Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Kata pahlawan berasal dari bahasa Sansekerta phala-wan. Arti dari istilah Sansekerta tersebut adalah orang yang dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara dan agama.

Pahlawan adalah gelar untuk orang yang dianggap berjasa terhadap orang banyak dan berjuang dalam mempertahan kebenaran. Dalam konteks kenegaraan dan kebangsaan, seseorang dijuluki pahlawan karen jasa-jasanya dalam memperjuangkan negara dan bangsa ini untuk memperoleh kemerdekaannya.

Apalagi makna pahlawan saat ini sudah meluas, tidak hanya sebatas orang-orang yang mau memanggul senjata, berperang melawan musuh, dan siap berkorban demi keutuhan bangsa dan negara, melainkan dapat diperankan oleh siapa saja dalam berbagai bidang yang berbeda.

Oleh karena itu, kalau pada setiap peringatan Hari Pahlawan kita berbicara tentang semangat kebangsaan, cinta tanah air, berjuang, dan rela berkorban, maka untuk saat ini dan ke depan kita masih memerlukan itu semua.

Semangat kebangsaan, misalnya, merupakan upaya kita untuk menempatkan bangsa Indonesia sebagai bangsa besar yang terhormat dan menjadi kebanggaan warga negaranya, sehingga mampu bersanding, bersaing, dan bertanding dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia.

Hari ini tepat pada  17 Agustus yang setiap tahun diperingati sebagai hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang saat ini dirayakan oleh seluruh warga Indonesia yang pada tahun ini mengangkat tema “Indonesia Maju” yang merupakan representasi dari Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penambahan logo “Bangga Buatan Indonesia” sebagai upaya menumbuhkan kecintaan warga negara pada produk dalam negeri. Pertanyaan yang ada di benak dalam penulis saat ini, sudahkah kita merdeka di tengah pandemi? 

Apakah perawat juga dapat disebut pahlawan?

Profesi perawat menurut kamus Bahasa Indonesia adalah seseorang yang memiliki pendidikan khusus untuk merawat, terutama orang yang sakit.

Profesi perawat juga diatur melalui UU No 38 tahun 2014 tentang Keperawatan, dijelaskan bahwa definisi keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok baik dalam keadaan sakit maupun sehat. Perawat juga berkewajiban memenuhi kebutuhan pasien meliputi bio-psiko-sosio dan spiritual.

Dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi wabah Covid-19 saat ini, perawat mempunyai beberapa peran, yaitu sebagai caregiver yang merupakan peran utama di mana perawat akan terlibat aktif selama 24 jam dalam memberikan asuhan keperawatan di tatanan layanan klinis seperti di rumah sakit.

Selain itu, perawat juga mempunyai peran sebagai edukator, di mana berperan sebagai tim pendidik yang memberikan edukasi kepada pasien, keluarga dan masyarakat.

Perawat berperan dalam memperkuat pemahaman masyarakat terkait dengan apa dan bagaimana covid-19, pencegahan dan penularan, serta bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala.

Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan sense of crisis, sehingga masyarakat menjadi waspada dan menerapkan perilaku pencegahan dan hidup sehat, dan tidak panik. Selain peran di atas, perawat juga berperan dalam advokat di mana perawat akan membantu mengurangi stigma bagi pasien dan keluarga yang terindikasi covid positif.

Secara umum, perawat mempunyai peran yang sangat penting, baik dari segi promotif, preventif, dan pelayanan asuhan keperawatan dalam kondisi wabah covid-19.

Saat ini yang menjadi perbincangan hangat adalah ketika masih banyak kita lihat terkait dengan ciutan terhadap perawat dan tenaga medis lainnya. Bagaimana seorang perawat banyak didiskrimasi oleh masyarakat, padahal kalau kita lihat dan perhatikan betapa beratnya perjuangan seorang perawat dan tenaga medis dalam berjuang untuk melawan covid 19.

Sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien positif Covid-19, tenaga kesehatan menjadi kelompok yang juga rentan tertular. Bentuk keapatisan masyarakat menyebabkan persebaran makin cepat dan berdampak besar pada sektor kesehatan, terutama RS rujukan pasien Covid-19.

Tenaga kesehatan sebagai garda terdepan hanya berharap pasien bisa sembuh, tidak peduli waktu dan kesehatan mereka korbankan untuk meningkatkan kesehatan pasien, hingga ada yang rela jika gugur sebagai pahlawan kemanusiaan.

Perawat di seluruh penjuru di Indonesia sampai saat ini terus berjuang dalam membantu pemerintah untuk terus menurunkan angka kasus covid 19 ini bahkan kalau kita perhatikan bagaimana seorang perawat harus menangani satu hingga lima pasien kritis di ruang intensif selama satu shift.

Kondisi yang seperti ini tentu perlu diapresiasi oleh pemerintah kepada para perawat dan tenaga kesehatan. Sejenak kita perlu melihat Cina bagaimana pemerintah dan masyarakat benar-benar menghargai perawat dan tenaga kesehatan, bahkan kita pernah melihat tontonan masyarakat Cina yang melepas kepergian perawat dan tenaga kesehatan.           

Mari kita bersama memberikan semangat kepada para perawat dan tenaga kesehatan yang sampai saat ini masih terus berjuang di garda terdepan dalam penanganan kasus ini hingga ada yang rela mengorbankan jiwanya dan gugur sehingga menurut penulis, perawat dan tenaga kesehatan yang telah gugur mendahului kita semua mereka layak untuk kita sebut sebagai pahlawan.