Penulis
2 tahun lalu · 497 view · 1 menit baca · Puisi img_20170103_235709_465.jpg
Www.google.com

Nonaku yang Tak Sempurna

Nona, kau memang tak sempurna.
Kau datang di saat hujan mulai reda.
Bukan, kau bukan pelangi.
Kau juga bukan matahari.

Nona, kau memang tak sempurna.
Kau datang di saat hitam mulai memudar.
Berusaha menjadi putih tapi kau hanya abu.
Berusaha menjadi warna lain tapi kau hanyalah abu.

Nona, kau memang tak sempurna.
Kau tak pandai berkata tentang cinta.
Kau tak pandai mengungkap rasa.
Kau tak pandai menjadi warna.

Nona, kau memang tak sempurna.
Ku bilang, "kapan kau menjadi warna lain?"
Kau bilang, "aku ingin jadi warnaku sendiri."
Lalu kau bilang, "Aku ingin tetap menjadi abu untukmu."

Nona, kau memang tak sempurna.
Yang aku sering lupa adalah abu itu sendiri adalah warna.
Yang aku sering lupa adalah abu itu sendiri adalah rasa.
Yang aku sering lupa adalah abu itu sendiri adalah cinta.

Nona, kenyataannya aku pun sama saja.
Aku hanyalah abu yang berusaha mengubah warna.
Aku hanyalah abu yang berusaha mencinta.
Aku hanyalah abu yang lupa bahwa warna lain adalah sekeliling kita.

Nona, kau memang tak sempurna.
Namun aku mencintaimu seutuhnya.
Entah apa alasannya.
Yang aku tahu hanya aku mencintaimu seutuhnya.

Nona, kau dan aku memang tak sempurna.
Karena memang yang kita butuhkan hanyalah saling menerima seutuhnya.
Kemarin, hari ini, esok, lusa, dan entah sampai kapan.
Anganku untuk selamanya.

Artikel Terkait