Sudah menjadi tradisi setiap tahun, di bulan Februari dan Desember, akan sangat banyak ustaz dadakan yang akan teriak kopar-kapir berkenaan dengan perayaan di dua bulan tersebut, yaitu perayaan hari Valentine di Februari dan juga perayaan Natal di Desember.

Mereka akan selalu mengatakan haram hukumnya merayakan atau pun mengucapkan selamat kepada orang yang merayakannya. Setelah itu akan muncul berbagai dalil yang menguatkan pendapat mereka, dan selain itu akan muncul pula ustaz ataupun pemuka agama yang berdiri di sisi yang berbeda dan juga mengeluarkan dalil yang mengatakan bahwa tidak masalah merayakan hari Valentine atau pun mengucapkan selamat kepada yang merayakannya.

Bagi yang suka teriak kopar-kapir, apa kalian semua tidak menyadari bahwa negara Indonesia bukanlah negara agama? Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila yang memiliki semboyan Bineka Tunggal Ika. Itu artinya di Indonesia ada banyak agama dan juga aliran kepercayaan.

Kalau Anda meyakini bahwa merayakan hari Valentine dan mengucapkan selamat Natal itu haram, itu adalah hak Anda dan tidak ada yang salah dengan keyakinan Anda tersebut. Saya mendukung 100% bahwa keyakinan Anda itu tidak salah, tetapi Anda harus ingat bahwa orang lain juga punya hak sama dengan Anda untuk meyakini sesuatu hal. Menjadi salah jika Anda memaksakan apa yang Anda yakini tersebut kepada orang lain, apalagi jika Anda mengatakan bahwa apa yang Anda yakini adalah benar dan apa yang diyakini orang lain salah.

Di sanalah mulai timbul masalah saat Anda menyalahkan pandangan atau keyakinan seseorang. Setiap orang tentu punya pandangan dan keyakinannya sendiri tentang suatu hal. Mereka berhak meyakini apa pun yang mereka ingin yakini. Mereka juga berhak meyakini ulama yang mana yang mereka ingin dengar dan percaya.

Kalau boleh jujur, saya bingung jika ada orang yang berani meng-kopar-kapir-kan orang lain. Bagaimana mungkin ada seseorang yang begitu meyakini bahwa pendapat dan keyakinannya itu adalah hal yang paling benar, sedangkan pendapat dan keyakinan orang lain itu salah. Apakah orang seperti itu tidak pernah berpikir, bagaimana jika pendapat orang lain yang justru adalah pendapat yang benar dan ternyata pendapatnyalah yang salah.

Seharusnya atas dasar itulah sebaiknya kita tidak meng-kopar-kapir-kan seseorang. Pikirkan bahwa tetap ada kemungkinan pendapat yang kita yakini bisa saja salah dan pendapat orang lain bisa jadi benar. Kita boleh meyakini suatu hal, tetapi jangan pernah memaksakan pendapat kita kepada orang lain, apalagi sampai menyalahkan pendapat orang lain.

Jika sikap toleransi seperti ini yang dikedepankan setiap ada perbedaan pendapat, niscaya negeri ini akan damai tenteram. Pendapat antara satu orang dengan orang lain boleh saja tidak sama, dan memang sunatullah-nya seperti itu. Jika setiap orang saling menghargai dan tidak memaksakan pendapatnya tentu perbedaan pendapat itu akan menjadi kekayaan intelektual tersendiri.

Jangan pernah melupakan akar budaya yang sudah menjadi semboyan bangsa kita, yaitu Bineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda, tetapi tetap satu. Memang sejatinya kita berbeda, tapi bukan berarti berbeda itu tidak bisa bersatu. Founding Fathers Bangsa Indonesia sudah membuktikan bahwa semua elemen masyarakat yang berbeda-beda saat itu bisa merebut kemerdekaan Indonesia menjadi satu bangsa, yaitu Bangsa Indonesia.

Kita contoh semangat Bineka Tunggal Ika yang diwariskan oleh Founding Fathers kita itu untuk diejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Salah satunya dengan bisa menghargai pendapat orang lain walaupun berbeda dengan pendapat kita.

Kembali kepada hari Valentine yang oleh Sebagian saudara kita akan dirayakan pada tanggal 14 Februari nanti. Jika Anda berpendapat bahwa hari Valentine itu haram dan tidak boleh dirayakan dan Anda meyakini untuk mengucapkan selamat saja tidak boleh, itu tidak ada masalah. Tolong simpan itu di hati Anda saja. Bertoleransilah untuk orang lain yang tidak sependapat dengan Anda. Biarkan mereka merayakan, jika memang mereka ingin merayakannya.

Bagi Anda yang meyakini merayakan hari Valentine itu haram, cobalah di tahun ini Anda usahakan untuk diam, kunci mulut Anda untuk tidak berkomentar, apalagi menyalahkan. Cukup Anda yakini itu di dalam hati Anda. Jika Anda berhasil melakukan itu, itu adalah satu Langkah maju untuk bangsa ini. Itu artinya Anda sudah membantu meredam kegaduhan yang akan terjadi di negeri ini.

Kemudian di waktu-waktu mendatang lakukan hal yang sama dan coba untuk menularkan sikap tersebut kepada teman-teman lain yang juga biasanya selalu tidak tahan jika ada orang yang berbeda pendapat dengannya. Saya pikir Langkah yang Anda lakukan tersebut akan berdampak sangat besar ke depan untuk bangsa ini.

Tidak perlu lagi terjadi kegaduhan-kegaduhan yang selama ini sering kita dengar akibat perbedaan pendapat tentang suatu hal, terutama untuk isu SARA. Dengan mengedepankan sikap tersebut, Indonesia akan menjadi negara yang damai, tenteram, dan kaya akan segala macam perbedaan tetapi tetap terbalut dalam satu baju kebangsaan, yaitu Bangsa Indonesia.

Hidup bangsaku, Bangsa Indonesia. Merdeka!