Menulis merupakan serangkaian kegiatan untuk mengekspresikan/menuangkan perasaan dan fikiran dalam suatu bentuk karya yang namanya tulisan. Tentu telah kita ketahui bahwa ada banyak jenis dan gendre tulisan yang bisa kita dapatkan. Dari gendre berkarakterlah yang dapat bertahan karena ia mampu mempertahankan rasa moot untuk dibaca.

Dalam dunia literasi, aktivitas menulis adalah suatu hal penting yang mesti untuk terus dibudayakan, mengingat minat menulis masyarakat kita masih terlalu minim. Dan perlu diketahui bahwa menulis bukanlah suatu bakat yang dibawa sejak lahir, melainkan suatu keahlian yang perlu untuk dilatih dan diasah. Kedengarannya sih memang sangat mudah, namun saat memulai menulis hasil pemikiran kadang kala mengalami kesusahan. Sehingga dalam menulis perlu motivasi, kerja keras dan ketekukanan.

Untuk penulis pemula yang baru berkecimpung dalam dunia penulisan tentu bukan perkara mudah untuk melaluinya. Makanya, jangan heran kalau banyak juga penulis yang berhenti ditengah jalan. Begitulah mungkin nasib saya saat awal-awalnya memulai menulis, boro-boro tulisan saya bisa diterbitkan oleh media, tulisan saya saja banyak yang tidak bisa diselesaikan.

Dalam catatan saya sebagai penulis pemula, bahwa salah satu penghambat ketika menulis adalah susah menemukan ide dan tidak tahu mau menulis tentang apa. Kalau pun sudah ada ide dan tulisan juga sudah ada, hambatan selanjutnya muncul dengan kehabisan ide dan berhenti ditengah jalan dalam proses penulisan. Sehingga tulisan pun tidak jadi-jadi dan dibiarkan begitu saja karena tidak tahu mau menulis apa lagi. Dengan demikian, pasti ada rasa jenuh dan bosan, akhirnya minat menulis pun dapat saja pudar seketika.

Mungkin kita akan mengatakan bahwa itu adalah hal yang wajar-wajar saja, mengingat status kita masih sebagai penulis pemula. Akan tetapi, bagi saya ada pelajaran yang sangat berharga, dan saya adalah tipe orang yang sangat ingin menjadi penulis dan berharap dapat menjadi penulis handal nantinya.

Karena bagi saya, penulis adalah orang-orang hebat yang dapat terus memberikan kebermanfaatan kepada orang lain, selama karya itu masih ada. Bahkan ada banyak kata-kata bijak tentang pentingnya menulis, hal itu sudah ditorehkan para pendahulu kita yang sampai sekarang ini masih dikenal ajarannya dan sudah menjadi kebutuhan.

Seperti yang dikatakan Pramoedya Ananta Toer sebagai sastrawan Indonesia mengatakan bahwa,  “orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tidak menulis maka ia akan hilang dalam sejarah dan masyarakat ”. Ada juga quetes dari Imam Al-Gazali berkata “jika engkau bukan anak raja atau bukan keturunan bangsawan, maka menulislah ”. Atau kalau menurut Cokroaminoto, “jika kamu ingin menjadi pemimpin besar, maka berbicaralah seperti orator dan menulislah seperti wartawan ”.

Menulis Cepat dan Membiarkan Tulisan Typo

Sebagai penulis pemula, kesalahan penulisan atau typo adalah yang sering saya lakukan. Kemudian, saya juga terkadang menulis sambil mengedit dan ujung-ujungnya kehabisan ide, padahal jumlah kata yang saya tulis pun masih sedikit.

Nah, setelah mencari berbagai referensi mengenai teknik menulis justru saya termotivasi dari Tubagus Salim, cari saja ig @salimtubagus. Dari Tubagus Salim beliau telah banyak memberikan motivasi tentang kepenulisan, mulai dari cara menemukan ide, bagaimana memulai tulisan, teknik menulis agar karya dapat selesai, cara mengatasi kejenuhan, dan pokoknya banyak deh disampaikan.

Saya sempat mengikuti kelas menulisnya, walaupun kelas itu hanya lewat Whatsapp Group. Akan tetapi, ada banyak yang saya dapatkan,  terutama mengenai motivasi dan dorongan untuk terus menulis secara konsisten. Menurutnya seorang penulis handal adalah mereka yang konsisten menulis, kita tidak akan mungkin tahu jurus-jurus karate kalau tidak banyak latihan, begitupun dengan menulis mesti harus banyak latihan.  

Dari situ juga saya dapatkan bahwa untuk mengatasi tulisan berhenti ditengah jalan, maka janganlah pernah menulis sambil mengedit, karena menulis dan mengedit adalah waktu yang berbeda. Alhasil, manfaatnya sangat dirasakan sehingga saya pun dapat menyelesaikan sebuah tulisan, meskipun kualitas tulisan tidak terlalu bagus. Akan tetapi, saya bangga secara pribadi sebagai penulis pemula, karena dapat menyelesaikan tulisan sesuai target dan lebih-lebih kalau tulisan tersebut bisa terbit di media.

Hal penting yang juga saya dapatkan yakni menulis dengan cepat dan membiarkan kesalahan penulisan. Memulai menulis dari ide yang telah ditentukan sebelumnya, dengan cara menulis secara cepat tanpa memperhatikan apakah tulisan tersebut banyak yang salah. Teknik seperti ini mudah menyelesaikan tulisan sampai habis dan sesuai target.

Menulislah kemana arah pikiran membawa kita, dan biarkanlah pikiran itu berimajinasi semaunya, meskipun ada banyak kesalahan penulisan. Nah, hal seperti itu tidaklah apa-apa karena masih ada waktu untuk memperbaikinya pada proses pengeditan sebagai proses final dalam penulisan.

Kenapa mesti menulis cepat dan membiarkan kesalahan penulisan terjadi?. Contohnya seperti ini, ada seorang mahasiswa yang akan ujian besoknya. Ujian tersebut dimulai jam 8 pagi sampai jam 9.30. Akan tetapi, mahasiswa tersebut terlambat bangun dan ia bisa sampai di kampus tepat jam 9. Karena dosennya kasian, maka mahasiswa tersebut diperbolehkan ikut ujian dengan catatan harus dikerjakan semua soalnya dan mengumpulkannya maksimal jam 9.30, artinya ia hanya punya waktu 30 menit mengerjakan soal.

Apa yang dilakukan mahasiswa tersebut, ia pun mulai menjawab soal tanpa memperhatikan benar salahnya, segala apa yang muncul di kepala ditulis semua. Pikirannya bagaimana bisa menjawab semua soal dan bisa mengumpulkan tepat waktu. Alhasil, dia pun bisa selesai tepat waktu dan merasa tenang.

Begitu pula aktivitas menulis dengan metode ngebut dan tidak memperhatikan typo dalam tulisan saat sedang menulis. Karena dengan itu maka akan lancar  menulis apa yang terlintas dipikiran untuk semuanya ditulis. Untuk itu, marilah terus berlatih menulis dengan metode ngebut dan menulis terus. Karena ketika membiasakan terus menulis, maka dengan itu terdorong dan merasa tidak tenang jika tidak menulis dalam waktu sehari.