Banjir memang sudah menjadi fenomena tahunan di kota Jakarta. Hampir setiap tahun, Jakarta selalu saja dilanda banjir. Kendanti Gubernur DKI Jakarta berganti-ganti, dari yang paling galak sampai yang santun, berkumis dan tidak berkumis, tapi banjir di kota Jakarta sampai sekarang masih belum bisa dijinakkan.

Banjir di kota Jakarta juga membawa dampak besar bagi masyarakat. Aktivitas perekonomian masyarakat yang terjebak banjir pasti kandas. Banyak pemukiman warga yang hancur. Dan berbagai kendaraan roda dua atau roda empat yang tersapu akibat arus banjir. Itulah realitas yang selalu dialami oleh warga Jakarta ketika banjir melanda. 

Menangani banjir di kota Jakarta adalah tugas dan tanggung jawab Pak Anies sebagai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Perihal itu, tentu kita semua sepakat. Pak Anies tidak boleh mengabaikan begitu saja problem banjir yang sudah menjadi fenomena tahunan di kota kita ini. Pak Anies harus memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan masyarakatnya dari ancaman banjir. 

Tak dapat dimungkiri kalau saja Pak Anies sekarang ini sedang fokus menangani masalah pandemi Covid-19 dan program vaksin Covid-19. Namun Pak Aneis tidak boleh menutup mata juga dalam menangani bencana banjir . Karena kalau bukan Pak Anies yang ambil andil, terus siapa lagi? Kan tidak mungkin rakyat mengambil alih tugas Pemprov DKI Jakarta. Maka dari itu, PR yang harus diselesaikan oleh Pak Anies masih sangat banyak.  

Seperti kata pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta tidak hanya fokus dengan penanganan pandemi virus korona (covid-19) serta program vaksinasi. Potensi banjir yang kerap melanda Ibu Kota, setiap awal tahun, juga mesti diperhatikan (MEDIA INDONESIA, 2021).  

Mengingat banyaknya PR yang belum tuntas dikerjakan oleh Pak Anies, serentak pula pertanyaan muncul satu per satu. Apakah Pak Anies nantinya bisa mengerjakan dengan tuntas pekerjaan-pekerjaan itu? Dari pluralitas problem yang sedang dihadapi oleh warga DKI; pandemi Covid-19, regulasi pembagian vaksin Covid-19, hingga banjir, mana yang harus menjadi prioritas oleh Pak Anies?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentunya muncul bukan tanpa dasar. Menimbang Pandemi Covid-19 dan banjir di Jakarta yang masih saja menghantui masyarakat DKI Jakarta sampai saat ini. Bahkan belakangan ini, semakin melonjak kasus manusia di DKI yang dinyatakan positif Covid-19. Seperti hasil laporan dari  Data Pemantauan Covid-19 DKI yaitu, sebanyak 191.075 yang dinyatakan positif di DKI (Data Pemantauan Covid-19 DKI, 2021). 

Itu menyangkut problem Covid-19. Sedangkan masalah banjir masih sampai hari ini belum juga dituntaskan oleh Pak Anies. Setiap tahun kota kita selalu saja dilanda banjir. Kapan itu berakhir, tidak ada yang tahu. 

Dalam hal ini, sangat dibutuhkan upaya dan kerja keras Pak Anies dalam mengantisipasi bahkan menuntaskan fenomena banjir di kota kita (Jakarta). Bukankah menangani kasus banjir adalah salah satu program yang sudah diterbitkan oleh Pak Anies? Itulah yang kita tagih dan tunggu-tunggu yaitu realisasi dari program itu. Tentunya bukan sekedar realisasi, tapi juga harus tetap sasaran.

Mana yang menjadi prioritas, banjir atau Covid-19?

Kalau kita membandingkan perihal potensi berbahaya antara Pandemi Covid-19 dan banjir, tentu yang lebih terbukti paling berbahaya adalah Covid-19. Penyakit tak kasat mata ini sudah menghancurkan semua aspek hidup manusia. Aspek ekonomi, aspek keagamaan, dan sosial masyarakat sudah mati gaya di hadapan Covid-19. Bahkan penyakit ini sudah membunuh sekian juta manusia di belahan bumi. Dalam hal ini, apakah problem banjir harus dikesampingkan dulu? Biarkanlah pemerintah prioritaskan dulu pandemi yang tak kunjung usai ini. 

Seperti pernyataan  yang  disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Hamdi Ponco Wibowo bahwa Ancaman wabah virus korona (Corona Virus Disease 2019/Covid-19) lebih menakutkan dan berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta dibandingkan bencana banjir. Kendati demikian, banjir juga adalah problem besar warga DKI. Dari dulu, warga DKI selalu saja dilanda banjir. 

Menang harus diakui, bahwa problem Covid-19 lebih berbahaya dibandingkan banjir. Namun, bukan berarti Pak Anies lantas begitu saja mengabaikan dan melupakan problem lama yang selalu melanda kota kita yang sampai hari ini belum tuntas. 

Pak Anies sebagai Pemprov DKI selain berpikir untuk menyelamatkan masyarakat Jakarta dari Pandemi Covid-19, menyelamatkan warga Jakarta dari fenomena banjir juga tidak boleh dilupakan. Kedua-keduanya yang hemat saya adalah harus menjadi prioritas Pak Anies. 

Pak Anies harus kerja keras

Ketika bencana alam semacam banjir melanda Jakarta, maka setiap warga yang terjebak banjir pasti mengungsi. Etah itu mengungsi ke rumah keluarga, ke tempat kerabat, atau beramai-ramai membuat semacam tenda darurat. 

Saya menduga, bahwa dalam pengungsian ini terjadilah yang namanya kerumunan massa. Manusia pasti berkumpul di situ dengan jumlah yang cukup banyak. Kalau saja warga berkerumun dan berkumpul, maka potensi penyebaran virus sangat mungkin terjadi. Ini juga menjadi ketakutan warga Jakarta, takut pada akibat banjir serentak juga lahirnya klaster baru penyebaran Covid-19. 

Dalam hal ini, hemat saya, Pak Anies harus memikirkan matang-matang mulai dari sekarang perihal cara untuk membuat tempat pengungsian yang efektif bagi lokasi yang rawan dilanda banjir. Jangan tunggu saat banjir sudah melanda pemukiman warga, baru dipikirkan cara membuat tempat pengungsian. 

Siapa saja yang pernah datang ke Jakarta pasti tahu kalau kota ini sangat rawan bencana banjir. Orang juga tahu kalau bencana banjir itu sudah menjadi fenomena tahunan kota ini. Maka mengantisipasi sedini mungkin akibat bencana banjir ini sangatlah urgen. Apalagi sekarang sudah awal tahun yang mana potensi curah hujan sangat besar. Dan besar kemungkinan terjadi banjir. 

Dengan demikian, ulasan ini mau mengatakan bahwa Pak Anies sejatinya tidak bisa hanya fokus pada penanganan Covid-19. Pak Anies juga harus membuka mata pada fenomena banjir yang selalu melanda kota kita (Jakarta). Bencana banjir yang sudah menjadi fenomena tahunan. 

Maka, untuk Pak Anies, menyelamatkan warga DKI dari pandemi merupakan tindakan yang baik dan sangat terpuji, tetapi di sisi lain jangan  lupa menyelamatkan warga dari banjir yang selalu melanda kota kita.