2 minggu lalu · 327 view · 3 min baca · Sosok 92510_52793.jpg
Liputan6

Nyi Susi, Wanita Besi Penguasa Laut Indonesia

Tiga hari lalu, rumah Menteri Susi Pudjiastuti di Pangandaran dilempari batu. Penyerangan tersebut dilakukan oleh oknum tak dikenal. 

Lebih parahnya lagi, serangan ini sudah berlangsung tiga kali sejak bulan Juli. Setelah tiga kali berhasil kabur, pelaku akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian di Pangandaran (Kompas, 2019).

Penyerangan ini membuat banyak pihak berspekulasi. Mereka menerka-nerka mengapa rumah Menteri Susi diserang batu. 

Ternyata, banyak pihak menerka bahwa penyerangan ini dilakukan karena kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang begitu keras di bawah kepemimpinan Ibu Susi. Mulai dari pemberantasan illegal fishing sampai pembasmian cantrang.

Teori kepemimpinan menyatakan bahwa produk kebijakan seorang pemimpin adalah refleksi kepribadiannya. Ketika kita melihat kebijakan KKP yang keras dan tegas, ia mencerminkan kepribadian Menteri Susi. Ia adalah sosok wanita yang keras dan tegas dalam bertindak. The Iron Lady of Indonesia.

Inggris punya Margaret Thatcher. Filipina punya Miriam Defensor-Santiago. Maka Indonesia punya Susi Pudjiastuti.

Fakta ini dikonfirmasi oleh Presiden Jokowi. Waktu ia berbicara soal menteri-menteri perempuan Kabinet Kerja pada Kongres Wanita Katolik ke XX, inilah yang dilontarkan Presiden Jokowi:


Ada yang halus… Tapi ada yang galak juga. Bu Susi. Ini paling galak ini.

Sosok Ibu Susi yang tangguh, keras, tegas, dan efisien dibentuk oleh kehidupan yang berliku. Kisah hidupnya adalah antitesis dari fairytale princess

Lahir dari keluarga berada tidak membuatnya menjadi spoiled brat. Justru ia banyak memetik pelajaran soal berbisnis dari kedua orang tuanya. Bahkan, ia mulai berdagang pakaian dan bedcover sejak SMP (Hipwee, 2018).

Pada kelas 2 SMA, ia keluar dari SMAN 1 Yogyakarta. “Karena kepalanya di mana-mana, gak bisa [fokus] di kelas,” tandasnya. 

Setelah keluar, ia menjual semua perhiasan miliknya untuk memulai bisnis pengepulan ikan di Pangandaran. Ternyata, bisnis yang dirintis tahun 1983 ini berhasil berjalan dengan baik (Grid, 2018).

Setelah berekspansi selama 13 tahun, ia mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Meski bidangnya pengolahan ikan, perusahaan ini dikenal dengan lobster Susi Brand

Lobster Susi Brand begitu terkenal sampai menembus pasar Asia dan Amerika. Tetapi, ekspansi perusahaan ini memberikan tantangan baru bagi seorang Susi.

Bagaimana caranya mengirimkan lobster selagi ia segar? Ia menjawabnya dengan pengiriman melalui pesawat (air freight). Maka, ia membeli sebuah Cessna Caravan pada tahun 2004. Pesawat ini menjadi cikal bakal dari PT ASI Pudjiastuti Aviation alias Susi Air. Ternyata, brand inilah yang membuat seorang Susi dikenal oleh masyarakat.

Sepuluh tahun kemudian, nama Susi Pudjiastuti meroket. Presiden Jokowi melantiknya menjadi Menteri KKP. Pelantikan ini menunjukkan seismic shift di masyarakat.

Hah, lulusan SMP menjadi menteri?” Itulah tanggapan yang muncul di masyarakat. Apalagi ia adalah seorang perokok, bertato, dan suka minum wine. Tidak sedikit yang mencibirnya sebagai menteri slengean.


Tetapi, keputusan Presiden sudah bulat. Ia ingin menunjuk seorang tough doer untuk menyelesaikan masalah kelautan dan perikanan Indonesia. Tidak peduli kebiasaan pribadinya. Tidak peduli gelar akademiknya. Kemampuannya untuk bekerja dan menyelesaikan masalah secara efisien menjadi faktor utama.

Meski seorang doer, kemampuan intelektualnya tidak bisa diremehkan. Ini dibuktikan dengan pemberian gelar Doktor Honoris Causa dari UNDIP dan ITS. 

Berarti, kemampuan intelektualnya setara dengan lulusan-lulusan Doktoral (S3). Pemikiran-pemikirannya untuk menyelesaikan masalah kelautan dan perikanan dianggap sebagai inovasi yang bernas.

Ia membuat penenggelaman kapal asing menjadi norma dalam penegakkan hukum. Cantrang juga dilarang di berbagai tempat. 

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan. Mulai dari kantor-kantor sampai ke pesantren-pesantren. “Kalau tidak makan ikan, saya tenggelamkan!” Itulah slogan yang digunakan oleh Menteri KKP.

Upaya penegakan hukum dan pembumian makan ikan ini membuat posisinya unik di Kabinet Kerja. Seorang menteri yang populer, jenaka, namun tidak bisa diajak kompromi. Apalagi kalau sudah menyangkut kedaulatan maritim Indonesia. Macam-macam, tenggelamkan saja! Ia hampir seperti penguasa laut dalam mitologi Jawa yang tidak terima wilayahnya dinodai. Nyi Susi Pudjiastuti.

Bahkan, pelemparan batu akhir-akhir ini tidak membuatnya bergeming. She went with business as usual. Seperti tidak terjadi apa-apa terhadap properti pribadinya. Ini menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang kuat dan rela berkorban demi kepentingan laut Indonesia.

Maka dari itu, kita adalah bangsa yang beruntung. Kita memiliki seorang wanita besi yang menguasai lautan kita. 

Di bawah kepemimpinannya, laut Indonesia makin baik dan kedaulatannya makin kuat. Nama Indonesia kembali mencuat sebagai bangsa maritim yang paling depan melawan illegal fishing. She’s making Indonesian Waters and Fisheries Great Again.

Jadi, jangan sampai Nyi Susi diganti. Izinkan ia menyelesaikan pekerjaannya sampai 2024.

Artikel Terkait