Selain mabuk karena minuman keras dan naik angkutan umum, orang-orang juga bisa mabuk karena agama. 

Fenomena mabuk agama tidak kalah meresahkan dengan mabuk miras (minuman keras). Bagaimana tidak, orang-orang yang sedang mabuk agama bisa menjadi bertindak brutal. Bahkan tindakan brutal tersebut dilakukan dengan alasan membela kebenaran dan agama.

Mabuk agama bisa dibilang lebih parah daripada mabuk miras (minuman keras). Orang yang mabuk miras memang bisa bertindak brutal seperti orang yang mabuk agama. Namun, perbuatan brutal orang yang mabuk miras dilakukan secara tidak sadar. Berbeda dengan orang yang mabuk agama, orang-orang yang mabuk agama dapat melakukan tindakan brutal secara sadar.

Bahkan tindakan brutal tersebut dilakukan dengan bangga dan merasa benar. Meskipun perbuatan tersebut sangat merugikan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Orang-orang yang mabuk agama sangat susah disadarkan daripada orang-orang yang mabuk miras. Mabuk agama seakan-akan sudah menjadi seperti penyakit ganas yang susah disembuhkan.

Meskipun susah untuk disembuhkan, penyakit mabuk agama tetap bisa disembuhkan. Ada dua cara yang sangat manjur untuk mengobati mabuk agama. Cara yang pertama adalah, belajar ilmu agama dengan rajin dan tekun sampai paham betul ilmu-ilmu agama. Selain itu, belajar ilmu agamanya juga harus dengan orang yang terjamin keilmuan agamanya, dan juga jelas jejak pendidikan agamanya.

Karena apabila seseorang telah menguasai ilmu agama secara benar, maka sangat kecil kemungkinannya orang tersebut akan berbuat brutal seperti melakukan bom bunuh diri. Ajaran-ajaran agama Islam pada dasarnya adalah ajaran yang mengutamakan kedamaian dan kasih sayang, bukan peperangan dan permusuhan. Apalagi mengutamakan perbuatan pembunuhan, jelas tidak mungkin.

Maka jika ada orang yang melakukan tindakan kekerasan dan brutal sampai merugikan orang lain dan lingkungan sekitarnya, pasti orang tersebut tidak paham ajaran agama Islam secara benar. Kemungkinan besar orang yang mabuk agama tidak mempelajari ilmu agama secara benar. Bisa jadi karena belajar ilmu agamanya berasal dari sumber abal-abal. Atau bisa juga waktu belajar agama di pondok pesantren malah kebanyakan tidur daripada ngaji.

Itulah cara pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit mabuk agama. Cara tersebut memang susah. Karena untuk belajar ilmu agama dengan benar juga harus mengorbankan beberapa hal yang berharga. Contohnya seperti waktu dan uang. Kecuali kalau kamu anak kiai atau ustaz, kamu bisa belajar ilmu agama dengan gratis.

Kalau masih merasa berat dan tidak mampu untuk melakukan cara yang pertama tersebut. Maka tempuhlah cara yang kedua ini. Cara kedua untuk mengobati penyakit mabuk agama adalah dengan mengikuti fatwa-fatwa tokoh-tokoh agama. Contohnya seperti orang-orang yang bergelar gus, ustaz, kyai, atau ulama.

Dengan mengikuti fatwa dari orang-orang yang paham agama dengan benar, maka kita akan terhindar dari penyakit mabuk agama. Namun, dalam menentukan pilihan fatwa yang akan diikuti, kita juga harus selektif dan hati-hati. Sebab akan sama saja jika fatwa dari ulama, gus, kiai, dan ustaz yang kita ikuti ternyata juga mengalami mabuk agama.

Dalam menentukan pilihan fatwa, ikutilah fatwa para tokoh agama yang cinta damai dan tidak pernah berfatwa untuk melakukan tindakan kekerasan. Apabila ada tokoh agama yang suka mengeluarkan fatwa yang identik dengan kekerasan, maka orang tersebut tidak pantas diikuti fatwanya. Apalagi kalau tokoh agama tersebut suka mencaci maki kelompok lain yang berbeda pendapat dengannya.

Orang-orang yang mengalami mabuk agama pada dasarnya hanya memerlukan bimbingan. Mabuk agama bisa terjadi karena semangat keberagamaan yang tinggi tetapi tidak diimbangi oleh ilmu agama yang mumpuni. Meskipun menjengkelkan dan bahkan mengesalkan, orang-orang yang mabuk agama harus dihadapi dengan sabar, bukan dengan sangar (galak).

Sebab percuma jika terus dilawan, karena hanya akan membuang-buang waktu, tenaga, dan sisa umur hidup kita. Orang-orang yang mabuk agama merupakan korban dari kebodohan mereka dalam memahami ajaran-ajaran agama. 

Orang-orang yang mabuk agama juga bisa menjadi cikal bakal dari gerakan-gerakan keras seperti terorisme. Orang-orang yang mabuk agama mau tidak mau harus kita bimbing jika ingin mereka sembuh.