujak dan es krim. Terdapat beberapa jenis buah dalam rujak, yaitu timun, bengkoang, kedondong, dan pepaya muda. Pak Paino menggunakan buah-buahan segar yang diparut tipis-tipis. Kemudian buahan-buahan tersebut dicampur dengan kuah khas Rujak Es Krim Pak Paino yang terasa manis, asam, dan asin. Sepertinya rasa manis berasal dari gula jawa dan asamnya dari asem jawa. 

Kemudian komponen kedua, yaitu es krim berwarna ungu muda. Warna tersebut berasal dari ekstrak buah naga. Sepertinya es krim dibuat dengan satan  sehingga menghasilkan  rasa yang gurih, ringan, dan tidak terlalu creamy. 

Ketika dimakan es krim langsung lumer dimulut. Rasa manisnya pun sangat pas, tidak terlalu manis jadi saat dimakan bersama rujak menjadi kombinasi serasi. Segarnya buah dan rasa manis, asam, dan asin dari rujak berpadu dengan dingin dan gurihnya es krim, nikmat banget deh!.

Sebenarnya ada beberapa cara untuk menikmati rujak es krim, bisa dimakan tanpa sambal atau dengan sambal, kalau suka pedas tinggal tambahkan sambal sesuai selera. Sambal rujak es krim warnanya coklat sama seperti kuah rujak es krim, tetapi dengan potongan-potongan cabai di dalamnya. 

Kalau mau rasa yang lebih unik lagi, tambahkan saja kerupuk putih sebagai pendamping rujak es krim. Rasa bawang dari kerupuk dan teksturnya yang kriuk dapat memperkaya rasa makanan. Tidak perlu berdebat lebih enak cara makan yang mana karena semua tergantung selera. Kalau aku sih, pilih makan tanpa tambahan apapun biar rasanya original. 

Setelah menghabiskan satu porsi rujak es krim, kami bersiap untuk membayar. Satu porsi Rujak Es Krim Pak Paino harganya Rp8.000,00.  Menurutku harga tersebut sebanding dengan kesegarannya. Selain  makan di tempat, Rujak Es Krim Pak Paino juga menerima pesanan ojek online, yaitu Grab Food dan Go Food. Pak Paino juga bersedia menerima pesanan dalam partai besar. Beliau bercerita, bahwa pada tahun 2014 Ia pernah diundang ke Jakarta untuk menyajikan rujak es krim di sebuah acara pernikahan.

Sebelum kami pamit, Pak Paino mengatakan bahwa semenjak pandemi Covid-19 ini, jumlah konsumennya menurun. Akan tetapi, Pak Paino tetap semangat dan konsisten berjualan.  Rujak Es Krim Pak Paino selalu buka setiap jam 9 pagi dan baru tutup ketika sudah habis. Rujak Es Krim Pak Paino dapat menjadi referensi wisata kuliner Kota Jogja yang menyegarkan di siang hari.