Pernahkah kalian bertemu dengan orang yang bisa menulis dengan menggunakan tangan kiri? Ya, mereka disebut sebagai orang kidal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kidal dapat didefinisikan sebagai kecenderungan bersifat lebih terampil tentang anggota badan (tangan) bagian kiri daripada bagian kanan. Ada juga yang menyebutkan bahwa kidal adalah singkatan dari kiri dari lahir. Mereka lebih sering menggunakan tangan kiri dibanding tangan kanan dalam kehidupan sehari-hari. Tak sedikit orang yang terheran-heran ketika menemui orang kidal, karena seperti yang kita ketahui, mayoritas orang di dunia ini menggunakan tangan kanan sebagai tangan yang lebih dominan digunakan.

Pada umumnya, orang kidal menggunakan tangan kiri pada berbagai aktivitas, seperti menulis, menggambar, bermain badminton, mengambil barang, dan aktivitas lain yang melibatkan satu tangan. Mereka akan merasa canggung, sulit, atau bahkan tidak bisa beraktivitas ketika menggunakan tangan kanan sebagai tangan yang dominan dalam kegiatan sehari-hari. Sikap ini berkebalikan dengan para pengguna tangan kanan yang canggung ketika menggunakan tangan kiri. Walaupun begitu, apakah kalian tahu? Ada juga orang yang mampu menggunakan kedua tangan masing masing baik kanan maupun tangan kiri tanpa merasa canggung sama sekali, dan kebiasaan tersebut dinamakan ambideksteristas.

Populasi orang kidal di dunia ini tidaklah banyak. Berdasarkan fakta yang ada, 87% orang menggunakan tangan kanan sebagai tangan dominan, 12% populasi di bumi ini adalah orang kidal, dan 1% merupakan orang dengan kebiasaan ambideksteritas. Persen populasi ini tentu saja tidaklah sama di setiap daerahnya, dimana di Amerika Serikat 13% dari total populasi adalah orang kidal. Di Perancis ada 11% orang yang kidal, dan di Jepang sekitar 4% populasi penduduk adalah orang kidal. Selain itu, berdasarkan gender pada populasi orang kidal, sekitar 55% adalah laki-laki dan sisanya adalah perempuan. Menurut para ahli, diversitas populasi orang kidal disebabkan oleh faktor geografis, dan gender. Hal ini dikarenakan ada beberapa negara atau masyarakat yang mendiskriminasi keberadaan orang kidal, dan populasi orang kidal dengan gender perempuan lebih sedikit dikarenakan mereka lebih menurut pada norma sosial dibandingkan laki-laki.

Sekarang, bagaimana seorang anak bisa tumbuh menjadi orang kidal? Dalam kasus orang yang kidal, hal ini disebabkan karena kebiasaan orang-orang di sekitarnya, faktor genetik dari orang tua, ataupun karena kecelakaan. Ketika masih kecil, anak-anak cenderung meniru apa yang ada disekitarnya, dan jika ada orang kidal, maka ada kemungkinan dia bisa meniru kebiasaan ini. Sifat genetik dari orang tua juga dapat berpengaruh, dimana hal ini mempengaruhi kebiasaan anak secara tidak langsung. Tidak hanya pada anak-anak, orang dewasa sekalipun juga bisa menjadi kidal. Contohnya saja ketika ada yang mengalami kecelakaan dan tangan kanannya diamputasi atau tidak dapat digunakan secara normal, maka dirinya akan menggunakan tangan kiri sebagai tangan dominan.

Dengan adanya perbedaan preferensi penggunaan tangan ini, berbagai studi telah dilakukan, dan ternyata hal ini mampu mempengaruhi seorang individu baik dari kecerdasan ataupun karakter dalam dirinya. Berdasarkan fakta, orang kidal lebih dominan dalam penggunaan otak kanan dibanding otak kiri. Banyak sekali anggapan yang beredar bahwa orang kidal lebih kreatif dan mudah berimajinasi dikarenakan fakta tersebut. Pada studi lain, telah ditemukan bahwa preferensi penggunaan tangan tidak memberikan efek yang besar pada kekreatifan seseorang. Orang kidal tumbuh dengan menghadapi lingkungan dan orang yang berbeda dengan dirinya, sehingga mereka dapat lebih peka dalam menghadapi kondisi dan masalah yang ada di sekitarnya.

Dengan berbagai kebiasaannya dengan tangan kiri, ternyata dalam kehidupan sehari-hari, orang kidal tidak melakukan semua aktivitasnya dengan tangan kiri lho! Contohnya saja ketika sedang menggunakan sendok untuk makan, berjabat tangan, ataupun menyerahkan barang kepada orang lain, pastinya akan tetap menggunakan tangan kanan. Hal ini dikarenakan adanya tata krama yang berlaku di masyarakat, dimana penggunaan tangan kanan dianggap lebih sopan dibanding tangan kiri.

Sikap masyarakat ketika melihat orang kidal berbeda-beda. Pada umumnya, mereka merasa biasa saja karena tidak peduli, atau sering bertemu orang kidal, atau dia sendiri adalah orang kidal. Ada juga orang yang kagum ketika melihatnya, karena memandang orang kidal sebagai sesuatu yang berbeda dan merupakan kebiasaan unik. Ada juga yang tidak suka melihat orang kidal, karena mereka melihatnya sebagai suatu abnormalitas dan kebiasaan yang menyimpang dari tata krama masyarakat.

Mengenai sikap masyarakat terhadap anak kidal, tentu saja hal ini dapat berpengaruh kepada mereka. Pada lingkungan yang mampu mendukung mereka, anak kidal dapat tumbuh dengan baik dan bisa bermain dengan teman-temannya tanpa suatu masalah mengenai kekidalannya. Di sisi lain, sikap masyarakat yang tidak baik mampu menghambat perkembangan anak, dan bahkan mampu menciptakan trauma pada dirinya saat akan bertemu dengan orang lain. Nah sekarang, bagaimana sikap kalian terhadap orang kidal? Apakah kalian orang yang mampu mendukung mereka, atau justru bersikap tidak baik? Pastinya kalian harus bisa mendukung dan berteman baik dengan mereka, ya!