Temen-temen di era pandemi pada ngapain nih? Rebahan? Scroll sosial media? Atau malah nekat main? Nah, daripada cuma rebahan sambil scroll sosial media, mending lakuin kegiatan produktif, yuk? Produktif itu mudah kok, asal ada kemauan. Beberapa orang pasti berpikir bahwa kegiatan produktif itu hanya untuk mengisi waktu luang. Tidak salah namun kurang tepat, kegiatan produktif yang baik yaitu di mana kegiatan yang kita lakukan dapat memberikan output yang maksimal. 

Di sini kita akan membahas tentang kegiatan produktif yang sederhana namun dapat memberikan hasil yang memuaskan. Menulis, kegiatan tersebut sudah cukup banyak diterapkan oleh banyak orang jauh sebelum pandemi melanda.

Dari hal yang sederhana, seperti menulis jadwal, menulis catatan atau tugas, menulis atau menulis yang dilakukan pada kegiatan sehari-hari. Namun, yang akan kita bahas adalah menulis untuk sebuah karya yang dinikmati oleh banyak orang. 

Menulis ini tidak melulu tentang cerita, kalian bisa menulis artikel, berita, ataupun esai. Seperti yang kita tahu, banyak platform online yang menyediakan wadah untuk seseorang menuangkan ide kreatifnya. Seperti yang diketahui, banyak para penulis pemula yang mulai menulis pada platform sosial media. 

Instagram, kalian semua tentu tidak asing dengan platform tersebut, di mana kalian bisa mengunggah foto, video, atau media lainnya. Tapi, banyak juga lho yang menggunakan platform tersebut untuk menuangkan idenya melalui karya tulis. 

Kalian bisa menulis berita disertai dengan gambar yang mendukung untuk diunggah. Bahkan, sudah banyak cerita pendek yang diunggah dan tentunya menarik para pembaca. 

Menulis ini merupakan hal yang sederhana namun tidak juga tidak bisa disebut mudah. Ada langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menulis. Baik dari segi bahasa, tanda baca, dan penulisan kalimat. Aspek tadi terlihat sederhana namun, jika tidak diperhatikan dengan baik maka minat pembaca pun akan turun.

Setiap orang pasti punya imajinasi mereka masing-masing. Nah, kalian bisa menuangkan imajinasi tersebut dalam sebuah tulisan contohnya, cerita. Sering kita temui cerita pendek (cerpen) dari Instagram, Alternative Universe (AU) dari Twitter, Artikel atau Berita dari platform online lainnya. 

Dilihat dari pengguna sosial media yang tinggi, tidak menutup kemungkinan untuk karya tulismu dibaca oleh mereka. Terlebih lagi di era digital, banyak dari mereka yang memilih untuk membaca melalui ponsel atau gadget daripada buku atau koran. 

Dimulai dari cerita fiksi, saat ini cerita tersebut sangat populer di kalangan pengguna sosial media. Ratusan bahkan ribuan cerita telah diunggah di sosial media dan menarik para pembaca. Namun, perlu diketahui bahwa penulis pastinya memulai menulis karya dari 0.

Seperti yang diketahui, saat ini banyak ditemukan penulis pemula yang muncul dengan ide kreatifnya. Menulis cerita dengan imajinasi yang dimilikinya, menjadikan sebuah karya tulis untuk dinikmati banyak orang. Pastinya pembaca akan memberikan kritik/saran untuk penulis, sehingga nantinya tulisan tersebut pun akan berkembang dan lebih menarik.

Bahkan, beberapa bulan ini banyak sekali cerita yang menarik para penerbit. Sehingga, karya tulis tersebut diadaptasi menjadi sebuah karya cetak. Hal tersebut tentu sangat patut dibanggakan, bukan? Ide-ide kreatif yang tadinya hanya berawal dari kegiatan produktif ternyata dapat menjadi sebuah karya cetak.

Nggak cuma cerita fiksi lho yang bisa menarik penerbit. Faktanya banyak artikel ataupun esai yang sudah terbit di berbagai platform online. Bahkan di beberapa platform tersebut memberikan tips menulis artikel/berita yang baik dan benar. Sehingga tulisan kita pun dengan mudah terbit dalam platform tersebut.

Banyak pula tips and trick menulis di berbagai media online, di mana kita dapat belajar menulis yang baik dan benar. Nah, hal yang perlu di garis bawahi adalah menulis dan membaca sudah menjadi satu kesatuan. Karena menulis pun bukan hanya di dapatkan melalui imajinasi, namun juga dari inspirasi. 

Inspirasi yang di dapat para penulis biasanya melalui membaca buku dari penulis lain, yang dijadikan sebagai referensi dari berbagai aspek menulis. Produktif membaca ini tentunya juga bermanfaat bagi kita. Dengan membaca dan menulis maka ide yang didapatkan akan lebih banyak dan dapat lebih dikembangkan lagi.

Mulailah menulis dengan dasar yang diketahui, karena seiring berjalannya waktu kita akan belajar dengan sendirinya. Bagaimana menulis karya yang baik, benar, dan menarik. Dan yang terpenting adalah jangan menjadi orang yang anti kritik. Karena kritik dan saran lah yang memberikan koreksi jelas terhadap karyamu.

Isi kegiatan produktif dengan hal yang bermanfaat, dimulai dari hal yang sederhana. Dengan hal kecil yang dilakukan secara maksimal maka akan memberikan output yang terbaik pula. 

Ayo mulai produktifmu dengan menulis. Tuangkan idemu dalam tulisanmu dan jadikan karya terbaikmu. Dari produktif jadi kreatif dengan menulis.