75218_79810.jpg
Wartakota
Olahraga · 4 menit baca

Pahlawan tanpa Batas

Superhero hanya ada di dunia perfilman? Tidak. Kita semua sudah melihat aksi superhero kita di ajang Asian Para Games yang digelar 6 sampai 13 Oktober silam. Tempat orang-orang hebat yang mempunyai kebutuhan khusus dengan tujuan, yaitu berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia. 

Kekurangan tidak mengurangi semangat mereka sedikitpun. Yang ada hanyalah jiwa pantang menyerah dan bersungguh-sungguh untuk meraih tujuan mereka. Dari mereka kita bisa mencontoh hal-hal yang bisa membuat diri kita untuk menjadi lebih baik.

Gigih dalam berjuang menggambarkan bagaimana yang dilakukan oleh pahlawan kita terdahulu ketika berjuang untuk melawan penjajah. Hanya waktu yang membedakan mereka dalam berjuang untuk negeri ini. Merekalah yang kini telah melanjutkan perjuangan pahlawan terdahulu untuk memajukan nama bangsa Indonesia dengan sesuatu yang mereka miliki. 

Perjuangan mereka pun mendapat hasil yang sangat memuaskan. Bisa melampaui target yang telah ditentukan itu sudah sangat membanggakan sekali.

Dalam ajang ini, para atlet Indonesia mendapatkan 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu, serta mendapat urutan ke-4. Suatu kebanggaan yang harus kita berikan kepada atlet yang sangat luar biasa ini, bukan? 

Padahal Indonesia hanya menargetkan mendapat 16 medali emas dan masuk ke dalam urutan 10 besar. Namun, kinerja para superhero dalam perjuangan ini sangatlah gigih dalam berjuang untuk mendapatkan lebih dari yang ditargetkan sebelumnya.

Tidak hanya gigih dalam berjuang, ada salah satu atlet yang didiskualifikasi karena mempertahankan komitmen dalam hidupnya yang telah ia buat. Miftahul Jannah adalah atlet putri judo yang didiskualifikasi dari pertandingan karena tidak mau melepas jilbabnya. 

Miftahul sempat menginjak matras pertandingan dan pada akhirnya ia terpaksa untuk meninggalkan pertandingan tersebut. Tidak ada rasa menyesal dalam diri Miftahul karena perbuatan yang telah ia lakukan, karena ia berhasil memegang teguh dengan komitmen yang ia telah buat.

Meskipun ada rasa kesedihan yang ia rasakan, karena pertandingan dalam Asian Para Games ini sangat ia tunggu-tunggu dan sudah dipersiapkannya dengan matang, banyak pujian yang mengalir kepada dirinya dari berbagai pihak atas tindakan yang sudah ia lakukan. Karena sangat jarang sekali seseorang yang berhasil untuk mempertahankan komitmennya dan melepaskan sesuatu hal terbesar dalam hidupnya. 

Berkomitmen untuk mempertahankan apa yang telah ia buat adalah perbuatan yang jarang kita temui. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi setiap orang untuk mencontoh apa yang dilakukan oleh Miftahul Jannah.

Disabilitas = Pantang Menyerah

Banyak orang yang memandang remeh kepada orang-orang yang kurang beruntung mendapatkan anggota tubuh yang tidak lengkap. Tetapi, dalam ajang Asian Para Games ini, mereka yang berkebutuhan khusus menunjukkan bahwa mereka juga mempunyai sesuatu yang bisa diberikan untuk negeri ini. Mereka sudah menunjukkan kerja keras yang dilakukannya selama ini dengan menjadi tuan rumah yang baik dan bisa menduduki peringkat 5 besar se-Asia.

“The Inspiring Spirit and Energy of Asia” adalah slogan yang digunakan Asian Para Games tahun ini. Dengan slogan ini diharapkan agar bisa menyatukan Asia, memotivasi orang untuk lebih bersemangat seperti yang dilakukan oleh para atlet kita, juga untuk mendukung kesetaraan sosial. 

Pantang menyerah dan terus mencoba adalah hal yang selalu dimiliki oleh setiap atlet. Mendapat dukungan dari masyarakat adalah bentuk hadiah dari hasil kerja keras yang mereka lakukan.

Bahkan dalam acara pembukaan Asian Para Games yang diadakan tanggal 6 Oktober di Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak kalah meriah dengan pembukaan Asian Games. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat negeri sangat mengapresiasi dan memberi semangat kepada para atlet Indonesia agar bisa menunjukkan skill yang mereka miliki dengan baik.

Tidak hanya itu, dalam acara ini diciptakan juga sebuah lagu yang berjudul “Song of Victory”. Lagu ini dinyanyikan oleh para musisi di Indonesia dengan berbagai genre lagu. 

Video klip yang diusung untuk lagu ini juga menunjukkan kerja keras dari atlet disabilitas yang sangat bersungguh-sungguh untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Dari beberapa musisi yang menyanyikan lagu ini, terdapat juga seorang anak tuna netra dari umur 3 bulan yang ikut menyanyikan lagu ini.

Apresiasi untuk Sang Superhero

Mendapatkan hasil yang sangat membanggakan dan memuaskan, pemerintah memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para atlet yang telah berusaha keras untuk bertanding dalam acara Para Asian Games. Dengan 18 cabang olahraga yang digelar, Indonesia mendapat urutan ke 4 dengan perolehan 98 medali yang diperolehnya.

Rasa kebanggaan yang luar biasa itu juga disampaikan oleh Presiden kita dalam acara apresiasi atlet berprestasi Asian Para Games. Bonus para atlet pun juga telah disiapkan oleh negara lewat APBN melalui Kemenpora. 

Bonus yang diberikan juga sama halnya dengan bonus yang diberikan kepada atlet Asian Games. Selain berupa uang, para atlet Asian Para Games yang mendapatkan medali emas juga diberi peluang untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil(PNS) atau bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal tersebut sangat pantas diberikan kepada para atlet Asian Para Games atas apa yang telah mereka lakukan untuk Indonesia sendiri. Dalam hal itu juga, tidak ada perbedaan antara atlet Asian Games dengan atlet Asian Para Games. Mereka sama-sama memberikan hasil yang terbaik dengan kerja keras yang selama ini mereka miliki. Disambut dengan baik oleh para atlet pastinya. 

Para pahlawan tanpa mengenal batas telah menunjukkan pertempuran yang sangat baik dan telah disambut dengan hasil yang sangat memuaskan.