Dulu kita mengenal istilah "Bapak Gue Galak". Ini adalah istilah yang paling terkenal di kalangan muda-mudi yang lagi atau mau berpacaran. 

Maksud istilah ini adalah kalau ada laki-laki yang mau mendekati seorang gadis, harus hati-hati karena si laki-laki harus "melangkahi" jiwa dan raga si bapak gadis terlebih dahulu. Jadi harus bisa mengambil hati si bapak dulu sebelum mengambil hati anak gadisnya.

Atau tulisan "Anjing Gue Galak" yang sering dipasang di pintu gerbang, pagar, atau tembok rumah. Maksudnya, biar pencuri atau orang yang tidak bertanggung jawab dekat-dekat ke rumah yang diincarnya. Habis, sudah takut duluan dengan tulisan di atas.

Namun hari ini, subjeknya sudah beda. "Pacar Gue Galak" ngeri juga, kan? Segalak apa sih pacar kita? Kamu saja kali!

Pacar Gue Galak!

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) via searching internet, galak berarti 1. Buas dan suka melawan (menyerang, menggigit, menanduk, dan sebagainya tentang binatang). Namun, pengertian ini lebih khusus ke binatang, contohnya anjing galak. 

2. Suka marah, mencaci-maki, dan sebagainya. Di sini contohnya, ayah yang galak.

Namun, di bawah ini contoh PACAR yang GALAK versi temanku. "Pacar gue galak," kata temanku, sebut saja dia Pretty. 

Pretty yang benar-benar Pretty alias cantik ini punya pacar yang posesifSaking posesifnya, kalau lagi dibonceng cowoknya naik motor, Pretty merasa memakai kacamata kuda, yang harus fokus ke depan tanpa bisa melirik lagi mahluk lain di sampingnya. Apalagi, kalau sampai ada cowok cakep yang mengendarai motor gede dan sendiri. Pacar Pretty mengawasinya di balik kaca spion. 

Dulu pernah sekali si Pretty melirik cowok lain di sampingnya yang lebih cakep dan keren ketika motor mereka berhenti di sebuah lampu merah. Si pacar ternyata tahu lewat kelakuannya. Sampai di kos, si pacar marah-marah. Mungkin saja si Pretty juga mendapat KDP, alias kekerasan dalam pacaran.

Itu baru melirik cowok keren di sampingnya, belum lagi kalau ada yang dekatin Pretty di kampus, waduh, bisa kacau. Padahal, pacar Pretty belum tentu juga tipe laki-laki setia yang tidak menggoda perempuan lain. Prettt!

Kasus pacar "galak" bukan hanya dialami Pretty, tapi juga Sinta teman kosku waktu kuliah dulu. Sebut saja dia Sinta, Sinta yang smart. 

Hidup Sinta penuh aturan, 24 jam. Walau pacaran jarak jauh, long distance relationship (LDR) bangun tidur langsung dapat telepon. Sebelum tidur pasti teleponan dulu. Dalam mimpi pun mungkin telepon cowoknya juga masuk. Belum lagi, sebelum ke kampus, atau saat kuliah di kampus mereka saling teleponan. 

Setiap perbuatan yang dilakukan Sinta harus dilaporkan dan dimintai perizinan. Apalagi, ketika aku jalan dengan Sinta, misalnya nongkrong di mall, pasti Sinta harus melapor ke pacarnya. Seperti kurang kerjaan saja.

Gaya "Galak" Pacaran Hari Ini

Aku punya kenalan yang sedang berusaha menjadi pribadi yang baik, hijrah menjadi orang yang baik, yaitu mengganti cover pakaiannya agar lebih sesuai 'aturan' yang menurutnya sesuai. 

Anggap saja dia Mala. Mala jadi tambah malah alim apalagi karena pacarnya juga mendukungnya. Pacar Mala yang galak tidak membiarkan Mala boleh membuka penutup kepala di depan orang lain (cowok) dan harus tetap memakai tutup penutup kepalanya ketika keluar. 

Namun, Mala tetap bisa "berpacaran" karena urusan penutup kepala dan pacaran adalah (mungkin) sesuatu yang berbeda. Walau, ada juga slogan yang mengatakan "Putuskan dia", atau "Pacaran tidak, Nikah iya" ketika sudah melangkah menjadi orang yang baik dan benar.

Namun, Mala tidak sendiri yang punya pacar model "galak" begini. Ada Niny dan Nanah juga. Mereka yang keluar rumah sudah memakai penutup kepala yang baik dan tidak membuka penutup kepalanya ketika ada laki-laki lain. Namun, di depan pacar sendiri, bolehlah memakai yang "mini".

Sedangkan pacar yang galak, menurut aku, ketika aku tidak mendapatkan kebebasan tapi malah takut saat bersamanya bukan kebergairahan atau semangat menjalani hidup berdua. Ya, seperti Sinta tadi, harus melapor bukan 1 x 24 jam, tapi setiap detik, dan menit (lebai). Walaupun, Sinta mungkin berpikir itulah konsekuensi berpacaran.

Baru pacaran saja sudah diatur-atur. Bagaimana kalau sudah jadi suami, pasangan yang sah? Bisa jadi tidak akan diatur atau dan malah lebih diatur lagi.

Standar Ganda Galak

Meminjam istilah iklan, "Galak di luar, lembut di dalam". Aku melihat standar ganda pemaknaan galak dalam berpacaran saat ini. 

Misalnya, Mala, Niny, dan Nanah yang memakai penutup kepala ketika bersama orang lain, laki-laki. Namun ketika di depan pacar sendiri, penutup kepala itu boleh terbuka. Walau pacar mereka juga laki-laki (ya, iyalah). 

Mereka melakukan ini karena disuruh oleh pacar mereka. Dan mereka sendiri juga mau melakukannya. Baik Mala, Niny, dan Nanah sekaligus pacar mereka bolehlah mendapat ucapan selamat, "Galak di luar dan lembut di dalam". Ya sudah, gitu saja.

Terakhir, cuma bilang, "Caution! Pacar GW galak. Makanya, jangan dekatin GW lagi. Eyaaa...

Gendheng, 070719.