Berawal dari sebuah keisengan semata. Keisengan itu terlahir dari rasa gelisahku terhadap blogger di Jakarta. Keberadaan blogger di Jakarta tak diketahui di mana tempatnya, namun eksisnya di dunia maya juga tak perlu dipertanyakan lagi. Bisa dikatakan pula, tidak adanya seperti ada, tapi entah di mana.

Dari kegelisahan ini muncullah suatu ide untuk mengadakan acara ngumpul bareng para blogger se-Jakarta. Berangkat dari ide itu selanjutnya saya membuat sebuah postingan di beberapa grup blogger Facebook yang saya ikuti, baik itu Blogger Jakarta atau Blogger Aktif Menulis. Kesemuanya saya penuhi dengan ajakan ngumpul bareng blogger.

Awalnya banyak sekali yang bertanya-tanya mengenai validitas acara ini, sebab sebelum-sebelumnya tak sedikit dari mereka yang mengadakan acara kopdar, dari sekian puluh yang diundang ternyata yang datang hanya beberapa orang saja. Karena kekhawatiran ini mungkin, banyak sekali yang mempertanyakan validitas acara yang saya gemakan via Facebook itu.

Dengan keberanian hati dan tekad yang kuat, saya memberanikan diri untuk memajang nomor Whatsapp di Facebook guna meningkatkan kepercayaan atas acara yang saya buat. Satu persatu para blogger berkenan untuk gabung. Mulailah saya buat grup baru di Whatsapp untuk menampung keberadaan mereka semua, dan grup itu saya beri nama Blogger Jakarta.

Blogger dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan bahkan di luar Jabodetabek juga ada, yakni dari Kediri. Ini benar-benar di luar dugaan saya. Yang bermula dari keisengan ternyata ditanggapi dengan antusias oleh teman-teman blogger. Mulailah muncul kebingungan dari diri saya sendiri: bagaimana caranya agar acara ini bisa sukses?

Perlahan tapi pasti, percakapan di grup mulai terbangun dengan baik. Satu persatu teman-teman blogger memberikan usulan mengenai acara yang akan diselenggarakan nanti. Dari semua masukan yang telah disampaikan, akhirnya saya memutuskan untuk membentuk sebuah kepanitiaan guna mengatur dan mensukseskan acara ini.

Dari kepanitiaan itu terlahir banyak sekali ide dan konsep mengenai acara ngabuburit bareng blogger. Saya sebagai penggagas akhirnya mengusulkan bahwa sebelum acara tiba, akan lebih baik manakala para panitia jumpa temu terlebih dahulu. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memantapkan keseriusan acara dan merancang konsepnya.

Bertepatan pada tanggal 28 Mei 2016 akhirnya panitia melakukan jumpa temu di Wisata Kota Tua, Jakarta. Pada perjumpaan kali itu yang bisa hadir hanya 4 orang dari 7 orang panitia. Kesemuanya yakni saya, mas Geraldi, Jarot dan mas Fery. Ini benar-benar baru pertemuan pertama dan perkenalan pertama, namun dari segi pembicaraan dan pola canda kami seperti sudah berkeluarga. Begitu indah memang dunia blogger.

Mulailah perbincangan para panitia. Ide demi ide dikeluarkan semua demi kesuksesan acara nanti. Dari semua perbincangan, lagi-lagi kesimpulan mengatakan bahwa saya yang akan menjadi ketua pelaksananya. Ini benar-benar tanggung jawab yang berat, di mana saya harus mengumpulkan banyak orang yang belum pernah kenalan di satu tempat dan satu acara. Pertanyaan yang selalu terngiang di kepala ini adalah, apakah saya mampu menyukseskan acara itu?

Selain penyusunan kepanitiaan, kami juga memutuskan bagaimana berjalannya komunitas blogger ke depannya. Blogger Jakarta nantinya diharapkan mampu berjalan di tiga ranah besar, yakni pertama, membangun keluarga blogger yang cerdas dan mencerdaskan dunia blogging.

Kedua, selalu membawa nilai pendidikan yang bersifat universal di setiap karya yang kita sajikan. Ketiga, peka, sadar dan bergerak atas fenomena yang terjadi di Jakarta, tentunya sebuah fenomena yang mampu memberikan nilai positif pada kita semua.

Akhirnya, kita berempat mufakat atas hasil musyawarah yang telah dijalankan. Keputusan ini selanjutnya saya eksekusi dengan keempat panitia yang sudah berkenan hadir pada jumpa temu di Kota Tua. Mulailah kami menentukan logo, sponsor, atribut sampai pada form pendaftaran. Kesemuanya yang dibutuhkan nanti telah kami persiapkan dengan baik.

Langkah kami selanjutnya melakukan publikasi ke banyak media. Mulai dari Facebook, Twitter, blog masing-masing sampai melakukan spam sopan ke beberapa blog di Jakarta. Dan kami sangat bersyukur, dari jerih payah kami tak ada kata sia-sia. Satu persatu para blogger menghubungi saya dan meminta gabung di grup Blogger Jakarta.

Tibalah saatnya acara ngabuburit bareng blogger Jakarta, 11 Juni 2016. Kami dari awal memutuskan bahwa kepanitian harus hadir tepat pukul 14.00 WIB di Kota Tua Jakarta Barat, dan para peserta diharapkan hadir tepat pukul 15.00 WIB. Ini semua kami lakukan karena mengingat poin-poin yang disampaikan panitia nanti cukup banyak dan perlu perundingan kembali.

Syukur alhamdulillah juga, panitia sudah berkumpul semua pada pukul 14.45 WIB. Meski agak molor sedikit namun saya sangat senang, karena panitia benar-benar berkomitmen untuk menyukseskan acara ini. Satu demi satu peserta mulai berdatangan, meski hanya beberapa saja namun itu sudah cukup membuat senyum lebar panitia.

Sampai pada pukul 16.20 WIB ternyata peserta yang hadir baru 20 orang. Ini sempat membuat saya pesimis, karena dari 50 orang yang konfirmasi ternyata baru 20 orang yang hadir. Akhirnya saya sebagai ketua pelaksana memutuskan untuk memulai saja acaranya. Mas Fery sebagai pembawa acara akhirnya memutuskan untuk membuka acaranya.

Di pertangahan acara, saya tak menduga ternyata ada beberapa orang lagi yang datang. Kami pun menyambutnya dengan penuh kehangatan. Sekarang total peserta yang hadir berjumlah 30 orang. Hati yang pertama pesimis, kini berubah menjadi optimis. Saya yang sedang diberi waktu untuk menyampaikan hasil rembuk panitia, kni harus mengulanginya dari awal karena ada peserta yang baru datang.

Perlahan tapi pasti acara berjalan dengan sangat lancar. Sampailah pada acara pemilihan ketua umum Blogger Jakarta. Memang blogger Jakarta adalah komunitas baru, dan pada hari ini pula akan dideklarasikan. Kandidat yang ada saat itu adalah saya dan mas Geraldi. Kami masing-masing diberikan waktu lima menit guna menyampaikan orasi. Setelah orasi, kami tidak diperkenankan nimbrung, karena proses pemilihan adalah berdasarkan hasil musyawarah.

Dan ternyata ada kejutan baru buat saya, yakni ketua umum terpilih blogger Jakarta adalah Halfi Candra Birawa. Bukan senang lagi rasanya, tapi sebuah kebahagiaan. Sesegera mungkin setelah saya terpilih menjadi ketua umum Blogger Jakarta, semua peserta dan panitia saya imbau untuk foto bersama di tengah lapangan wisata Kota Tua. Kebetulan juga di acara ini kami memperoleh sponsor dari WaGoMu berupa benner sepanjang 5 meter. Terima kasih WaGoMu.

Inilah puncak acara ngumpul bareng Blogger Jakarta. Berfoto ria, selfie sana selfie sini, dan beragam gaya dikeluarkan semua. Semua yang hadir nampak riang gembira, bahkan salah satu dari mereka mengatakan: "Ternyata persaudaraan blogger bukan hanya terjalin di media online semata, melainkan juga di dunia nyata, terima kasih Mas Halfi."

Senang rasanya mendengar ucapan yang sedemikian itu, saya berharap dengan adanya deklarasi Blogger Jakarta, blogger Jakarta mampu memberikan kontribusi besar bagi Jakarta.

Satu lagi yang tidak bisa saya lupakan di acara itu, yakni jargon yang serentak diteriakkan oleh keluarga blogger Jakarta. Jargon tersebut saya ambil dari kegiatan kaderisasi di Universitas Paramadina yang kemudian saya adopsikan di keluarga Blogger Jakarta. Jargon tersebut adalah Peka, Sadar dan Bergerak.

Saya mengatakan dengan kepekaan kita mampu merasakan apa yang Jakarta butuhkan. Kepekaan itu akan terasa lengkap manakala kita sadar berada di dalamnya. Jika kepekaan dan kesadaran telah kita miliki, tugas selanjutnya adalah bergerak. Sebab semua itu hanya akan menjadi tumpukan sampah jika tidak ada gerak di sana.

Terima kasih buat keluarga Blogger Jakarta yang telah memberikan kepercayaan pada saya untuk mengemban amanah menjadi ketua umum Blogger Jakarta. Semoga Blogger Jakarta mampu menebar manfaat di sekelilingnya. We Are Family Blogger Jakarta.