"Apharteid is a crime against humanity....", kalimat tersebut diucapkan oleh seorang presiden Afrika selatan pertama yang memiliki kulit "berwarna".

Tepatnya tanggal 10 april 1994, seluruh rakyat Afrika selatan tengah merayakan sebuah momentum besar, yakni terpilihnya Presiden baru Afrika selatan atas nama Nelson Mandela.

Nelson Mandela dikenal sebagai seorang tokoh revolusioner, yang menjadi tokoh anti diskriminasi masyarakat berkulit hitam yang biasa disebut apartheid, yakni program pemerintah yang mayoritasnya adalah orang kulit putih untuk mengusir dan memboikot masyarakat berkulit hitam.

● Kehidupan Nelson Mandela

Nelson Mandela terlahir dikeluarga yang tidak bisa dikatakan biasa, bapaknya adalah seorang kepala suku setempat sekaligus anggota dewan kerajaan. Masa kecil Nelson Mandela kebanyakan dihabiskan bersama ibu dan saudaranya. Dia juga menjadi anak pertama di dalam keluarga yang menempuh jenjang pendidikan, berbeda dengan saudara-saudaranya yang kebanyakan mengalami buta huruf.

Pada saat Nelson Mandela berumur 9 tahun ayahnya meninggal dunia, lalu ibunya mengirim Nelson ke salah satu tempat di Mqhekezweni, yang kemudian ia diasuh dan dibesarkan oleh bupati Thembu, Kepala Suku Jongintaba Dalindyebo.

Di Mqhekezweni lah, Nelson Mandela mulai melanjutkan pendidikannya. Disana ia belajar bahasa Inggris, Xhosa, sejarah, dan geografi. Kemudian sejak umur 18 tahun, kehidupan Nelson Mandela dilanjutkan dengan menempuh jenjang perkuliahan.Kampus terakhir yang ia tempati adalah University of South Africa.

● Perjuangan Memberantas Apartheid.

Penindasan secara terang-terangan yang dilakukan oleh orang kulit putih di Afrika selatan, telah menggerakkan hati Nelson Mandela untuk memberantas hal tersebut. Ia pun memulai usahanya dengan bergabung bersama ANC (African National Congress) yaitu suatu organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Afrika Selatan.

Tergabung dalam ANC dan bertemu dengan para aktivisnya, membuat pandangan Nelson semakin Terbuka. Dia semakin percaya bahwa setiap orang yang berkulit hitam pantas mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat lainnya dalam menjalani kehidupan.

Nelson Mandela kemudian memulai pergerakannya dengan berpidato di depan 10.000 masyarakat Afrika. Dia memulai kampanye Protes akan program apartheid yang menyebabkan pemerintah menahan dirinya untuk diadili, yang pada akhirnya ia divonis tak bersalah.

Hal tersebut terjadi berulang-ulang setiap kali Nelson Mandela menyampaikan kampanye. Dia selalu dianggap melakukan tindakan penghasutan dan pencemaran. Sehingga sebagai bentuk lanjutan pergerakannya, ia dan Partai Komunis Afrika Selatan mendirikan kelompok militer Umkhonto we Sizwe.

Tahun 1962 merupakan tahun terberat yang dijalani Nelson Mandela. Ia dan para aktivisnya dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan karena dituduh menghasut para buruh dan pergi ke luar negeri tanpa izin. Nelson Mandela menjalani masa kurungan pertama di Pulau Robben, kemudian di Penjara Pollsmoor dan Penjara Victor Verster.

Beberapa tahun kemudian, sebuah kampanye internasional dilaksanakan menuntut pembebasan Nelson Mandela. Hasilnya pada tahun 1990 Nelaon Mandela dibebaskan dari penjara kemudian menjadi Presiden ANC.

Ia kemudian melaksanakan sebuah diskusi bersama Presiden F.W. de Klerk untuk menghapuskan apartheid dan melaksanakan pemilu multiras. Artinya setiap masyarakat baik kulit putih maupun hitam berhak untuk berpastisipasi aktif dalam pemilu tersebut.

● Terhapusnya Apartheid dari Bumi Afrika

Nelson Mandela seiring perjalanan pergerakannya menuai banyak dukungan dari para tokoh internasional. Dunia seakan-akan sepenuhnya mendukung Nelson Untuk membebaskan Afrika selatan dari rasisme dan penindasan.

Titik terang pergerakan Nelson Mandela terlihat pada saat diadakannya CODESA (Convention for a Democratic South Africa) pada bulan Desember 1991 di Johannesburg World Trade Center, dihadiri oleh 228 delegasi dari 19 partai politik. Pertemuan tersebut tentu saja dilaksanakan untuk membahas kebebasan Afrika selatan dari Apartheid dan pelanggaran Hak.

Puncak dari perjuangan rakyat Afrika selatan terjadi pada tahun 1994. Saat itu untuk pertama kalinya pemilu multi ras dilaksanakan dan menobatkan Nelson Mandela sebagai Presiden yang sah. Fokus kerja dari Nelson Mandela pada saat itu adalah Kesejahteraan dan kemakmuran rakyat semata.

Nelson Mandela menjabat selama 5 tahun. Tahun 1999 ia memutuskan untuk pensiun kemudian melanjutkan kehidupannya bersama sanak keluarganya di Amerika dan Afrika. Kesehariannya diisi dengan berbagai program kemanusiaan seperti pendirian yayasan program pendidikan dan lain sebagainya. 5 Desember 2013, sang revolusioner berpulang ke pangkuan Tuhan. Menyisakan duka dan rasa terima kasih di hati penduduk dunia.

● Refleksi Sudah hampir 23 tahun sejak Afrika selatan bebas dari apartheid. Sekarang masyarakat kulit hitam sudah bebas menjalani kehidupannya dengan nyaman dan tenteram. Tidak ada lagi penindasan, tidak ada lagi diskriminasi dan lain sebagainya. Sudah banyak perubahan yang terjadi pada dunia. Namun yang perlu kita sadari, hilangnya apartheid bukan berarti masalah kemanusiaan telah benar-menar hilang. Apartheid hanya sebagian kecil contoh. Masih banyak lagi problematika-problematika kemanusiaan yang menyelimuti dunia pada saat ini. Mari kita melihat keadaan dunia sekarang! Berita akan peperangan dan agresi militer hampir setiap hari mengisi telinga kita. Korban-korban berjatuhan dari berbagai kalangan, baik orang dewasa, anak-anak, tentara, pelajar, guru, dan korban lainnya mereka gugur hanya karna keserakahan akan wilayah, kekuasaan, senjata, dan hal sederhana lainnya. Apakah artinya sebuah kekuasaan dibandingkan dengan berjuta nyawa manusia? Peperangan hanyalah salah satu contoh simbolis keadaan dunia saat ini. Dibalik itu masih ada beribu masalah-masalah kemanusiaan lain, baik itu dalam lingkup suatu negara, ataupun dalam lingkup yang lebih kecil lagi. Sebagai Masyarakat yang sadar akan hal itu, muncul sebuah pertanyaan "apa sebenarnya yang bisa dilakukan untuk memperbaiki dunia ini ?" Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Kita harus senantiasa mencoba menumbuhkan rasa kemanusiaan kita, dengan terus melakukan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Hanya dengan cara demikian, diri kita dan bangsa kita akan terpenuhi dengan rasa cinta kemanusiaan, sebagai perwujudan ideal akan sebuah perdamaian antar sesama.

#LombaEsaiKemanusiaan