Arsiparis
2 tahun lalu · 7615 view · 2 menit baca · Olahraga washington_state_cage_fighting_championships_-_rubber_guard.jpg
Foto: https://upload.wikimedia.org/

Nikmati Pertandingannya, Kalah dan Menang Itu Biasa

Ketika sebuah permainan terjadi, apa yang menjadi tujuan adalah tahu siapa yang menang dan kalah. Menang dan kalah dalam permainan adalah suatu hal yang niscaya. Untuk apa meributkan tentang kalah dan menang itu.

Satu hal yang bisa kita ambil hikmah dari sebuah permainan adalah apakah kita bisa menikmati permainan itu. Untuk apa menang kalau kita tidak menikmati sebuah permainan. Nikmatilah sebuah permainan urusan kalah dan menang itu bukanlah menjadi akhir dari sebuah permainan.

Ada satu hal yang tidak bisa kita abaikan tentang sosok pemenang. Mereka adalah orang orang yang menikmati permainan. Mereka adalah petarung petarung yang penuh antusias dalam menikmati permainan. Kita bisa melihat pada sosok sosok dalam bidang olahraga misalnya: Maradona, Messi, Ronaldo di dunia sepakbola. Bagaimana mereka bermain begitu penuh antusiasme dan kegembiraan.

Contoh yang lagi di bidang fighting kita bisa meniru pada antusiasme keluarga Gracie dari Brazil. Keluarga yang menelurkan Brazillian Jiujitsu ini begitu menikmati pertarungan. Meski tak jarang mereka kalah namun itu bukan menjadi alasan untuk berputus asa. Dan di antara kekalahan yang terjadi mereka lebih dikenal sebagai pemenang berbagai kejuaraan pertarungan salah satunya Ultimate Fighting Champions (UFC).

Dalam berbagai bidang permaianan maupun pertandingan siapa yang lebih antusias dan menikmati permaianan sudah bisa ditebak sering kali menjadi pemenangnya.

Dalam dunia politik pun demikian, siapa yang lebih menikmati pertarungan mereka lebih santai untuk menjemput kemenangan. Salah satu indikator dalam menikmati permainan adalah mereka lebih menunjukkan kemampuan yang dimiliki tanpa merisaukan kelebihan dan kelemahan lawan. Dalam artian mereka lebih siap menghadapi segala kemungkinan. Kalah atau Menang.

Sebuah kekalahan bukanlah akhir segalanya bagi mereka yang bermental dan berjiwa petarung karena bagi mereka selalu ada waktu tersisa untuk melakukan perbaikan. Kegagalan hari ini hanyalah ujian untuk lebih mengetahui sejauh mana kemampuan yang mereka miliki. Dan lebih buruk lagi adalah cara mencari kemenangan yang tidak sesuai dengan aturan permainan itu. Kemenangan menjadi bahan cemooh karena ketidakjujuran kita dalam menjalankan permainan.

Bagi orang orang yang bermental sempit dan mendewakan arti kemenangan etika dan moral adalah urusan yang kesekian karena bagi mereka kemasyhuran dicapai dengan menghalalkan segala cara. Padahal pertandingan dilakukan dengan lawan kenapa kita menaruh hormat kepada lawan yang telah memberikan kesempatan untuk bertanding dengannya.

Dalam menjalani sebuah pertandingan kita perlu banyak belajar pada master beladiri bagaimana mereka menaruh respek pada lawan lawan mereka karena bagi mereka lawan tanding itu adalah teman yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan kita.

Mereka begitu menikmati pertarungan karena dibenak mereka telah tertanam bahwa mengalahkan lawan sebenarnya adalah mengalahkan diri sendiri. Mengalahkan ego diri sendiri adalah kunci agar kita tidak risau dengan kekalahan. Kita bisa melihat kemapuan diri sendiri tentunya harus ada lawan sebagai tolok ukurnya.

Sudahkah kita menengok kemampuan dan kapasitas kita untuk memperoleh kemenangan sehingga kita menggebu untuk meraihnya. Kita harus sadar apakah kita sudah layak untuk itu sehingga harus meratapi sebuah kekalahan.  

Mari lebih menikmati sebuah perjuangan dalam pertarungan karena tujuan akhir dari setiap pertarungan bukanlah kalah dan menang. Ada hal yang lebih asasi untuk menghasilkan hati yang tenang dan membuat kita lebih dewasa menjalani hidup. Nikmatilah setiap usaha tanpa merisaukan hasil akhirnya karena semua hasil akhir sudah ada yang menentukannya. Anda setuju?

Artikel Terkait