"Apa baik, Bapa," kataku, "Jika kita bertindak sesuai dengan pola yang diharapkan orang kepada kita?" 

"Hal itu tidak selalu mudah. Tapi kalau kita mulai bertingkah janggal, maka orang akan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang biasa bagi kita. Mereka pelupa sekali."

"Pribadi seperti apa yang paling langgeng?" Tanyaku. "Pribadi yang kubayangkan atau pribadi menurut kepercayaan orang yang patut saya miliki?" (Kuil Kencana: hal. 325.)

Berawal dari kegagalannya mendekati salah seorang perempuan yang telah memesonanya, hanya karena kegagapannya, maka selanjutnya dia membenci dirinya. Seluruh komponen yang ada dalam diri lelaki tersebut dia anggap sebagai “Di bawah standar” terlebih setelah ditolak mentah-mentah oleh perempuan yang memesonanya.

Lebih dari itu, perempuan yang selama itu memesonanya (bahkan hingga akhir cerita tetap membayangi angan-angan lelaki malang tersebut) tega melaporkan tindakan si lelaki yang berusaha “pdkt” dan berlaku semenawan mungkin terhadapnya  kepada ibunya. Karenanya si lelaki dilabrak di kediaman pamannya, dan  mencoreng nama baik keluarga.

Selain mencoba mengutuk si perempuan (padahal hingga akhir cerita si lelaki tetap mengaguminya) dia mengutuk keberadaan dirinya sendiri. Si perempuan bernama Uiko sedangkan si lelaki bernama, maaf lupa, karena di dalam cerita si lelaki ditulis sebagai aku. Cerita yang dibahas ini berjudul apa sih? Berjudul Kuil Kencana, ditulis oleh Yukio Mishima (1925-1970) dalam bentuk novel.

Setelah membaca cerita tersebut sebenarnya kegagapan tokoh Aku bukanlah cacat genetis, melainkan akibat dari kegugupannya. Fakta tersebut akan terbukti pada akhir cerita. Selain gagap dan gugup yang membuat dirinya tidak menarik yaitu wajahnya. Jadi karena itu lelaki tokoh utama ini rendah diri.

Belum mencapai seperenam dari jalannya cerita, Uiko dibuat meninggal. Selain itu si Aku pindah ke Kyoto dan menjadi santri di kuil kencana. Tulisan ini menyebutnya santri seperti istilah yang biasa digunakan terhadap para siswa di pondok pesantren Islam, padahal kuil kencana merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan menelurkan pendeta agama Budha terbaik dari mahdzab Zen.

Karena kuil kencana adalah judul dari cerita, maka keterkaitan kuil tersebut dengan jalan cerita sangatlah erat. Bahkan diceritakan bahwa kuil tersebut memengaruhi kepribadian si Aku. Ingat! Keberadaan kuilnyalah yang memengaruhi bukan kegiatan di dalamnya.

Jika umat Islam menganggap istimewa masjidil haram dan masjidil aqsa, bahkan beberapa dari mereka terobsesi dengannya. Maka sama halnya dengan si Aku yang terobsesi dengan kuil kencana. Padahal dalam kenyataan dia mendapati wujud kuil kencana yang tua dan usang walaupun sebenarnya megah.

Selain itu, meskipun si aku menyadari keusangan bangunan kuil kencana, dalam pikirannya tetap mengamini kemegahan dan keindahan kuil tersebut laiknya sebuah istana kerajaan. si Aku adalah orang yang teliti, dia meneliti setiap sudut dari berbagai sudut pandang kemudian menemukan  kemegahan dan keindahan kuil ada di dalam kebaradaannya yang dia anggap abadi.

Si Aku menganggap keberadaan kuil kencana adalah keberadaan yang abadi karena telah mampu bertahan kurang lebih selama tiga abad lamanya. Padahal selama tiga abad tersebut Jepang sebagai sebuah negara sering dilanda konflik internal berujung perang yang tentu saja memakan korban jiwa apalagi korban benda. Namun, kenyataan akan keberadaan kuil kencana yang tetap berdiri tegak telah menemukan "Tempat kembali" bagi obsesi si Aku.

***

Yukio Mishima sensei dalam menuliskan cerita kuil kencana sangat kentara terinspirasi oleh teori psikoanalisa Sigmund Freud. Mulai dari obsesi si Aku akan Uiko yang memesonanya, kuil kencana, teluk Maizuru (tempat ini nantinya akan memengaruhi sikap si Aku dalam mengambil sebuah keputusan penting), hingga kerendahan diri tokoh utama ini.

Selain itu mengapa tulisan ini menyebut seorang Yukio Mishima terinspirasi oleh teori psikoanalisa Sigmund Freud karena penekanan inti cerita yaitu konflik cerita itu sendiri berfokus kepada kebencian tokoh utama  terhadap keadaannya sendiri dan berusaha untuk berubah. Yang pada awalnya tunduk terhadap superego kemudian berbalik melawan dengan menuruti titah id.

Gambaran kejadian yang membuatnya tunduk terhadap superego hingga dinamika perubahan komitmen tokoh utama untuk menuruti titah id. Bahkan kesulitan-kesulitan yang dia alami hanya sekadar untuk mewujudkan titah id telah memperlihatkan bukti dugaan terinspirasinya Yukio Mishima sensei terhadap psikoanalisa Sigmund Freud dalam menulis cerita Kuil Kencana.

Inti dari cerita ini adalah pengembangan kepribadian si tokoh utama. Mendamba menjadi seorang yang gagah berani juga cerdik dan jahat adalah beban yang dipikul olehnya. Hal itu semata untuk merubah diri yang dia anggap sebagai perwujudan seorang inferior.  Sayangnya, kuil kencanalah penghalang terbesarnya.

Catatan:

•Psikoanalisa adalah gagasan yang dilahirkan Sigmund Freud untuk mengenali hakikat manusia. Kelahiran Psikoanalisa tidak lepas dari pengalamannya menjadi seorang psikoterapi yang selama menjalani profesi tersebut telah dipertemukan oleh banyak pasien sakit mental.

•Seseorang yang mengalami sakit mental menurut Psikoanalisa tidak lain disebabkan oleh upaya berlebihan manusia merepresi keinginan-keinginan yang bertentangan dengan norma-norma sosial.

•Id adalah naluri hewaniah manusia, atau lebih mudah disebut sebagai nafsu.

•Superego adalah norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sosial, sayangnya tidak hanya itu karena norma-norma tersebut terekam dalam alam bawah sadar manusia seakan-akan darah daging itu sendiri.

•Karena sering kali id dan superego bertabrakan maka egolah yang berusaha menengahinya.

•Ego adalah pertimbangan manusia, bisa secara sadar terencana atau secara tiba-tiba menuruti titah id atau titah superego. 

•Keberadaan ego berfungsi sebagai penengah perselisishan antara id dengan superego.

•Jika yang dimenangkan ego adalah superego, maka id direpresi ke dalam alam bawah sadar hingga manusia tidak menyadarinya.

•Kesadaran manusia tidak lebih seperti puncak gunung es yang tampak, sedangkan alam bawah sadar manusia ialah bagian bawah gunung tersebut yang tenggelam di dasar laut. Begitulah ilustrasinya.

•Ingatan alam bawah sadar sama sekali tak terjangkau oleh kesadaran. Dengan kata lain manusia tidak dapat menginventaris ingatan dalam alam bawah sadar.

•Untungnya ingatan atau kenangan alam bawah sadar karena sebab tertentu dapat muncul sebagai kilasan kenangan yang memasuki kesadaran. Meskipun nantinya akan terlupa kembali tetapi hal tersebut dapat diminimalisir dengan rajin-rajin menginventarisnya. 

•Ingatan yang disebut pada poin 10 dinamakan ingatan prasadar.

•Sayangnya karena superego, manusia jadi sangat membenci keberadaan id. Sehingga manusia terus-menerus merepresi kilasan kenangan atau ingatan akan keinginan id dalam alam bawah sadar yang muncul karena sebab tertentu.

•Usaha terus-menerus merepresi keinginan id menguras banyak energi, bahkan menyebabkan sakit mental.

•Seperti halnya usaha untuk merepresi kenangan buruk atau trauma yang juga dapat menyebabkan sakit mental.

•Karena keduanya baik kenangan buruk (trauma) atau id perlu untuk ditoleransi keberadaannya.

•Sayangnya id lebih ganas dan aktif untuk menggebrak kesadaran daripada kenangan buruk yang pasif menunggu sesuatu yang mentrigger manusia. Karena id adalah naluri hewaniah manusia (nafsu).